Shoesmart.co.id JAKARTA. PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mencatatkan kinerja keuangan yang gemilang hingga akhir kuartal I-2026.
Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan di Bursa Efek Indonesia (BEI), TPIA membukukan pendapatan sebesar US$ 2,40 miliar pada kuartal I-2026. Angka ini menunjukkan lonjakan signifikan sebesar 286,40% secara year on year (yoy) dibandingkan dengan pendapatan pada periode yang sama tahun sebelumnya, yaitu US$ 622,09 juta.
Kontributor utama pendapatan TPIA berasal dari segmen bisnis energi dengan nilai mencapai US$ 1,45 miliar. Patut dicatat, segmen energi merupakan sumber pendapatan baru bagi TPIA, mengingat pada kuartal I-2025 perusahaan belum memiliki kontribusi pendapatan dari sektor ini.
Laba Bersih Bayan Resources (BYAN) Terkoreksi 12,45% pada Kuartal I-2026
Selain energi, TPIA juga mencatatkan pendapatan dari segmen kimia sebesar US$ 1,09 miliar pada kuartal I-2026. Capaian ini menandai pertumbuhan sebesar 33,72% yoy dibandingkan dengan periode sebelumnya yang sebesar US$ 813,52 juta. Sementara itu, pendapatan dari segmen infrastruktur tercatat sebesar US$ 87,50 juta, meningkat 68,24% yoy dari US$ 52,01 juta.
Setelah memperhitungkan eliminasi sebesar US$ 225,05 juta pada akhir kuartal I-2026, TPIA berhasil membukukan laba sebelum pajak sebesar US$ 230,51 juta. Perolehan ini berbanding terbalik dengan periode yang sama tahun sebelumnya, di mana perusahaan mengalami rugi sebelum pajak sebesar US$ 31,86 juta.
Meskipun demikian, beberapa komponen beban TPIA mengalami peningkatan selama tiga bulan pertama tahun 2026. Misalnya, beban bahan baku yang digunakan serta beban produksi dan manufaktur mengalami lonjakan sebesar 215,85% yoy, dari US$ 592,78 juta pada kuartal I-2025 menjadi US$ 1,87 miliar pada kuartal I-2026.
Beban penyusutan TPIA juga mengalami kenaikan signifikan sebesar 239,24% yoy, dari US$ 24,08 juta pada kuartal I-2025 menjadi US$ 81,69 juta pada kuartal I-2026. Begitu pula dengan beban keuangan TPIA yang meningkat 114,10% yoy, dari US$ 44,32 juta pada kuartal I-2025 menjadi US$ 94,89 juta pada kuartal I-2026.
Secara keseluruhan, TPIA berhasil mencatatkan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 146,13 juta pada kuartal I-2026. Sebagai perbandingan, pada kuartal I-2025, perusahaan mengalami rugi bersih sebesar US$ 25,64 juta.
Hingga akhir kuartal I-2026, jumlah aset TPIA tercatat sebesar US$ 12,51 miliar, naik tipis sebesar 1,54% dibandingkan dengan posisi aset pada akhir tahun 2025 yang sebesar US$ 12,32 miliar.
Rupiah Melemah ke Rp 17.377 per Dolar AS Senin (4/5) Siang, Ini Proyeksinya ke Depan
Ringkasan
PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mencatatkan pertumbuhan pendapatan signifikan pada kuartal I-2026, mencapai US$ 2,40 miliar, meningkat 286,40% yoy. Kontribusi utama berasal dari segmen energi yang baru, serta pertumbuhan dari segmen kimia dan infrastruktur. Hal ini menghasilkan laba sebelum pajak sebesar US$ 230,51 juta, berbanding terbalik dengan rugi sebelum pajak pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Meskipun beban bahan baku, produksi, penyusutan, dan keuangan meningkat, TPIA berhasil membukukan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 146,13 juta pada kuartal I-2026. Total aset perusahaan tercatat sebesar US$ 12,51 miliar, sedikit meningkat dibandingkan akhir tahun 2025.