Wall Street Hari Ini: S&P 500 Naik Tipis Imbas Kabar Iran-AS

Shoesmart.co.id – Perdagangan di bursa saham Amerika Serikat pada hari Rabu (4/3/2026) diwarnai fluktuasi, namun indeks S&P 500 berhasil mencatatkan kenaikan tipis. Fokus investor tertuju pada laporan mengenai upaya Iran yang secara diam-diam menjajaki kemungkinan perundingan dengan AS untuk meredakan konflik yang tengah berlangsung.

Menurut laporan Reuters, pada pukul 09.56 waktu setempat, indeks Dow Jones Industrial Average mengalami penurunan sebesar 33,53 poin atau 0,07% ke level 48.467,74. Sementara itu, indeks S&P 500 menguat 8,59 poin atau 0,12% ke level 6.825,22, dan Nasdaq Composite melonjak 130,06 poin atau 0,58% ke level 22.646,75.

Wall Street Dibuka Menguat Rabu (4/3), Usai Laporan Pendekatan Rahasia Iran ke AS

Sektor teknologi kembali menjadi incaran investor setelah mengalami tekanan jual pada bulan Februari. Saham Nvidia mencatat kenaikan sebesar 1%, sementara saham-saham produsen chip lainnya, seperti Sandisk dan Applied Digital, masing-masing menguat 2,7% dan 5%.

Indeks volatilitas CBOE, yang dikenal sebagai barometer kecemasan di Wall Street, mengalami penurunan sebesar 1,03 poin ke level 22,51. Indeks Russell 2000 yang sensitif terhadap perubahan suku bunga juga menunjukkan pergerakan yang sedikit lebih tinggi.

Laporan dari The New York Times mengungkapkan bahwa intelijen Iran secara tidak langsung menghubungi CIA sehari setelah serangan terjadi. Kendati demikian, pejabat AS masih meragukan kesiapan pemerintah Presiden Donald Trump maupun Iran untuk melakukan de-eskalasi dalam waktu dekat.

Art Hogan, kepala strategi pasar di B Riley Wealth, menyatakan bahwa kabar ini secara fundamental merupakan berita positif. Namun, pasar tidak bisa serta merta berasumsi bahwa situasi akan segera membaik, mengingat pemerintah AS masih memiliki sejumlah target yang belum tercapai.

Bitcoin Bergejolak Imbas Perang Timur Tengah, Perlu Manajemen Risiko

Saham Energi Tertekan, Minyak Menguat

Pergerakan saham sektor perjalanan yang sensitif terhadap harga minyak menunjukkan variasi. American Airlines mencatatkan kenaikan sebesar 1,2%, sementara Norwegian Cruise stagnan. Sebaliknya, Carnival dan Delta Air Lines masing-masing mengalami penurunan sebesar 1,2% dan 0,8%.

Saham-saham perusahaan minyak dan gas, seperti ConocoPhillips dan Cheniere Energy, mengalami koreksi masing-masing sebesar 2,8% dan 1,5%. Sektor energi dalam indeks S&P 500 melemah 1,8% dan menjadi faktor utama yang menekan pasar.

Sejumlah negara di Timur Tengah dilaporkan menghentikan sementara produksi minyak dan gas mereka. Sementara itu, AS mempertimbangkan untuk memperluas operasi militernya ke wilayah daratan Iran.

Namun, pengumuman Trump mengenai pengawalan kapal tanker minyak oleh Angkatan Laut AS di Selat Hormuz, serta penyediaan asuransi risiko politik, memberikan sentimen positif. Selain itu, Presiden Federal Reserve New York, John Williams, menyatakan bahwa ekonomi AS terbukti cukup tangguh dalam menghadapi guncangan harga energi.

Harga minyak acuan AS terakhir berada di kisaran US$75 per barel, setelah mengalami reli sepanjang pekan ini.

Port Faster International Kantongi Rp 891,44 Miliar Bekar Jual Saham BNBR

Ekspektasi Suku Bunga Mundur

Para pembuat kebijakan mengakui bahwa konflik yang tengah berlangsung akan mempersulit prospek kebijakan moneter The Fed.

CEO Goldman Sachs, David Solomon, berpendapat bahwa pasar mungkin membutuhkan waktu untuk sepenuhnya mencerna dampak dari konflik tersebut.

Saat ini, pelaku pasar memprediksi pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin baru akan terjadi pada bulan September, mundur dari ekspektasi sebelumnya di bulan Juli. Hal ini dipicu oleh kekhawatiran bahwa kenaikan biaya energi dan tarif AS dapat memicu inflasi.

Aset lindung nilai tradisional, seperti logam mulia, turut menguat. Saham perusahaan tambang Endeavour Silver naik 2,3%.

Saham kripto, seperti Strategy dan Coinbase, melonjak masing-masing 11,5% dan 9,3%, mengikuti kenaikan harga bitcoin sebesar 5,4%.

Melihat Prospek Pasar Saham pasca Penurunan Rating Fitch

Di sisi lain, Moderna naik 5,9% setelah menyetujui pembayaran hingga US$2,25 miliar untuk menyelesaikan sengketa paten vaksin COVID-19 yang telah berlangsung lama.

Sementara itu, survei swasta menunjukkan bahwa payroll sektor swasta meningkat lebih tinggi dari perkiraan pada bulan Februari, meskipun data bulan sebelumnya direvisi turun tajam.

The Fed dijadwalkan untuk merilis Beige Book, laporan mengenai kondisi ekonomi berdasarkan distrik, pada hari yang sama.

Ringkasan

Pada hari Rabu (4/3/2026), bursa saham AS mengalami fluktuasi dengan S&P 500 mencatatkan kenaikan tipis. Investor menanggapi laporan mengenai upaya Iran yang secara diam-diam menjajaki perundingan dengan AS untuk meredakan konflik. Sektor teknologi kembali menjadi incaran investor, dengan saham Nvidia dan produsen chip lainnya mengalami kenaikan.

Dow Jones mengalami penurunan, sementara S&P 500 dan Nasdaq Composite menguat. Laporan mengenai pendekatan rahasia Iran ke AS memberikan sentimen positif, meskipun pasar masih berhati-hati. Pasar memprediksi pemangkasan suku bunga The Fed baru akan terjadi pada bulan September, mundur dari ekspektasi sebelumnya karena kekhawatiran inflasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *