IHSG Menguat Terbatas 8 Mei? Cek Rekomendasi Saham Pilihan!

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan melanjutkan tren positifnya, meskipun dengan penguatan yang terbatas. Pada perdagangan Jumat, 8 Mei 2026, IHSG diproyeksikan menguji area resisten, didorong oleh sentimen positif dari pasar global dan pergerakan harga komoditas.

Pada penutupan perdagangan hari Kamis, 7 Mei 2026, IHSG berhasil mencatatkan kenaikan sebesar 1,15%, berakhir di level 7.174,32. Kinerja positif ini, menurut Head of Retail Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, terutama ditopang oleh kenaikan harga saham-saham perbankan dengan kapitalisasi besar (big caps).

“IHSG ditutup menguat karena didorong oleh penguatan emiten perbankan big caps. Selain itu, sentimen positif dari global dan regional Asia juga turut memberikan andil,” ungkap Herditya kepada Kontan, Kamis (7/5/2026).

Optimisme pasar terhadap potensi meredanya konflik di Timur Tengah menjadi katalis penting lainnya. Herditya menjelaskan bahwa ekspektasi penyelesaian konflik ini, yang berpotensi mengakhiri krisis energi global, serta koreksi harga minyak mentah dan penguatan harga emas, semuanya berkontribusi positif terhadap pergerakan IHSG. Sentimen positif juga datang dari penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

Untuk perdagangan hari ini, Jumat (8/5/2026), Herditya memperkirakan IHSG masih berpotensi untuk menguat, namun dengan ruang gerak yang terbatas. “Kami memperkirakan IHSG berpeluang menguat terbatas dengan support di 7.115 dan resistance di 7.230,” imbuhnya. Pelaku pasar, menurutnya, akan terus mencermati perkembangan geopolitik di Timur Tengah dan juga menantikan rilis data cadangan devisa Indonesia.

Herditya merekomendasikan beberapa saham yang menarik untuk diperhatikan, yaitu ICBP (di kisaran Rp7.275-Rp7.400), NCKL (Rp1.120-Rp1.190), dan PGAS (Rp1.970-Rp2.070).

Sementara itu, Senior Market Chartist Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, berpendapat bahwa pasar saat ini masih berada dalam fase konsolidasi dengan kecenderungan untuk menguat. “Bullish consolidation masih terjadi, meskipun ada potensi tekanan profit taking menjelang akhir pekan,” ujarnya.

Nafan menambahkan bahwa pelaku pasar global saat ini sedang menanti rilis beberapa data ekonomi penting dari Amerika Serikat. Data-data tersebut meliputi JOLTS (Job Openings and Labor Turnover Survey), ISM (Institute for Supply Management Index), serta Non-Farm Payroll. Data-data ini akan menjadi indikator penting untuk mengukur arah kebijakan suku bunga The Fed ke depannya.

Menurut Nafan, sentimen eksternal tersebut akan menjadi faktor penentu arah pergerakan IHSG dalam jangka pendek. Untuk perdagangan Jumat (8/5/2026), ia memproyeksikan IHSG akan bergerak dengan level support di 7.119 dan 7.014, serta level resistance di 7.244 dan 7.346.

Ia menyarankan agar investor tetap waspada dan mencermati dinamika global, serta disiplin dalam menerapkan strategi perdagangan di tengah potensi volatilitas pasar.

Ringkasan

IHSG diperkirakan akan melanjutkan penguatan terbatas pada tanggal 8 Mei 2026, didorong oleh sentimen positif dari pasar global, pergerakan harga komoditas, dan ekspektasi meredanya konflik di Timur Tengah. Pada penutupan perdagangan sebelumnya, IHSG naik 1,15% didukung oleh kenaikan saham perbankan dengan kapitalisasi besar.

Analis merekomendasikan untuk mencermati saham ICBP, NCKL, dan PGAS. Pasar saat ini berada dalam fase konsolidasi dengan kecenderungan menguat, namun pelaku pasar perlu mewaspadai potensi profit taking dan rilis data ekonomi penting dari Amerika Serikat yang akan mempengaruhi arah kebijakan suku bunga The Fed.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *