Bank Indonesia (BI) kembali mengukir capaian gemilang dalam pengembangan sistem pembayaran digital, QR Indonesia Standard (QRIS). Terobosan terbaru meliputi perluasan jangkauan QRIS hingga ke China dan Korea Selatan, menandai langkah ambisius BI dalam konektivitas pembayaran lintas negara yang semakin terintegrasi.
Dalam seremoni peluncuran Bulan Fintech Nasional (BFN) 2025 di Wisma Danantara pada Selasa (11/11/2025), Deputi Gubernur BI, Filianingsih Hendarta, sempat memecah suasana dengan candaan ringan mengenai penyebutan “QRIS” yang tepat. “Kita lihat ada QRIS, QRIS ya Ibu, Bapak, ini orang tua (BI) yang melahirkan, QRIS namanya, bukan KIRIS atau KYURIS,” ujar Filianingsih, disambut gelak tawa dan tepuk tangan meriah dari para tamu undangan. Candaan tersebut menjadi pengantar sebelum ia menyampaikan pencapaian terkini dari inovasi kebanggaan bangsa ini.
Filianingsih lantas melanjutkan paparannya, menegaskan bahwa BI sama sekali tidak “jago kandang” dalam implementasi QRIS. Buktinya, sistem pembayaran berbasis kode QR ini tidak hanya berjaya di tanah air, melainkan telah merambah ke berbagai negara lain. Saat ini, QRIS telah dapat digunakan di Malaysia, Singapura, Thailand, dan Jepang. Ke depan, jangkauan ini akan semakin luas. “Ini juga akan hopefully akhir tahun kita sudah bisa menggunakan QRIS kita di Tiongkok dan ini dua sisi, jadi kita ke Tiongkok dan Tiongkok ke kita,” jelas Filianingsih, merujuk pada integrasi pembayaran dua arah dengan China. Sementara itu, Korea Selatan juga ditargetkan akan menyusul, “hopefully tahun depan sebelum pertengahan mungkin kita sudah bisa masuk ke sana,” tambahnya, menggarisbawahi komitmen BI untuk memperluas konektivitas pembayaran digital global.
Lebih dari sekadar ekspansi geografis, QRIS sejak pertama kali diterbitkan pada tahun 2019 telah membukukan capaian fenomenal yang berdampak signifikan pada peningkatan inklusi keuangan di Indonesia. Filianingsih memaparkan bahwa hingga September 2025, volume transaksi QRIS telah mencapai angka impresif 10,33 miliar transaksi. Angka ini melampaui 158 persen dari target yang ditetapkan, sekaligus menjangkau 58 juta pengguna dan melibatkan 41 juta merchant atau pedagang di seluruh Indonesia.
Sungguh membanggakan, mayoritas atau lebih dari 90 persen dari jumlah merchant tersebut merupakan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). “Capaian ini juga mendorong rasio inklusi keuangan yang menurut Susenas itu menyentuh 75,02 persen,” imbuh Filianingsih, menegaskan kontribusi besar QRIS bagi perekonomian nasional dan pemberdayaan UMKM.
Sebelumnya, Jepang menjadi negara teranyar yang mengadopsi QRIS, tepat pada momen spesial Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, 17 Agustus 2025. Negeri Matahari Terbit ini menjadi negara keempat yang menjalin kerja sama penggunaan QRIS, menyusul Thailand, Malaysia, dan Singapura. Pada fase awal implementasinya, pengguna aplikasi pembayaran domestik di Indonesia kini dapat memanfaatkan QRIS di 35 merchant di Jepang. Kerja sama ini terjalin apik antara Payments Japan Association (PJA) dan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI). Bank Indonesia pun menargetkan peningkatan jumlah merchant agar wisatawan Indonesia semakin nyaman bertransaksi selama berlibur di Jepang.
Tidak berhenti di satu arah, inisiatif ini bersifat timbal balik. Wisatawan asal Jepang juga akan merasakan kemudahan bertransaksi di Indonesia hanya dengan memindai kode QRIS menggunakan aplikasi pembayaran dari negara mereka. Langkah strategis ini adalah bagian integral dari upaya berkelanjutan Bank Indonesia untuk memperluas konektivitas sistem pembayaran antarnegara, sekaligus mendukung sektor pariwisata dan pertumbuhan ekonomi digital di kawasan.
Ringkasan
Bank Indonesia (BI) terus mengembangkan QRIS dengan memperluas jangkauannya ke China dan Korea Selatan, setelah sebelumnya berhasil diimplementasikan di Malaysia, Singapura, Thailand, dan Jepang. Integrasi dengan China diharapkan selesai pada akhir tahun, memungkinkan transaksi dua arah antara kedua negara, sementara Korea Selatan ditargetkan menyusul pada pertengahan tahun depan.
Sejak diluncurkan pada 2019, QRIS telah mencapai 10,33 miliar transaksi hingga September 2025, melampaui target yang ditetapkan. Sistem pembayaran ini telah menjangkau 58 juta pengguna dan 41 juta merchant, di mana lebih dari 90% merupakan UMKM, berkontribusi signifikan terhadap inklusi keuangan dan perekonomian nasional.