
Shoesmart.co.id NEW YORK. Pasar saham Wall Street ditutup dengan performa yang bervariasi pada akhir perdagangan Kamis (8/1/2026), mencerminkan pergeseran fokus investor. Penurunan signifikan pada saham raksasa teknologi seperti Nvidia diimbangi oleh lonjakan saham perusahaan pertahanan, yang dipicu oleh seruan Presiden AS Donald Trump untuk meningkatkan anggaran militer menjadi US$1,5 triliun.
Mengutip laporan Reuters, indeks S&P 500 berhasil menguat tipis 0,01% menjadi 6.921,45. Kontras dengan S&P 500, indeks Nasdaq yang didominasi saham teknologi, justru melemah 0,44% ke level 23.480,02. Sementara itu, Dow Jones Industrial Average tampil perkasa dengan kenaikan 0,55%, mencapai 49.266,11. Aktivitas perdagangan di bursa AS cukup ramai, dengan volume mencapai 16,9 miliar saham, sedikit di atas rata-rata 20 hari perdagangan terakhir sebesar 16,3 miliar saham.
Sektor teknologi menghadapi tekanan serius, terlihat dari merosotnya saham-saham unggulan. Saham Nvidia anjlok 2,2%, Broadcom turun 3,2%, dan Microsoft melemah 1,1%. Indeks teknologi S&P 500 sendiri mengalami koreksi 1,5% pada sesi tersebut, membawa penurunan total sekitar 1% sepanjang tahun 2026. Penurunan ini mencerminkan sikap investor yang semakin selektif terhadap saham-saham terkait kecerdasan buatan (AI), yang valuasinya telah melonjak tajam dalam beberapa tahun terakhir.
Di sisi lain, saham Alphabet justru menunjukkan kinerja positif dengan kenaikan 1,1%. Lonjakan ini terjadi sehari setelah perusahaan induk Google tersebut berhasil melampaui kapitalisasi pasar Apple untuk pertama kalinya sejak tahun 2019. Sebaliknya, saham Apple sedikit terkoreksi 0,5%. Art Hogan, Kepala Strategi Pasar di B. Riley Wealth, menyoroti dinamika ini, menyatakan bahwa “Selama AI masih populer, akan ada pemenang dan pecundang.” Ia menambahkan bahwa sektor ini kini berada dalam fase ‘buktikan kepada saya’, di mana investor menuntut bukti konkret tentang bagaimana perusahaan akan memonetisasi investasi besar mereka dalam pengembangan AI dan menunjukkan pengembalian modal yang jelas.
Sementara itu, sektor pertahanan menikmati hari yang cerah. Saham-saham perusahaan pertahanan melambung tinggi setelah Donald Trump menyatakan bahwa anggaran militer AS untuk tahun 2027 seharusnya mencapai US$1,5 triliun. Angka ini jauh melampaui US$901 miliar yang telah disetujui Kongres untuk tahun 2026. Respons pasar pun terlihat jelas: saham Lockheed Martin melonjak 4,3%, Northrop Grumman bertambah 2,4%, dan Kratos Defense memimpin dengan kenaikan fantastis 13,8%.
Kenaikan ini menjadi sorotan, mengingat pada sesi sebelumnya, beberapa saham pertahanan sempat anjlok. Penurunan kala itu dipicu oleh ancaman Trump yang akan memblokir kontraktor pertahanan dari pembayaran dividen atau pembelian kembali saham, jika mereka tidak mempercepat produksi senjata. Kondisi ini menunjukkan sensitivitas pasar terhadap pernyataan dan kebijakan politik.
Dari data ekonomi makro, jumlah warga Amerika yang mengajukan permohonan baru untuk tunjangan pengangguran mengalami peningkatan moderat pada minggu lalu, meskipun permintaan tenaga kerja secara umum masih lesu. Data ini sejalan dengan angka ketenagakerjaan ADP dan JOLTS yang dirilis pada hari Rabu. Para pelaku pasar kini memusatkan perhatian pada laporan nonfarm payrolls bulan Desember yang dijadwalkan pada hari Jumat. Laporan ini sangat dinantikan karena akan menjadi salah satu data ekonomi pertama yang dapat diandalkan setelah penutupan pemerintahan AS terlama dalam sejarah.
Di tengah dinamika pasar, lembaga pemeringkat Fitch merevisi naik prospek pertumbuhan ekonomi AS. Fitch memperkirakan Produk Domestik Bruto (PDB) AS akan tumbuh 2,1% pada tahun 2025 dan 2,0% pada tahun 2026. Proyeksi optimis ini mempertimbangkan data ekonomi yang sebelumnya tertunda akibat penutupan pemerintahan tahun lalu, memberikan gambaran yang lebih jelas tentang kekuatan fundamental ekonomi AS.
Ringkasan
Pasar saham Wall Street ditutup bervariasi pada Kamis (8/1/2026), dengan indeks S&P 500 dan Dow Jones menguat, sementara Nasdaq yang didominasi teknologi melemah 0,44%. Saham raksasa teknologi seperti Nvidia anjlok signifikan, mencerminkan kehati-hatian investor terhadap valuasi saham terkait kecerdasan buatan (AI) yang telah melonjak.
Sebaliknya, sektor pertahanan menguat tajam setelah seruan Presiden Trump untuk meningkatkan anggaran militer AS tahun 2027 menjadi US$1,5 triliun, menyebabkan saham seperti Lockheed Martin dan Kratos Defense melonjak. Di tengah dinamika ini, data tunjangan pengangguran menunjukkan peningkatan moderat, namun lembaga Fitch merevisi naik proyeksi pertumbuhan ekonomi AS untuk tahun 2025 dan 2026.