Rupiah Menguat! Jisdor Sentuh Rp 17.368 per Dolar AS

JAKARTA, Shoesmart.co.id – Nilai tukar rupiah berdasarkan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI) berada di level Rp 17.368 per dolar Amerika Serikat (AS) pada hari Senin (4/5/2026). Angka ini menunjukkan penguatan tipis sebesar 0,06% dibandingkan dengan posisi akhir pekan sebelumnya yang berada di Rp 17.378 per dolar AS.

Namun, pergerakan rupiah di Jisdor BI ini tidak sejalan dengan performa rupiah di pasar spot. Pada penutupan perdagangan Senin (4/5/2026), rupiah di pasar spot justru melemah 0,33% ke level Rp 17.394 per dolar AS, dibandingkan dengan posisi akhir pekan lalu yang berada di Rp 17.337 per dolar AS. Pelemahan ini menandai posisi terlemah rupiah sepanjang masa.

Secara regional, pelemahan rupiah terjadi bersamaan dengan beberapa mata uang Asia lainnya. Baht Thailand mencatat pelemahan terdalam sebesar 0,45%, diikuti oleh rupiah yang melemah 0,33%, peso Filipina melemah 0,19%, dolar Singapura melemah 0,15%, dan rupee India yang melemah 0,13%.

Rupiah Spot Ditutup Melemah 0,33% ke Rp 17.394 per Dolar AS pada Senin (4/5/2026)

Di sisi lain, mayoritas mata uang Asia lainnya justru mengalami penguatan terhadap dolar AS pada sore hari ini. Ringgit Malaysia memimpin penguatan dengan kenaikan sebesar 0,35%, disusul oleh yuan China yang menguat 0,16%, dolar Taiwan menguat 0,10%, yen Jepang menguat 0,03%, dolar Hong Kong menguat 0,02%, dan won Korea yang menguat tipis 0,006% terhadap dolar AS.

Sementara itu, indeks dolar, yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia, berada di level 98,25. Angka ini menunjukkan kenaikan dibandingkan dengan posisi akhir pekan lalu yang berada di 98,15.

Ringkasan

Pada tanggal 4 Mei 2026, nilai tukar rupiah berdasarkan Jisdor BI tercatat menguat tipis sebesar 0,06% ke level Rp 17.368 per dolar AS. Namun, di pasar spot, rupiah justru melemah 0,33% menjadi Rp 17.394 per dolar AS, menandai posisi terlemahnya sepanjang masa.

Pelemahan rupiah ini sejalan dengan beberapa mata uang Asia lainnya seperti baht Thailand dan peso Filipina. Sementara itu, beberapa mata uang Asia lainnya seperti ringgit Malaysia dan yuan China justru menguat terhadap dolar AS. Indeks dolar juga mengalami kenaikan dibandingkan posisi akhir pekan sebelumnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *