Shoesmart.co.id JAKARTA. Kabar terbaru datang dari PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN), emiten media dan hiburan milik konglomerat Hary Tanoesoedibjo. Perusahaan ini berencana untuk menggabungkan dua platform streaming andalannya, RCTI+ dan Vision+.
Menurut Direktur Utama MNC Digital Entertainment, Angela Herliani Tanoesoedibjo, keputusan ini didasari pertimbangan efisiensi biaya dan optimalisasi pendapatan. “Setelah mempertimbangkan berbagai aspek, kami melihat bahwa penggabungan RCTI+ dan Vision+ adalah langkah yang tepat. Saat ini, kami sedang menyusun perencanaan yang matang untuk mewujudkan sinergi ini,” ungkapnya dalam paparan publik insidentil, Kamis (16/4). Tujuan utama dari penggabungan ini adalah untuk memaksimalkan operasional dan meningkatkan monetisasi secara keseluruhan.
Langkah strategis ini diharapkan dapat memberikan pengalaman yang lebih baik bagi pengguna layanan Over The Top (OTT). Dengan pengalaman pengguna yang ditingkatkan, MSIN berharap dapat meningkatkan potensi upselling, yang pada akhirnya akan berdampak positif pada pendapatan perusahaan.
Sebagai informasi, MSIN memiliki tiga pilar bisnis utama yang menjadi fokus pengembangan. Pilar pertama adalah konten & Intellectual Property (IP). Pilar kedua adalah Multi-Channel Network (MCN) & agensi. Dan yang ketiga, yang menjadi sorotan saat ini, adalah Over The Top (OTT) Streaming Service.
Di ranah OTT Streaming Service, MSIN memiliki tiga platform yang masing-masing menawarkan model bisnis yang berbeda. RCTI+ hadir sebagai platform Advertising-based Video on Demand (AVOD), yang mengandalkan iklan sebagai sumber pendapatan utama. Vision+ menawarkan model Subscription Video on Demand (SVOD), di mana pengguna membayar biaya berlangganan untuk mengakses konten premium. Sementara itu, V+Short hadir sebagai platform Hybrid Micro Drama, yang menggabungkan elemen AVOD dan SVOD.
Secara kumulatif, ketiga platform ini memiliki jumlah pengguna aktif bulanan (Monthly Active Users atau MAU) yang mencapai 110 juta. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4,9 juta merupakan pelanggan berbayar. Angka ini menunjukkan potensi besar yang dimiliki oleh lini bisnis OTT Streaming Service milik MSIN.
“Monetisasi kami tidak hanya bergantung pada satu kanal saja. Diversifikasi pendapatan ini sangat penting karena memberikan stabilitas dan meningkatkan nilai ekonomis dari setiap IP yang kami miliki,” pungkas Angela, menekankan pentingnya strategi diversifikasi yang diterapkan oleh perusahaan.
Ringkasan
PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) berencana menggabungkan dua platform streaming-nya, RCTI+ dan Vision+, untuk efisiensi biaya dan optimalisasi pendapatan. Penggabungan ini bertujuan memaksimalkan operasional dan meningkatkan monetisasi, sehingga memberikan pengalaman yang lebih baik bagi pengguna layanan Over The Top (OTT).
MSIN, yang memiliki tiga pilar bisnis utama termasuk OTT Streaming Service, berharap langkah ini akan meningkatkan potensi upselling dan pendapatan perusahaan. Saat ini, ketiga platform OTT MSIN memiliki 110 juta pengguna aktif bulanan, dengan 4,9 juta pelanggan berbayar, menunjukkan potensi besar lini bisnis ini.