Shoesmart.co.id – Bursa saham Amerika Serikat (AS) berhasil menutup perdagangan Jumat (21 Februari 2026) dengan catatan positif. Penguatan ini didorong oleh kinerja saham-saham berkapitalisasi besar, terutama Alphabet Inc. dan Amazon.com Inc. Sentimen pasar juga terangkat setelah Mahkamah Agung AS membatalkan kebijakan tarif global yang sebelumnya diberlakukan oleh Presiden Donald Trump.
Keputusan Mahkamah Agung AS, yang mayoritas hakimnya berasal dari kalangan konservatif, diambil dengan voting 6-3. Pembatalan tarif global Trump yang diterapkan berdasarkan undang-undang keadaan darurat nasional ini menjadi angin segar bagi investor.
Menanggapi putusan tersebut, Trump menyatakan kekecewaannya dan menyebutnya sebagai “a disgrace”. Ia mengumumkan akan memberlakukan tarif global sebesar 10% selama 150 hari, dengan mengacu pada Section 122 Trade Act 1974 sebagai pengganti tarif darurat yang dibatalkan pengadilan. Kendati demikian, pasar merespons positif karena tarif baru ini dinilai tidak lebih tinggi dari ekspektasi yang sebelumnya berkembang.
Indeks Utama Mencatat Kenaikan
Berdasarkan data Reuters, indeks S&P 500 naik 0,69% menjadi 6.909,51, sementara Nasdaq Composite melonjak 0,90% ke level 22.886,07. Dow Jones Industrial Average juga mengalami kenaikan sebesar 0,47%, mencapai 49.625,97.
Secara mingguan, kinerja indeks juga menunjukkan tren positif. S&P 500 mencatat kenaikan sebesar 1,08%, Nasdaq menguat 1,51%, dan Dow bertambah 0,25%.
Kinerja saham-saham unggulan turut menyumbang pada penguatan ini. Saham Alphabet melonjak 3,7%, diikuti oleh Amazon yang naik 2,6%, dan Apple Inc. yang menguat 1,5%. Selain itu, saham-saham yang sebelumnya tertekan akibat kebijakan tarif, seperti Hasbro, Wayfair, Williams-Sonoma, dan RH, juga mengalami kenaikan antara 0,5% hingga 2,3%.
Potensi Pengembalian Tarif
Sebagai informasi, ribuan perusahaan global telah mengajukan gugatan terkait tarif yang diberlakukan oleh Trump dan menuntut pengembalian bea masuk yang telah dibayarkan. Analis dari Penn-Wharton Budget Model memperkirakan bahwa lebih dari US$175 miliar penerimaan tarif AS berpotensi harus dikembalikan.
Data Ekonomi dan Arah Suku Bunga
Dari sisi data ekonomi, laporan terbaru menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi AS pada kuartal IV melambat lebih dalam dari perkiraan. Di sisi lain, inflasi pada bulan Desember justru mengalami peningkatan.
Menyikapi kondisi ini, pelaku pasar memperkirakan peluang sedikit di atas 50% bahwa Federal Reserve (The Fed) akan menurunkan suku bunga pada pertemuan bulan Juni, berdasarkan CME FedWatch Tool.
Fokus pada Nvidia dan Sektor AI
Selain data ekonomi dan kebijakan moneter, investor juga tengah menantikan laporan keuangan kuartalan dari Nvidia Corporation yang akan dirilis pekan depan. Saham-saham teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) mengalami volatilitas dalam beberapa bulan terakhir akibat kekhawatiran terkait valuasi yang tinggi dan belum optimalnya monetisasi investasi di sektor AI.
Di sisi lain, saham Akamai Technologies anjlok 14% setelah memproyeksikan laba kuartal pertama di bawah estimasi para analis.
Ringkasan
Bursa saham AS ditutup menguat didorong oleh kinerja saham-saham berkapitalisasi besar seperti Alphabet dan Amazon, serta sentimen positif dari pembatalan tarif global Trump oleh Mahkamah Agung. Meskipun Trump berencana memberlakukan tarif baru, pasar merespons positif karena dianggap tidak lebih tinggi dari ekspektasi.
Indeks S&P 500, Nasdaq, dan Dow Jones Industrial Average mencatatkan kenaikan, baik secara harian maupun mingguan. Investor juga menantikan laporan keuangan Nvidia dan perkembangan seputar suku bunga The Fed, di tengah data ekonomi yang menunjukkan perlambatan pertumbuhan dan peningkatan inflasi.