Direksi Bank Jatim Agresif Borong Saham BJTM: Analisis & Dampaknya

SURABAYA – Jajaran direksi PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) menunjukkan optimisme tinggi terhadap performa dan prospek perusahaan dengan melakukan aksi pembelian saham. Langkah ini merupakan wujud nyata dari sense of belonging dan kepercayaan manajemen terhadap fundamental yang kuat serta potensi bisnis Bank Jatim di masa depan.

Aksi borong saham ini dipimpin langsung oleh Direktur Utama Bank Jatim, Winardi Legowo, yang tercatat membeli 500.000 lembar saham. Tak ketinggalan, Wakil Direktur Utama Bank Jatim, R. Arief Wicaksono, juga menambah kepemilikan sahamnya sebanyak 860.000 lembar, sehingga total kepemilikannya kini mencapai 2.718.600 lembar saham.

Semangat yang sama juga ditunjukkan oleh Direktur Menengah, Korporasi, dan Kelembagaan Bank Jatim, Arif Suhirman. Arif menambah kepemilikan sahamnya sebanyak 1.687.500 lembar. Rinciannya, 847.500 saham dibeli pada harga Rp590, dan 840.000 saham dibeli pada harga Rp585. Dengan penambahan ini, total kepemilikan saham Arif Suhirman menjadi 5.335.000 lembar.

Baca Juga: Bank Jatim (BJTM) Catat Transaksi Digital Rp65,77 Triliun Sepanjang 2025

Direktur Kepatuhan Bank Jatim, Umi Rodiyah, turut serta dalam aksi korporasi ini dengan membeli 1.032.000 lembar saham pada harga Rp580. Kini, Umi Rodiyah memiliki total 2.170.300 lembar saham. Sementara itu, Direktur TI, Digital, dan Operasi Bank Jatim, Wiweko Probojakti, membeli 110.000 saham pada harga Rp580. Direktur Ritel dan Syariah Bank Jatim, Tonny Prasetyo, juga melakukan pembelian sebanyak 103.000 lembar saham pada harga yang sama.

Winardi Legowo menjelaskan bahwa aksi pembelian saham oleh para direksi ini mencerminkan keyakinan kuat manajemen terhadap pertumbuhan bisnis Bank Jatim yang berkelanjutan.

Baca Juga: Bank Jatim (BJTM) Putuskan Bagi Dividen Rp850 Miliar

Lebih lanjut, Winardi menambahkan bahwa langkah ini juga mengirimkan sinyal positif kepada para investor. Manajemen Bank Jatim memiliki kepercayaan penuh terhadap kinerja perusahaan, penerapan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance), serta potensi peningkatan nilai perusahaan dalam jangka panjang.

“Sebagai bank pembangunan daerah yang terus berkembang dan bertransformasi, Bank Jatim berkomitmen untuk terus memperkuat fundamental bisnis, meningkatkan kualitas layanan kepada nasabah, serta memberikan nilai tambah bagi seluruh pemegang saham dan pemangku kepentingan,” pungkas Winardi, seperti dikutip pada Rabu (20/5/2026).

Baca Juga: Bank Jatim (BJTM) Raup Laba Bersih Rp661,22 Miliar per Kuartal I/2026

Ringkasan

Jajaran direksi Bank Jatim menunjukkan optimisme dengan melakukan pembelian saham BJTM. Aksi ini dipimpin oleh Direktur Utama Winardi Legowo dan diikuti oleh wakil direktur utama serta direktur lainnya. Pembelian saham ini dianggap sebagai wujud kepercayaan manajemen terhadap fundamental yang kuat dan potensi bisnis Bank Jatim.

Direktur Utama Bank Jatim, Winardi Legowo, menjelaskan bahwa pembelian saham ini mencerminkan keyakinan kuat terhadap pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Langkah ini juga sebagai sinyal positif kepada investor tentang kinerja perusahaan dan potensi peningkatan nilai perusahaan dalam jangka panjang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *