Shoesmart.co.id JAKARTA. Di tengah upaya transisi energi dari sumber konvensional, bisnis kendaraan listrik PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) menunjukkan perkembangan yang menggembirakan.
Seperti yang kita ketahui, TOBA, melalui anak perusahaannya Electrum, tengah mengembangkan ekosistem kendaraan listrik terintegrasi. Fokus utama Electrum adalah menyediakan kendaraan listrik beserta infrastruktur pendukungnya.
Secara lebih spesifik, Electrum mengembangkan infrastruktur baterai, termasuk sistem penukaran baterai (battery swapping), dengan tujuan meningkatkan efisiensi penggunaan kendaraan listrik.
IHSG Anjlok 1,36% ke 6.874,9 di Pagi Ini (11/5), Top Losers LQ45: BMRI, ISAT, JPFA
Model bisnis yang ditawarkan Electrum pun sangat beragam. Mulai dari penjualan langsung kendaraan listrik, skema rental (sewa) yang menyasar segmen B2C (Business-to-Consumer) dan B2B (Business-to-Business), hingga layanan berlangganan (subscription) baterai.
Saat ini, Electrum memiliki tiga tipe kendaraan listrik yang masing-masing menawarkan spesifikasi berbeda, baik dari sisi jarak tempuh maupun kecepatan maksimal. Hal ini memungkinkan Electrum untuk menjangkau berbagai segmen pasar dengan kebutuhan mobilitas yang berbeda pula.
Raka Junico, Research Analyst MNC Sekuritas, berpendapat bahwa langkah diversifikasi yang diambil TOBA dengan memasuki bisnis kendaraan listrik adalah strategi yang tepat.
Menurutnya, model bisnis yang menggabungkan penjualan dan rental menciptakan kombinasi ideal antara pertumbuhan dan pendapatan berulang (recurring income). Kombinasi ini sangat penting untuk membangun keberlanjutan bisnis dalam jangka panjang.
Kinerja bisnis kendaraan listrik TOBA pada kuartal I-2026 memperlihatkan pertumbuhan yang signifikan. Pendapatan dari penjualan dan sewa kendaraan listrik mencapai US$ 3,2 juta, meningkat tajam sebesar 138% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (YoY).
Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 17.384 Per Dolar AS Hari Ini (11/5)
Dari sisi operasional, jumlah kendaraan listrik TOBA yang beroperasi mencapai 9.082 unit, meningkat 78% YoY. Pertumbuhan ini mencerminkan semakin tingginya adopsi masyarakat terhadap solusi mobilitas berbasis listrik.
Jumlah stasiun pengisian daya (charging station) tercatat sebanyak 426 unit, tumbuh 37% YoY. Sementara itu, jumlah transaksi penukaran baterai (battery swap) per bulan mencapai 1,1 juta kali. Skema rent-to-own (sewa hingga memiliki) juga menunjukkan daya tarik dengan total 1.300 unit.
“Meskipun kontribusinya saat ini masih relatif kecil, pertumbuhan yang tinggi ini membuka potensi peningkatan kontribusi yang signifikan dalam beberapa tahun mendatang,” jelas Raka, Senin (11/5/2026).
Secara konsolidasi, TOBA membukukan pendapatan sebesar US$ 86,3 juta pada kuartal I-2026, atau tumbuh 21% YoY. Kontribusi segmen kendaraan listrik terhadap total pendapatan mencapai sekitar 3,7%, meningkat dibandingkan 1,9% pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Cek Rekomendasi Saham Pilihan dari MNC Sekuritas di Perdagangan Hari Ini (11/5)
Raka menilai bahwa kombinasi pertumbuhan pesat di bisnis kendaraan listrik dan pengelolaan limbah, yang juga menunjukkan profitabilitas yang solid, akan menjadi fondasi yang kuat bagi transformasi TOBA.
“Kedua segmen ini dinilai mampu menjadi pilar utama dalam membangun profil bisnis yang lebih berkelanjutan dan resilient di masa depan,” pungkasnya.
Ringkasan
Bisnis kendaraan listrik PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) melalui anak perusahaannya, Electrum, menunjukkan perkembangan positif dengan fokus pada pengembangan ekosistem kendaraan listrik terintegrasi, termasuk infrastruktur baterai dan sistem penukaran baterai. Model bisnis Electrum mencakup penjualan langsung, rental (B2C dan B2B), dan layanan berlangganan baterai, dengan tiga tipe kendaraan listrik yang menawarkan spesifikasi berbeda untuk menjangkau berbagai segmen pasar.
Pada kuartal I-2026, pendapatan dari penjualan dan sewa kendaraan listrik TOBA mencapai US$ 3,2 juta, meningkat 138% YoY. Jumlah kendaraan listrik yang beroperasi mencapai 9.082 unit (naik 78% YoY), stasiun pengisian daya 426 unit (naik 37% YoY), dan transaksi penukaran baterai 1,1 juta kali per bulan. Secara konsolidasi, kontribusi segmen kendaraan listrik terhadap total pendapatan TOBA mencapai sekitar 3,7%, meningkat dari 1,9% pada periode yang sama tahun sebelumnya, menandakan potensi pertumbuhan yang signifikan.