IPO SpaceX: Alphabet Berpotensi Raup Untung 100 Miliar Dolar AS!

Shoesmart.co.id – Kabar rencana penawaran saham perdana (IPO) SpaceX semakin mengukuhkan bahwa pusat gravitasi ekonomi global kini bergeser ke sektor antariksa. Di tengah potensi IPO yang digadang-gadang sebagai yang terbesar dalam sejarah, Alphabet Inc., perusahaan induk Google, tampil sebagai salah satu pihak yang paling diuntungkan berkat investasi cerdas yang dilakukan di awal perjalanan SpaceX.

Alphabet Inc. diperkirakan berpotensi meraup keuntungan fantastis, mencapai sekitar 100 miliar dolar AS atau setara dengan Rp 1.715 triliun (dengan kurs Rp 17.150 per dolar AS). Angka ini mencerminkan lonjakan nilai yang luar biasa dari investasi awal yang ditanamkan satu dekade silam. Hal ini sekaligus menjadi bukti bahwa taruhan jangka panjang di sektor teknologi tinggi dapat membuahkan imbal hasil yang eksponensial, bahkan mengubah peta kekayaan global.

Menurut laporan Bloomberg, berdasarkan pengajuan terbaru SpaceX di Alaska, Google memegang 6,11 persen saham hingga akhir 2025. Dengan valuasi yang ditargetkan mencapai 2 triliun dolar AS pada saat IPO, kepemilikan tersebut bernilai sekitar 122 miliar dolar AS. Namun, setelah merger dengan xAI, perusahaan kecerdasan buatan milik Elon Musk, kepemilikan saham Google diperkirakan akan sedikit terdilusi menjadi sekitar 5 persen.

SpaceX Elon Musk Ajukan IPO Raksasa, Berpotensi Jadi Penawaran Terbesar dan Ciptakan Kekayaan Generasi

Meskipun terdilusi, nilai kepemilikan Alphabet tetap sangat signifikan, diperkirakan mencapai 100 miliar dolar AS. Bloomberg juga menyoroti bahwa detail pasti mengenai besaran kepemilikan ini sebelumnya tidak pernah diungkapkan secara rinci kepada publik. Pengungkapan terbaru ini memberikan kejelasan mengenai skala potensi keuntungan besar yang akan direalisasikan oleh Alphabet.

IPO SpaceX sendiri diproyeksikan akan mencetak rekor global, dengan potensi penghimpunan dana mencapai 75 miliar dolar AS. Apabila target valuasi 2 triliun dolar AS tercapai, bahkan kepemilikan kecil, misalnya 0,05 persen, dapat “mengubah seseorang menjadi miliarder dalam semalam,” demikian perhitungan dari Bloomberg. Sebuah prospek yang tentunya sangat menggiurkan.

Analis senior PitchBook, Franco Granda, menilai momentum ini sebagai sebuah titik balik penting bagi para investor. “Investor yang masuk pada tahun 2021 akan mendapatkan keuntungan yang mengubah hidup, bahkan mendefinisikan karier mereka,” ujarnya, menggambarkan betapa signifikannya dampak finansial dari IPO ini.

“Bahkan jika investor melewatkan kesempatan berinvestasi di SpaceX pada dekade 2010-an, selama mereka sempat masuk sebelum tahun 2021, kemungkinan imbal hasil yang didapatkan bisa mencapai 20 kali lipat,” lanjut Granda, menekankan potensi keuntungan yang luar biasa.

Untuk memahami besarnya potensi imbal hasil tersebut, penting untuk menilik kembali perjalanan awal perusahaan. SpaceX didirikan pada tahun 2002 dan berhasil mencapai status unicorn hanya dalam waktu delapan tahun, sebuah pencapaian yang terbilang sangat cepat untuk perusahaan di sektor teknologi roket yang kompleks. Google LLC sendiri pertama kali berinvestasi pada tahun 2015, melalui pendanaan sebesar 1 miliar dolar AS bersama dengan Fidelity, ketika valuasi perusahaan masih berkisar di angka 10 miliar dolar AS.

Seiring berjalannya waktu, kepemilikan para investor awal mengalami penurunan akibat dilusi saham dan transaksi sekunder. Pada tahun 2020, Google tercatat memiliki 7,64 persen saham, sementara Elon Musk menguasai 47,11 persen. Saat ini, Musk diperkirakan masih memegang sekitar 40 persen saham, yang berpotensi menjadikannya triliuner pertama di dunia apabila IPO SpaceX berjalan sesuai rencana.

Selain investor, lonjakan valuasi SpaceX juga akan berdampak signifikan pada eksekutif dan karyawan lama perusahaan. Namun, Granda mengingatkan adanya potensi konsekuensi struktural yang perlu diantisipasi. “Salah satu pertanyaan terbesar adalah apa yang terjadi pada manajemen menengah, karena setelah IPO mereka mungkin tidak lagi perlu bekerja untuk menopang hidup,” ujarnya, menyoroti potensi perubahan motivasi kerja setelah IPO.

Di sisi lain, Alphabet telah mulai mencatat dampak finansial positif dari investasinya di SpaceX. Pada kuartal pertama tahun 2025, perusahaan melaporkan tambahan laba sebesar 8 miliar dolar AS dari kepemilikan di perusahaan privat yang diyakini terkait dengan SpaceX. Sepanjang tahun 2024, keuntungan dari sekuritas ekuitas mencapai 24,1 miliar dolar AS, yang sebagian besar berasal dari investasi di perusahaan antariksa tersebut.

Dengan target IPO yang ditetapkan pada bulan Juni mendatang, SpaceX tidak hanya membuka peluang rekor baru di pasar modal global, tetapi juga menandai babak lanjutan dalam kompetisi teknologi tingkat tinggi. Di arena ini, antariksa, kecerdasan buatan, dan modal besar bertemu sebagai fondasi baru bagi pembentukan kekayaan dunia. Sebuah era baru di mana batas-batas inovasi terus didorong.

Ambisi 1 Juta Satelit Elon Musk dan Celah Regulasi AS: Mega-Konstelasi SpaceX Terancam Lolos Tanpa Uji Dampak Lingkungan

Ringkasan

Rencana IPO SpaceX berpotensi memberikan keuntungan besar bagi Alphabet Inc., perusahaan induk Google. Investasi awal Alphabet di SpaceX diperkirakan akan menghasilkan keuntungan sekitar 100 miliar dolar AS, yang menunjukkan keberhasilan investasi jangka panjang di sektor teknologi tinggi.

Kepemilikan saham Google di SpaceX diperkirakan terdilusi setelah merger dengan xAI, namun tetap bernilai signifikan. IPO SpaceX sendiri diproyeksikan akan mencetak rekor global, dengan potensi penghimpunan dana mencapai 75 miliar dolar AS dan valuasi perusahaan mencapai 2 triliun dolar AS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *