Wall Street Menguat! Saham Teknologi Bangkit, Data Ekonomi AS Dinanti

Shoesmart.co.id NEW YORK – Wall Street memulai perdagangan hari Selasa (10/2/2026) dengan nada optimis, ditandai oleh kenaikan tipis pada indeks-indeks utama. Pemulihan saham-saham teknologi menjadi pendorong utama, sementara para investor mencermati rilis data penjualan ritel yang menjadi pembuka dari serangkaian data ekonomi penting minggu ini.

Pada saat bel pembukaan berbunyi, Dow Jones Industrial Average mencatat kenaikan sebesar 57,6 poin, atau 0,11%, mencapai level 50193,49. Senada dengan Dow, indeks S&P 500 juga menguat sebesar 9,7 poin, atau 0,14%, ke level 6974,49. Nasdaq Composite pun tak ketinggalan, naik 32,6 poin, atau 0,14%, bertengger di posisi 23271,224.

Namun, data penjualan ritel AS memberikan kejutan. Penjualan dilaporkan stagnan pada bulan Desember, sebuah sinyal yang mengindikasikan potensi perlambatan pertumbuhan pengeluaran konsumen dan ekonomi secara keseluruhan menjelang tahun baru.

“Data penjualan ritel yang lebih rendah dari perkiraan inilah yang memicu pelemahan, menunjukkan bahwa ekonomi mungkin tidak sekuat yang diantisipasi selama kuartal keempat,” ujar Charlie Ripley, wakil presiden manajemen portofolio di Allianz Investment Management, memberikan komentarnya. Perlu diketahui, para ekonom yang disurvei oleh Reuters sebelumnya memperkirakan kenaikan sebesar 0,4%.

Sebelumnya, Dow Jones mencatatkan rekor penutupan tertinggi untuk kedua kalinya secara berturut-turut pada hari Senin. Sementara itu, indeks S&P 500 hanya terpaut beberapa poin dari rekor tertingginya yang dicapai pada bulan Januari.

Meskipun sempat terpukul oleh aksi jual saham teknologi pada minggu lalu, Nasdaq masih berada dalam jarak sekitar 3% dari rekor tertinggi sepanjang masa. Diversifikasi dari saham-saham teknologi yang tergolong mahal membantu sektor pasar yang undervalued, termasuk perusahaan-perusahaan kecil dan menengah, untuk unjuk gigi.

IHSG Melesat 1,24% ke 8.131, Intip Saham Net Buy Terbesar Asing, Selasa (10/2)

Minggu ini, perhatian pasar akan tertuju pada data nonfarm payroll yang sangat dinanti, diikuti oleh angka inflasi penting. Data-data ini berpotensi memengaruhi ekspektasi terhadap arah kebijakan moneter Federal Reserve AS (The Fed).

Kevin Hassett, penasihat ekonomi Gedung Putih, memberikan pandangannya pada hari Senin bahwa pertumbuhan lapangan kerja di AS mungkin akan melambat dalam beberapa bulan mendatang. Hal ini disebabkan oleh pertumbuhan angkatan kerja yang lebih lambat dan peningkatan produktivitas.

“Komentar Hassett bertujuan untuk menyesuaikan ekspektasi tentang seperti apa pertumbuhan lapangan kerja ‘normal’ seiring dengan melambatnya pertumbuhan penduduk dan meningkatnya produktivitas,” jelas Miles Sampson, wakil presiden dan kepala riset alokasi aset di Franklin Templeton Investment Solutions.

Saat ini, pasar memperkirakan bahwa bank sentral akan mempertahankan suku bunga stabil hingga bulan Juni. Pada saat itu, Kevin Warsh, calon ketua The Fed pilihan Presiden Donald Trump, berpotensi untuk mengambil alih jabatan, tentunya setelah mendapatkan konfirmasi dari Senat AS.

Dua pembuat kebijakan Federal Reserve, Beth Hammack dan Lorie Logan, dijadwalkan untuk memberikan pidato pada hari ini.

Wall Street Reli: Indeks S&P 500 dan Nasdaq Ditopang Sektor Teknologi yang Bangkit

Selain data ekonomi, pendapatan perusahaan juga terus menjadi fokus utama para investor.

Saham Spotify mengalami lonjakan signifikan, naik 11,6% dalam perdagangan *pre market*. Kenaikan ini dipicu oleh proyeksi pendapatan kuartal pertama yang melampaui ekspektasi, didorong oleh pertumbuhan pengguna yang kuat dan kenaikan harga.

Di sisi lain, saham Coca-Cola mengalami penurunan sebesar 3,7% setelah perusahaan tersebut gagal memenuhi ekspektasi Wall Street untuk pendapatan kuartal keempat.

Saham S&P Global juga mengalami penurunan tajam, anjlok sebesar 17,2% setelah memproyeksikan laba tahun 2026 di bawah perkiraan analis.

Perdagangan terkait kecerdasan buatan (AI) kembali menjadi sorotan. Proyeksi belanja modal yang membengkak dan kekhawatiran atas pengembalian yang terukur membebani sentimen investor. Ujian selanjutnya akan datang dari rilis hasil kinerja raksasa chip Nvidia pada akhir bulan ini.

UBS telah menurunkan peringkat sektor teknologi informasi S&P 500 menjadi “netral” dari sebelumnya “menarik.”

Saham-saham perangkat lunak menjadi yang paling terpukul oleh perubahan ekspektasi investor, terutama setelah penurunan tajam pada minggu lalu yang dipicu oleh kekhawatiran akan persaingan dari alat-alat AI.

Meskipun berhasil memulihkan sebagian kerugian dalam dua sesi sebelumnya, indeks perangkat lunak S&P 500 telah kehilangan 16% sejak awal tahun ini.

Ringkasan

Wall Street memulai perdagangan dengan optimisme, didorong oleh pemulihan saham teknologi. Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq Composite mencatatkan kenaikan pada pembukaan. Investor menantikan data ekonomi penting, dimulai dengan rilis data penjualan ritel AS yang ternyata stagnan di bulan Desember.

Selain data ekonomi, pendapatan perusahaan juga menjadi fokus. Saham Spotify melonjak karena proyeksi pendapatan yang kuat, sementara saham Coca-Cola dan S&P Global mengalami penurunan setelah gagal memenuhi ekspektasi. Perdagangan terkait AI juga diperhatikan, dengan Nvidia sebagai ujian selanjutnya. Pasar juga menantikan data nonfarm payroll dan angka inflasi yang akan mempengaruhi kebijakan The Fed.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *