ST016 Ludes! Buruan Investasi, Kuota Tinggal Seminggu Lagi!

Shoesmart.co.id JAKARTA. Penawaran Sukuk Tabungan seri ST016 masih berlangsung dan menjadi kesempatan emas bagi investor. Surat Berharga Negara (SBN) Syariah Ritel yang diterbitkan pemerintah ini akan ditutup pada 3 Juni 2026, jadi jangan lewatkan kesempatan ini!

Data dari Bibit, salah satu mitra distribusi resmi, menunjukkan antusiasme yang tinggi terhadap ST016. Sejak dibuka pada 8 Mei 2026, ST016 tenor dua tahun (ST016-T2) telah ludes terjual hingga 88,5% dari kuota nasional yang ditetapkan sebesar Rp 10 triliun. Per hari Selasa, 26 Mei, kuota yang tersisa untuk ST016-T2 hanya tinggal Rp 1,142 triliun.

Kondisi serupa juga terjadi pada ST016 tenor empat tahun (ST016-T4). Hingga tanggal yang sama, penjualannya telah mencapai 87,3% dari total kuota nasional Rp 5 triliun. Ini berarti, investor hanya memiliki kesempatan untuk memperebutkan sisa kuota sebesar Rp 1,630 triliun.

Lalu, apa yang membuat ST016 begitu menarik? ST016-T2 menawarkan imbal hasil 6,05% per tahun dan akan jatuh tempo pada 10 Juni 2026, dengan pembayaran kupon pertama dijadwalkan pada 10 Juli 2026. Sementara itu, ST016-T4 menawarkan imbal hasil yang lebih tinggi, yaitu 6,25% per tahun, dengan jatuh tempo pada 10 Juni 2028.

Menariknya, kupon ST016 menggunakan tipe floating with floor, yang berarti potensi penyesuaian kupon akan mengikuti pergerakan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI). Fitur ini memberikan keuntungan bagi investor karena potensi imbal hasil yang lebih tinggi jika suku bunga acuan BI naik. Dengan demikian, ST016 menjadi pilihan investasi yang menarik dan berpotensi menguntungkan.

Ringkasan

Penawaran Sukuk Tabungan seri ST016 akan segera ditutup pada 3 Juni 2026, menawarkan kesempatan investasi yang menarik. Antusiasme investor sangat tinggi, terbukti dari kuota ST016-T2 dan ST016-T4 yang hampir habis sejak dibuka pada 8 Mei 2026.

ST016-T2 menawarkan imbal hasil 6,05% per tahun dan ST016-T4 menawarkan 6,25% per tahun. Kupon ST016 menggunakan tipe floating with floor, memungkinkan potensi penyesuaian imbal hasil mengikuti pergerakan suku bunga acuan Bank Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *