Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) menargetkan penyaluran dana filantropi minimal 1% dari total dividen yang diterima dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) setiap tahunnya. Dana ini akan dikelola oleh Danantara Indonesia Trust untuk mendukung berbagai program sosial yang berkelanjutan.
Rosan Roeslani, CEO Danantara Indonesia, mengungkapkan bahwa fokus pendanaan filantropi ini akan diarahkan pada sektor-sektor krusial seperti kesehatan, pendidikan, kebudayaan, serta air bersih, sanitasi, dan higiene (WASH).
“Setiap tahunnya, kami berkomitmen untuk mengalokasikan setidaknya 1% dari total dividen yang kami terima dari seluruh BUMN,” tegas Rosan saat acara Peluncuran Kemitraan Strategis Danantara Indonesia Trust di Jakarta, Senin (25/5).
Sebagai modal awal untuk pengembangan program-program sosial yang berdampak luas, Danantara Indonesia Trust telah memperoleh pendanaan awal sebesar USD 100 juta, atau setara dengan Rp1,77 triliun.
Danantara Indonesia Trust didirikan sebagai lembaga filantropi yang mengedepankan kredibilitas, profesionalisme, transparansi, dan tata kelola yang baik. Untuk memperkuat fondasi kelembagaan ini, Danantara menjalin kerjasama dalam pengembangan sistem tata kelola filantropi yang solid.
“Kami berupaya menjadikan Danantara Trust sebagai entitas filantropi yang kredibel, relevan, transparan, dan berpegang teguh pada tata kelola yang tinggi,” jelas Rosan.
Danantara Indonesia Trust secara resmi didirikan pada Oktober 2025 sebagai unit filantropi dari Danantara Indonesia, dengan mandat utama mendorong pembangunan sosial di seluruh Indonesia. Program-program yang dijalankan diharapkan dapat memberikan dampak sosial yang positif dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Selain berperan sebagai lembaga pendanaan, Danantara Indonesia Trust juga diproyeksikan menjadi katalis dan *ecosystem enabler* yang memperkuat kolaborasi sosial lintas sektor.
“Kami berharap ini adalah langkah awal. Insya Allah, ke depannya kami akan terus menggandeng lebih banyak mitra partner,” ungkap Rosan.
Dalam kesempatan tersebut, Danantara Indonesia Trust menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Kementerian Kesehatan, Yayasan Karya Salemba Empat, serta Museum dan Cagar Budaya.
Sebagai langkah awal kemitraan strategisnya, Danantara Indonesia Trust menyalurkan dukungan senilai sekitar Rp250 miliar untuk program kesehatan ibu dan anak. Program ini mencakup pengadaan vaksin heksavalen, penguatan rantai dingin vaksin, serta bantuan suplemen gizi mikro bagi ibu hamil dan ibu nifas.
Selain itu, kerjasama dengan Yayasan Karya Salemba Empat meliputi program beasiswa selama tiga tahun bagi sekitar 500 mahasiswa yang kurang mampu.
“Sementara itu, kolaborasi dengan Indonesia Heritage Agency diarahkan untuk pengembangan perpustakaan dan ruang pembelajaran publik di Museum Nasional,” pungkasnya.
Ringkasan
Danantara Indonesia Trust akan menyalurkan minimal 1% dari dividen BUMN untuk program filantropi, fokus pada kesehatan, pendidikan, kebudayaan, serta WASH. Dana awal sebesar USD 100 juta (Rp1,77 triliun) telah diperoleh untuk memulai program-program sosial yang berkelanjutan.
Danantara Indonesia Trust didirikan sebagai lembaga filantropi dengan tata kelola yang baik dan menjalin kerjasama dengan berbagai pihak, termasuk Kementerian Kesehatan, Yayasan Karya Salemba Empat, dan Museum Nasional. Dukungan awal sebesar Rp250 miliar disalurkan untuk program kesehatan ibu dan anak serta beasiswa bagi mahasiswa kurang mampu.