Shoesmart.co.id JAKARTA. Industri pariwisata turut merasakan dampak dari konflik di Timur Tengah, yang menyebabkan penurunan jumlah wisatawan. Hal ini menjadi perhatian PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA).
Meskipun demikian, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat adanya peningkatan kunjungan dan perjalanan wisatawan di Indonesia secara keseluruhan pada kuartal I-2026.
Data BPS menunjukkan bahwa total kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) mencapai 3,44 juta pada periode Januari–Maret 2026, meningkat 8,62% secara tahunan (year-on-year/yoy). Sementara itu, perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) melonjak 13,14% yoy menjadi 319,51 juta perjalanan pada periode yang sama.
Pendapatan Stagnan dan Beban yang Membengkak Menekan Laba Ancol (PJAA) di Kuartal I-2026
Sebagai salah satu destinasi wisata utama di Jakarta, PJAA mengalami penurunan jumlah pengunjung. Daniel Windriatmoko, Manager Corporate Communication PJAA, mengungkapkan bahwa jumlah pengunjung Ancol berkurang 14% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Penurunan ini, menurut Daniel, dipengaruhi oleh kondisi makroekonomi global, terutama akibat konflik Timur Tengah. Ketegangan geopolitik berdampak pada daya beli masyarakat, yang kemudian membuat mereka lebih selektif dalam pengeluaran untuk rekreasi atau waktu luang (leisure).
Selain itu, faktor musiman dan cuaca juga turut memengaruhi kinerja perusahaan. “Periode Ramadan yang merupakan low season, serta curah hujan tinggi di awal tahun, membuat masyarakat cenderung menunda atau mengalihkan aktivitas rekreasi,” jelas Daniel kepada Kontan, Selasa (5/5/2026).
Namun, Ancol optimis kunjungan pada kuartal II-2026 akan meningkat, didorong oleh momentum libur sekolah, periode long weekend, dan kondisi cuaca yang lebih bersahabat dibandingkan awal tahun.
Rekomendasi Saham Ancol (PJAA): Trading Buy Meski Merugi di Kuartal I-2026
Untuk mengoptimalkan jumlah pengunjung, Ancol telah menyiapkan sejumlah strategi, termasuk menghadirkan berbagai acara tematik dan hiburan, program promosi, serta memperkuat kerja sama dengan mitra rombongan, agen perjalanan daerah, dan Online Travel Agent (OTA) untuk menjangkau wisatawan mancanegara. Sejalan dengan upaya ini, Ancol juga terus mengoptimalkan kanal/platform penjualan digital.
Pada tahun ini, Ancol akan fokus pada pengembangan destinasi dan fasilitas, seperti wisata religi melalui Masjid Apung dan pembangunan social club & wellness center yang dilengkapi fasilitas olahraga padel. Selain itu, Ancol juga mengoptimalkan pengembangan hunian SOHO di kawasan Tugu Permai yang menargetkan generasi muda, serta meningkatkan konektivitas kawasan melalui ekstensi JPO Ancol dan akses menuju JIS. “Tujuan dari semua ini adalah untuk meningkatkan kenyamanan dan aksesibilitas pengunjung,” kata Daniel.
Kantongi Restu Pemegang Saham, Pembangunan Jaya Ancol (PJAA) Angkat Dirut Baru
Oleh karena itu, Ancol tetap menargetkan kinerja kunjungan yang terjaga pada kuartal II-2026. PJAA optimis bahwa pemasaran yang lebih agresif, penguatan atraksi dan event, serta momentum musiman akan mendorong peningkatan trafik pengunjung ke kawasan Ancol.
Ringkasan
PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) mengalami penurunan jumlah pengunjung sebesar 14% pada kuartal I-2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan ini disebabkan oleh kondisi makroekonomi global, terutama dampak konflik Timur Tengah yang memengaruhi daya beli masyarakat, serta faktor musiman seperti bulan Ramadan dan curah hujan tinggi.
Untuk mengatasi penurunan ini, Ancol menerapkan strategi seperti menghadirkan acara tematik dan promosi, memperkuat kerja sama dengan mitra, serta mengoptimalkan kanal penjualan digital. Selain itu, Ancol fokus pada pengembangan destinasi dan fasilitas baru seperti wisata religi, social club & wellness center, hunian SOHO, dan peningkatan konektivitas kawasan untuk meningkatkan kenyamanan dan aksesibilitas pengunjung.