NEW YORK – Indeks saham utama Amerika Serikat (AS) menunjukkan pergerakan stabil pada perdagangan Selasa, 13 Januari 2026. Stabilitas ini didorong oleh data inflasi yang sesuai ekspektasi pasar serta beragamnya hasil kinerja keuangan dari emiten-emiten besar di Wall Street.
Para investor di pasar saham aktif menimbang laporan laba dari raksasa keuangan JPMorgan Chase dan maskapai penerbangan Delta Air Lines. Di saat yang sama, keyakinan terhadap potensi pemangkasan suku bunga acuan oleh bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed), pada tahun ini semakin menguat.
Pada pukul 09.39 waktu setempat, indeks Dow Jones Industrial Average terpantau melemah tipis 0,33% ke level 49.428. Sementara itu, S&P 500 naik 0,04% menjadi 6.980, dan Nasdaq Composite menguat 0,14% mencapai 23.766. Pergerakan ini menempatkan S&P 500 hanya berjarak kurang dari 30 poin dari level psikologis 7.000, sedangkan Dow Jones kurang dari 400 poin dari tonggak penting 50.000.
Data terbaru dari Indeks Harga Konsumen (CPI) AS inti, yang tidak termasuk sektor pangan dan energi, menunjukkan kenaikan 0,2% secara bulanan pada Desember, lebih rendah dari perkiraan ekonom sebesar 0,3%. Angka ini menjadi sinyal positif terhadap upaya pengendalian inflasi. Secara tahunan, baik CPI utama maupun CPI inti sama-sama meningkat 2,6%, tidak berubah dari bulan November sebelumnya, menegaskan tren inflasi yang terkendali.
Angka inflasi yang sesuai harapan ini lantas memperkuat keyakinan pasar bahwa The Fed akan melakukan pemangkasan suku bunga acuan setidaknya dua kali, masing-masing sebesar 25 basis poin, antara periode Juni hingga Desember tahun ini. Informasi ini merujuk pada data yang dirilis oleh LSEG.
Meskipun demikian, Chief Investment Officer Regan Capital, Skyler Weinand, mengingatkan bahwa bank sentral kemungkinan besar akan tetap berhati-hati. “The Fed kemungkinan akan mengambil waktu dan menyerap lebih banyak data, terutama di tengah volatilitas data terbaru yang terjadi,” jelas Weinand, menekankan pendekatan yang prudent.
Memasuki musim laporan keuangan, JPMorgan Chase secara tidak resmi membuka musim earnings dengan mencatatkan laba kuartalan yang melampaui ekspektasi. Namun, saham bank terbesar di AS ini justru terkoreksi 1,1%. Koreksi terjadi setelah manajemen memperingatkan bahwa rencana pembatasan bunga kartu kredit berpotensi memberikan dampak negatif bagi konsumen dan ekonomi secara keseluruhan.
Di sisi lain, beberapa bank besar lainnya diprediksi akan membukukan kinerja yang lebih baik, didukung oleh peningkatan aktivitas transaksi di sektor perbankan.
Berbeda dengan sektor keuangan yang beragam, sektor penerbangan justru mengalami tekanan. Saham Delta Air Lines anjlok 2,6% setelah proyeksi laba untuk tahun 2026 berada di bawah ekspektasi para analis. Senada, saham American Airlines juga turut merosot sebesar 1%.
Di tengah dinamika pasar, minat investor juga mulai mengalir ke saham-saham berkapitalisasi kecil. Indeks Russell 2000 telah melonjak 6,2% selama tujuh hari perdagangan pertama tahun ini, jauh melampaui kenaikan S&P 500 yang hanya sebesar 1,9%. Kenaikan signifikan ini didorong oleh rotasi dari saham-saham megakap yang valuasinya tinggi, serta optimisme yang berkembang terhadap kemajuan kecerdasan buatan (AI) dan prospek laba di sektor-sektor tersebut.
Sektor energi juga turut menguat 1%, seiring dengan lonjakan harga minyak di tengah kekhawatiran akan gangguan pasokan global, termasuk potensi risiko geopolitik. Sementara itu, berita positif datang dari sektor teknologi pertahanan; pemerintah AS mengumumkan investasi sebesar US$1 miliar pada bisnis motor roket L3Harris Technologies, yang sontak mendorong saham perusahaan tersebut naik 2%.
Secara keseluruhan, sentimen pasar di Wall Street cenderung positif, dengan jumlah saham yang menguat melampaui yang melemah baik di New York Stock Exchange (NYSE) maupun Nasdaq. Ini menandai kelanjutan reli pasar, meskipun ada nuansa kehati-hatian yang menyelimuti menjelang puncak musim laporan keuangan.
Ringkasan
Wall Street menunjukkan pergerakan stabil pada 13 Januari 2026, didorong oleh data inflasi AS yang sesuai ekspektasi pasar. Indeks Harga Konsumen (CPI) inti AS Desember naik 0,2% secara bulanan, di bawah perkiraan, memperkuat keyakinan pasar akan pemangkasan suku bunga acuan oleh Federal Reserve tahun ini. Meskipun demikian, The Fed diprediksi akan tetap berhati-hati, sementara indeks Dow Jones sedikit melemah dan S&P 500 serta Nasdaq Composite menguat tipis.
Musim laporan keuangan menunjukkan hasil yang beragam; JPMorgan Chase melampaui ekspektasi laba namun sahamnya terkoreksi, dan Delta Air Lines anjlok karena proyeksi laba di bawah perkiraan. Di sisi lain, saham berkapitalisasi kecil melonjak signifikan, mengungguli S&P 500, didukung optimisme terhadap AI. Sektor energi juga menguat, sementara sentimen pasar secara keseluruhan cenderung positif meski ada nuansa kehati-hatian.