Rupiah melemah ke level terendah akibat sentimen The Fed hingga harga minyak, sehingga memicu ekspektasi kenaikan BI Rate.
Read More »Tokenisasi Aset & Saham: Jurus Investor Kripto Hadapi Krisis Global?
Ketidakpastian global dorong tren tokenisasi aset di Indonesia. Investor kripto mulai diversifikasi ke saham, ETF digital, dan logam mulia untuk porto
Read More »Dolar AS Menggila: BI Pangkas Batas Pembelian USD Tanpa Underlying
Bank Indonesia (BI) menurunkan kembali batas maksimum pembelian dolar AS tanpa underlying jadi USD 25 ribu per orang per bulan.
Read More »Rupiah Aman? Cadangan Devisa USD 114 Miliar Cukup Stabilkan Nilai Tukar
BI pastikan cadangan devisa USD 114 miliar cukup untuk stabilkan nilai tukar rupiah dan dukung arus modal asing di Indonesia.
Read More »IHSG Anjlok: Purbaya Ungkap Penyebab & Strategi Pemerintah Jaga Ekonomi
IHSG pada perdagangan Senin (18/5) dibuka melemah di tengah kekhawatiran pelaku pasar terhadap era suku bunga tinggi akibat ketidakpastian konflik antara Amerika Serikat dan Iran.
Read More »Rupiah Anjlok: Primus Minta Gubernur BI Mundur!
Primus Yustisio minta Gubernur BI mundur karena rupiah anjlok ke Rp 17.700/USD. Ia soroti kepercayaan investor dan stabilitas kurs mata uang.
Read More »Rupiah Menguat? BI Optimis Kembali ke Rp 16.500 per Dolar AS!
Bank Indonesia meyakini nilai tukar rupiah masih berpotensi menguat kembali ke level Rp 16.500 per dolar Amerika Serikat (AS) pada tahun ini.
Read More »SMGR: Prospek Saham Semen Indonesia, Tantangan & Rekomendasi Terbaru
Shoesmart.co.id JAKARTA. Kinerja PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) dinilai masih menghadapi tekanan pada kuartal II-2026 meski pendapatan dan volume penjualan mulai menunjukkan perbaikan. Managing Director Research dan Digital Production Samuel Sekuritas Indonesia Harry Su menilai pemulihan industri semen nasional belum sepenuhnya sehat lantaran profitabilitas masih tertekan oleh kenaikan biaya produksi, terutama dari sisi energi. Berdasarkan laporan...
Read More »Wall Street Mixed: Yield Turun, Harga Minyak Melemah Redakan Pasar
Shoesmart.co.id Indeks saham Amerika Serikat (AS) bergerak mixed pada perdagangan Senin (18/5/2026) di tengah meredanya tekanan dari pasar obligasi dan penurunan harga minyak dunia. Pergerakan pasar dipengaruhi turunnya imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun menjadi 4,573%, setelah sebelumnya sempat menyentuh 4,631%, level tertinggi sejak Februari 2025. Baca Juga: Mark Dynamics (MARK) Tebar Dividen Rp 342 Miliar, Berikut Jadwalnya...
Read More »Rupiah Melemah: Emiten Mana yang Untung dan Buntung?
Shoesmart.co.id JAKARTA. Sejumlah emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) ikut terdampak dari pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Senin (18/5/2026), rupiah ditutup di level Rp 17.668 per dolar Amerika Serikat (AS). Ini membuat rupiah melemah 0,4% dibanding penutupan Jumat (15/5/2026) yang berada Rp 17.597 per dolar AS. Edwin Sebayang, Pengamat Pasar Modal sekaligus Direktur PT Purwanto Asset Management mengatakan, emiten di BEI...
Read More »