KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pasar aset kripto masih menunjukkan volatilitas yang tinggi di tengah gejolak geopolitik Timur Tengah. Pergerakan harga yang fluktuatif ini menjadi perhatian para investor.
Data dari coinmarketcap.com menunjukkan bahwa dalam 24 jam terakhir, hingga Kamis (12/3) pukul 12.01 WIB, Bitcoin mengalami penurunan sebesar 1,15% dan berada di level US$ 69.345. Sementara itu, Ethereum juga terkoreksi sebesar 0,81% menjadi US$2.022, dan Solana turun lebih dalam dengan penurunan 1,90% ke US$ 85,09.
Antony Kusuma, Vice President Indodax, membenarkan bahwa pasar kripto memang tengah mengalami fluktuasi harga sejak awal tahun. Menurutnya, pasar saat ini cenderung berada dalam fase penyesuaian, sambil menunggu katalis positif yang dapat memicu pergerakan signifikan.
“Melihat kondisi pasar saat ini, kami memperkirakan Bitcoin, Ethereum, dan Solana masih akan bergerak dalam fase konsolidasi dengan volatilitas yang tetap tinggi pada Kuartal II 2026,” jelas Antony kepada Kontan pada Kamis (12/3/2026).
Lebih lanjut, Antony menjelaskan bahwa Ethereum dan Solana cenderung mengikuti dinamika pergerakan Bitcoin sebagai pemimpin pasar kripto. Namun, kedua aset digital ini tetap memiliki potensi pertumbuhan yang menarik seiring dengan perkembangan fundamental ekosistemnya masing-masing.
Pergerakan harga Ethereum, kata Antony, banyak dipengaruhi oleh perkembangan pesat di sektor DeFi (Decentralized Finance), adopsi solusi layer-2 yang menawarkan transaksi lebih cepat dan murah, serta peningkatan aktivitas jaringan secara keseluruhan.
“Sementara itu, Solana banyak dipengaruhi oleh pertumbuhan ekosistem aplikasi, aktivitas developer, serta pemanfaatan jaringannya dalam berbagai aplikasi Web3,” imbuh Antony.
Sentimen positif bagi pasar kripto bisa datang dari meredanya ketegangan geopolitik global. Jika hal ini terjadi, minat investor terhadap aset-aset berisiko, termasuk kripto, berpotensi kembali meningkat dan memberikan dorongan positif bagi pergerakan pasar.
Namun, ada juga proyeksi yang lebih konservatif. Christopher Tahir, Co-founder CryptoWatch dan Pengelola Channel Duit Pintar, memprediksi target harga aset kripto pada kuartal II, dengan Bitcoin di US$ 60.000 dan Ethereum di US$ 1.800.
Ringkasan
Pasar aset kripto saat ini menunjukkan volatilitas tinggi di tengah gejolak geopolitik, yang menjadi perhatian investor. Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin, Ethereum, dan Solana mengalami penurunan. Pasar kripto diperkirakan berada dalam fase penyesuaian dan konsolidasi dengan volatilitas tinggi pada Kuartal II 2026.
Pergerakan Ethereum dipengaruhi oleh perkembangan DeFi dan solusi layer-2, sedangkan Solana dipengaruhi oleh pertumbuhan ekosistem aplikasi Web3. Meredanya ketegangan geopolitik bisa menjadi sentimen positif, tetapi proyeksi konservatif menargetkan harga Bitcoin di US$ 60.000 dan Ethereum di US$ 1.800 pada Kuartal II.