Shoesmart.co.id JAKARTA. PT Jantra Grupo Indonesia Tbk (KAQI), emiten yang bergerak di bidang bengkel spesialis kaki-kaki mobil, baru saja menunjuk Simon Arosokhi Gulo sebagai direktur baru. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya memperkuat transformasi bisnis perusahaan melalui ekspansi dan digitalisasi operasional.
Pengangkatan Simon Gulo ini sekaligus menggantikan Dodon Tri Koeswardana, yang diberhentikan dengan hormat dari jabatannya sebagai Direktur KAQI dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang diselenggarakan pada Rabu, 20 Mei 2026.
Selain menjabat sebagai direktur, Simon Gulo juga akan merangkap tugas sebagai Sekretaris Perusahaan atau Corporate Secretary hingga ditunjuknya pejabat definitif sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
BEI Targetkan ETF Emas Meluncur pada Juli 2026
Direktur Utama Jantra Grupo Indonesia, Imam Sujono, menjelaskan bahwa selain perubahan dalam susunan pengurus, KAQI juga tengah mempercepat transformasi bisnisnya melalui penguatan operasional, digitalisasi layanan, serta ekspansi wilayah usaha. Langkah-langkah strategis ini diharapkan dapat membawa KAQI menuju pertumbuhan yang lebih berkelanjutan.
Imam Sujono menambahkan bahwa fokus utama KAQI pada tahun ini meliputi penguatan kualitas sumber daya manusia dan digitalisasi sistem operasional. Kedua aspek ini dianggap krusial dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas kerja perusahaan.
Lebih lanjut, KAQI juga berencana memperluas layanan pelanggan dan melakukan diversifikasi produk. Diversifikasi ini bertujuan untuk menciptakan sumber pendapatan baru dan mendukung pertumbuhan bisnis jangka panjang perusahaan.
“Pulau Jawa masih menjadi fokus utama kami saat ini, namun kami juga memiliki rencana ekspansi ke Sumatra dan Sulawesi yang akan dijalankan secara bertahap,” ujar Imam Sujono dalam keterangannya pada Rabu, 20 Mei 2026. Ekspansi ini diharapkan dapat memperluas jangkauan pasar KAQI dan meningkatkan penetrasi layanan perusahaan.
Selain ekspansi wilayah, KAQI juga mulai mempersiapkan kesiapan teknis untuk menghadapi perkembangan kendaraan listrik dan kendaraan otonom. Langkah antisipatif ini menunjukkan komitmen KAQI untuk beradaptasi dengan perubahan tren di industri otomotif.
IHSG Diprediksi Menguat Terbatas pada Kamis (21/5), Simak Rekomendasi Saham Berikut
Menurut Imam Sujono, langkah-langkah adaptasi tersebut sangat penting untuk menjaga keberlanjutan usaha KAQI di tengah perubahan tren industri otomotif nasional yang semakin dinamis.
Dalam rapat tersebut, para pemegang saham juga menyetujui penggunaan seluruh laba bersih tahun buku 2025 sebagai cadangan umum, sehingga tidak ada pembagian dividen. Keputusan ini diambil dengan pertimbangan untuk memperkuat struktur permodalan perusahaan.
“Keputusan tersebut diambil untuk memperkuat struktur permodalan dan mendukung strategi pertumbuhan jangka panjang KAQI,” tutur Imam Sujono, menekankan pentingnya memperkuat fundamental perusahaan untuk menghadapi tantangan di masa depan.
Sepanjang tahun 2025, KAQI berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp 76,84 miliar. Angka ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 33,62% secara tahunan (Year on Year/YoY) dibandingkan dengan pendapatan pada tahun 2024 yang sebesar Rp 57,51 miliar. Pertumbuhan pendapatan ini menjadi indikasi positif dari kinerja operasional perusahaan.
Dari sisi bottom line, laba bersih KAQI juga mengalami peningkatan sebesar 3,11% secara tahunan, menjadi Rp 9,4 miliar pada tahun 2025. Pada tahun sebelumnya, laba bersih KAQI tercatat sebesar Rp 9,12 miliar. Peningkatan laba bersih ini menunjukkan bahwa KAQI mampu meningkatkan efisiensi dan profitabilitas perusahaan.
Ringkasan
PT Jantra Grupo Indonesia Tbk (KAQI) menunjuk Simon Arosokhi Gulo sebagai direktur baru menggantikan Dodon Tri Koeswardana. Penunjukan ini merupakan bagian dari upaya transformasi bisnis perusahaan melalui ekspansi dan digitalisasi operasional. Selain itu, perusahaan juga berencana memperluas layanan, diversifikasi produk, dan ekspansi wilayah usaha ke Sumatra dan Sulawesi setelah fokus di Pulau Jawa.
KAQI juga tengah mempercepat transformasi bisnis dengan penguatan operasional dan digitalisasi layanan. Perusahaan membukukan pendapatan sebesar Rp 76,84 miliar pada tahun 2025, meningkat 33,62% YoY, dan laba bersih meningkat 3,11% YoY menjadi Rp 9,4 miliar. Seluruh laba bersih tahun 2025 akan digunakan sebagai cadangan umum untuk memperkuat struktur permodalan dan mendukung pertumbuhan jangka panjang.