DSSA Keluar dari FTSE Large Cap: Dampaknya ke Investor?

Shoesmart.co.id JAKARTA. FTSE Russell baru saja mengumumkan hasil tinjauan kuartalan (quarterly review) untuk periode Mei 2026. Rebalancing portofolio akan dilakukan pada 19 Juni 2026, dan perubahan ini akan berlaku efektif mulai 22 Juni 2026.

Dalam pengumuman tersebut, terungkap bahwa FTSE Russell, yang merupakan anak perusahaan London Stock Exchange Group (LSEG), mengeluarkan saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) dari kelompok indeks FTSE Large Cap.

Tidak hanya itu, tiga emiten lainnya juga terkena dampak dari tinjauan ini. FTSE Russell mendepak saham PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ), PT Hillcon Tbk (HILL), dan PT Mulia Industrindo Tbk (MLIA) dari indeks micro cap.

Daftar Harga Emas Antam Hari Ini (23/5): Turun Rp 15.000 Jadi Rp 2.773.000 Per Gram

Lantas, apa yang menjadi penyebab perubahan signifikan ini? Hasil penilaian FTSE Russell menunjukkan bahwa saham DSSA mayoritas dikuasai oleh segelintir pemegang saham, sehingga dikategorikan sebagai high shareholding concentration (HSC). Kondisi ini memicu penghapusan saham DSSA dari indeks.

Sementara itu, DAAZ harus rela terdepak karena tidak memenuhi persyaratan minimum free float requirement. Artinya, jumlah saham beredar yang dimiliki publik dan bebas diperjualbelikan di pasar tidak mencukupi.

Nasib serupa juga dialami oleh HILL dan MLIA. Kedua emiten ini masuk dalam daftar pengawasan atau pemantauan khusus oleh otoritas bursa Indonesia. Indikasi adanya aktivitas perdagangan yang tidak wajar menjadi alasan utama FTSE Russell mengeluarkan kedua saham tersebut dari indeks micro cap.

Ringkasan

FTSE Russell mengeluarkan saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) dari kelompok indeks FTSE Large Cap karena dikategorikan sebagai high shareholding concentration. Selain DSSA, FTSE Russell juga mengeluarkan saham PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ), PT Hillcon Tbk (HILL), dan PT Mulia Industrindo Tbk (MLIA) dari indeks micro cap.

DAAZ dikeluarkan karena tidak memenuhi persyaratan minimum free float requirement. Sementara itu, HILL dan MLIA dikeluarkan karena masuk dalam daftar pengawasan bursa akibat indikasi aktivitas perdagangan yang tidak wajar. Rebalancing portofolio akan dilakukan pada 19 Juni 2026 dan efektif berlaku mulai 22 Juni 2026.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *