WFH Sehari Usai Lebaran: Untung atau Rugi? Ini Kata Purbaya!

Pemerintah sedang mempertimbangkan kebijakan kerja fleksibel atau work from home (WFH) selama satu hari dalam seminggu. Langkah ini diambil sebagai upaya menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) secara nasional. Proyeksi awal menunjukkan bahwa kebijakan WFH ini berpotensi mengurangi konsumsi BBM hingga sekitar 20 persen.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan bahwa angka estimasi tersebut merupakan hasil perhitungan kasar yang dilakukan secara internal oleh pemerintah. “Ada hitungan kasar sekali, kira-kira (penghematan) seperlimanya, sekitar 20 persen,” ungkapnya usai melaksanakan salat Id di Masjid Salahuddin, kantor Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta, Sabtu (21/3).

Meskipun potensi penghematan BBM bisa lebih besar jika WFH diterapkan lebih dari satu hari, pemerintah memilih untuk tidak melakukannya. Alasannya, terdapat kekhawatiran akan penurunan efektivitas kerja jika WFH dilakukan terlalu sering.

“Kalau terus-terusan WFH, nanti tidak kerja-kerja. Ada hal-hal yang tidak bisa dikerjakan dengan baik dari rumah,” tegas Purbaya Yudhi Sadewa. Ia juga menyoroti potensi penyalahgunaan fleksibilitas kerja, seperti kesulitan menghubungi pekerja saat WFH. Namun, di sisi lain, kebijakan ini diharapkan dapat mendorong aktivitas ekonomi masyarakat, termasuk sektor pariwisata.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menambahkan bahwa kebijakan WFH ini akan diterapkan satu hari dalam lima hari kerja dan akan menyasar aparatur sipil negara (ASN) serta sektor swasta. Pengecualian akan diberikan pada sektor layanan publik yang harus tetap beroperasi secara penuh.

“WFH akan didetailkan, tetapi sesudah Lebaran kita akan melakukan. Satu hari saja,” jelas Airlangga Hartarto.

Airlangga juga mengungkapkan bahwa Presiden terpilih Prabowo Subianto memberikan respons positif terhadap rencana penerapan WFH ini. Pemerintah akan berkoordinasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan dan Kementerian Dalam Negeri untuk mematangkan kebijakan tersebut. Dengan demikian, diharapkan kebijakan WFH satu hari ini dapat memberikan dampak positif bagi penghematan BBM dan peningkatan efisiensi kerja.

Ringkasan

Pemerintah mempertimbangkan kebijakan work from home (WFH) sehari seminggu untuk menekan konsumsi BBM nasional, dengan estimasi penghematan sekitar 20 persen. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan meskipun WFH berpotensi menghemat lebih banyak, pemerintah khawatir efektivitas kerja akan menurun jika dilakukan terlalu sering.

Kebijakan WFH ini akan menyasar ASN dan sektor swasta, kecuali layanan publik, dan akan didetailkan lebih lanjut setelah Lebaran. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menambahkan Presiden terpilih Prabowo Subianto memberikan respons positif, dan pemerintah akan berkoordinasi dengan kementerian terkait untuk mematangkan kebijakan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *