Shoesmart.co.id NEW YORK. Bursa Wall Street memulai perdagangan Senin (26/1/2026) dengan arah yang bervariasi. Indeks S&P 500 dan Dow Jones dibuka menguat seiring dengan antisipasi investor terhadap serangkaian laporan keuangan perusahaan-perusahaan besar dan pengumuman kebijakan moneter dari Federal Reserve di akhir pekan.
Mengutip Reuters, pada pukul 09:30 pagi ET, indeks Dow Jones Industrial Average naik 88,92 poin, atau 0,18%, mencapai level 49.187,63. Sementara itu, S&P 500 meningkat 8,82 poin, atau 0,12%, ke level 6.924,43. Berbeda, Nasdaq Composite justru mengalami penurunan tipis sebesar 6,29 poin, atau 0,03%, ke level 23.494,96.
Meskipun sempat mengalami sedikit pemulihan dari kerugian yang terjadi pada pekan sebelumnya setelah meredanya ancaman tarif dari Trump terhadap Uni Eropa terkait sengketa Greenland, ketiga indeks utama tersebut tetap mencatatkan penurunan secara mingguan.
Wall Street: Melemah di Akhir Pekan, Gejolak Tarif Trump Menghantui?
Pekan ini, pasar akan dibanjiri dengan laporan pendapatan. Setidaknya 102 perusahaan yang tergabung dalam indeks S&P 500 dijadwalkan untuk merilis kinerja keuangan mereka. Sorotan utama tertuju pada empat anggota “Magnificent 7” yaitu Apple, Microsoft, Meta, dan Tesla, yang akan mempublikasikan laporan keuangannya. Hasil laporan ini akan menjadi ujian penting bagi pasar, yang saat ini masih mencerminkan pertumbuhan pendapatan yang kuat.
Berdasarkan data yang dikumpulkan oleh LSEG, dari 64 perusahaan di S&P 500 yang telah melaporkan pendapatan hingga hari Jumat, 79,7% di antaranya berhasil melampaui ekspektasi para analis.
Para investor akan mencari indikasi dari perusahaan mengenai hasil nyata dari investasi mereka di bidang kecerdasan buatan (AI). Di tengah kekhawatiran tentang valuasi yang tinggi di sektor teknologi, panduan ke depan dari perusahaan akan sangat krusial. Bahkan kesalahan kecil pun dapat memicu pertimbangan ulang terhadap investasi di sektor AI.
Saham Intel mengalami penurunan sebesar 1,6% setelah aksi jual besar-besaran pada hari Jumat. Penurunan ini merupakan yang paling tajam dalam hampir 18 bulan terakhir, dipicu oleh perkiraan laba dan pendapatan kuartalan yang lebih rendah dari perkiraan.
Wall Street Dibuka Melemah, Saham Intel Tertekan dan Investor Tetap Waspada
Keputusan Suku Bunga dan Cadangan Federal
Bank sentral AS memulai pertemuan dua hari pada hari Selasa. Secara umum, investor mengharapkan para pejabat untuk mempertahankan suku bunga tetap stabil.
Namun, pertemuan tersebut kemungkinan akan dibayangi oleh kekhawatiran atas ancaman terhadap independensi bank sentral, mengingat penyelidikan Departemen Kehakiman terhadap Ketua Jerome Powell bulan ini. Trump baru-baru ini mengatakan bahwa keputusan tentang calon Ketua berikutnya dapat segera diambil.
Risiko penutupan sebagian pemerintahan AS juga menjadi perhatian menjelang batas waktu pendanaan pada tanggal 30 Januari. Penembakan fatal kedua oleh agen federal di Minneapolis semakin memperketat pengawasan terhadap tindakan keras imigrasi Trump.
Pemimpin minoritas Senat, Chuck Schumer, menyatakan bahwa partainya akan menentang undang-undang yang mencakup pendanaan untuk Departemen Keamanan Dalam Negeri.
Wall Street Menguat Didukung Pelonggaran Tarif, Investor Cermati Data Ekonomi AS
Saham USA Rare Earth melonjak 20,8% setelah laporan bahwa pemerintah AS mengambil 10% saham di perusahaan pertambangan tersebut sebagai bagian dari paket investasi utang dan ekuitas senilai $1,6 miliar.
Saham perusahaan pertambangan lainnya juga mengalami kenaikan. United States Antimony naik 8,6%, sementara MP Materials bertambah 4% dan Critical Metals naik 3,4%.
Saham CoreWeave melonjak 10,6% setelah Nvidia mengumumkan akan menginvestasikan US$ 2 miliar di perusahaan infrastruktur cloud tersebut.
Ringkasan
Wall Street memulai perdagangan dengan arah bervariasi, dimana S&P 500 dan Dow Jones menguat di tengah antisipasi laporan keuangan perusahaan dan kebijakan moneter Federal Reserve. Pada awal perdagangan, Dow Jones dan S&P 500 mencatatkan kenaikan, sementara Nasdaq Composite mengalami penurunan tipis. Investor juga menantikan laporan pendapatan dari perusahaan-perusahaan besar, terutama anggota “Magnificent 7”, untuk mengukur dampak investasi di bidang kecerdasan buatan (AI).
Selain laporan pendapatan, pasar juga menantikan keputusan suku bunga dari Federal Reserve dan isu independensi bank sentral. Risiko penutupan sebagian pemerintahan AS menjadi perhatian lain, bersamaan dengan ketegangan politik terkait pendanaan Departemen Keamanan Dalam Negeri. Beberapa saham perusahaan pertambangan mengalami kenaikan setelah adanya investasi pemerintah, dan CoreWeave melonjak setelah Nvidia mengumumkan investasi besar.