Indointernet (EDGE) siap go private, tawarkan harga tender Rp 11.500 per saham

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Indointernet Tbk (EDGE), yang dikenal luas sebagai Indonet, tengah bersiap untuk melakukan perubahan signifikan dengan mengubah statusnya dari perusahaan terbuka menjadi tertutup, atau yang lazim disebut go private. Inisiatif besar ini akan diwujudkan melalui skema penawaran tender sukarela yang diajukan oleh pemegang saham pengendali, Digital Edge (Hong Kong) Ltd.

Dalam rilis keterbukaan informasi yang diterbitkan, harga penawaran tender telah ditetapkan secara menarik sebesar Rp 11.500 per saham. Angka ini merefleksikan sebuah premi yang sangat substansial, mencapai 141,2% di atas rata-rata harga tertinggi perdagangan harian saham EDGE selama 90 hari terakhir di Bursa Efek Indonesia (BEI), yang berada di level Rp 4.768 per saham. Premi signifikan ini diharapkan dapat memberikan nilai tambah yang menarik bagi para pemegang saham publik.

Aksi korporasi strategis ini akan dimintakan persetujuan resmi dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada 22 April 2026. Hanya pemegang saham yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham per tanggal 30 Maret 2026 yang memiliki hak untuk hadir dan memberikan suara dalam RUPSLB krusial tersebut.

Manajemen Indonet menjelaskan bahwa keputusan untuk melakukan go private didorong oleh pergeseran fokus strategi bisnis grup. Indonet kini lebih menitikberatkan pada integrasi operasional dan pengembangan ekosistem platform pusat data di tingkat regional. Dengan strategi baru ini, perseroan memandang bahwa pendanaan dari pasar modal tidak lagi menjadi kebutuhan utama. “Perseroan tidak lagi memerlukan pendanaan dari pasar modal dan belum memiliki rencana penggalangan dana dalam waktu dekat,” demikian keterangan manajemen dalam keterbukaan informasi di laman resmi BEI, seperti yang dikutip Kontan pada Senin (20/4/2026).

Selain perubahan strategi, faktor lain yang melandasi keputusan ini adalah terbatasnya likuiditas saham EDGE di pasar. Baik dari sisi frekuensi maupun volume perdagangan, saham Indonet dinilai kurang optimal. Kondisi ini menyebabkan fungsi pasar saham sebagai sarana likuiditas bagi investor publik menjadi kurang efektif.

Penawaran tender sukarela ini akan menargetkan akuisisi sebanyak-banyaknya 159,59 juta saham, yang setara dengan 7,90% dari total saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh oleh Indonet. Untuk mendukung aksi korporasi ini, Digital Edge (Hong Kong) Ltd. telah mengonfirmasi kesiapan dana yang seluruhnya bersumber dari kas internal perusahaan, menjamin kelancaran proses transaksi.

Manajemen Indonet secara tegas menyatakan bahwa langkah go private dan delisting sukarela merupakan pilihan terbaik yang dapat ditawarkan kepada pemegang saham publik. “Rencana go private dan delisting merupakan pilihan terbaik untuk kepentingan pemegang saham publik,” tulis Direksi dan Dewan Komisaris Indonet, menekankan komitmen mereka terhadap nilai pemegang saham.

Dari struktur kepemilikan, Digital Edge (Hong Kong) Ltd. saat ini telah menguasai 59,10% saham Indonet. Sementara itu, pemilik manfaat akhir (ultimate beneficial owner) dari perusahaan ini adalah Michael Dorrell.

Jika semua tahapan proses berjalan sesuai rencana, periode penawaran tender diperkirakan akan berlangsung mulai 19 Mei hingga 18 Juni 2026. Selanjutnya, target efektif delisting saham Indonet dari BEI ditetapkan pada 29 Agustus 2026. Sebagai penutup, manajemen juga memberikan jaminan bahwa tidak terdapat permasalahan hukum material yang sedang dihadapi oleh perseroan maupun seluruh jajaran Direksi dan Komisaris, menambah kepercayaan terhadap kelancaran aksi korporasi ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *