Shoesmart.co.id JAKARTA. Indeks S&P 500 tampak kesulitan menemukan arah yang jelas, sementara Dow Jones Industrial Average (DJIA) berhasil mencatatkan kenaikan tipis pada hari Rabu (4 Februari 2026). Kinerja cemerlang dari Eli Lilly dan Super Micro Computer menjadi pendorong utama, meskipun sektor software dan layanan cloud mengalami tekanan jual yang signifikan.
Sektor software dan layanan (.SPLRCIS), yang menaungi sejumlah perusahaan cloud dan software terkemuka, mengalami penurunan selama enam sesi berturut-turut. Penurunan lebih dari 13% selama periode ini merupakan penurunan terpanjang sejak Maret 2020.
Kekhawatiran investor tentang potensi perubahan model bisnis software tradisional akibat pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI) menjadi faktor utama tekanan ini.
Beberapa perusahaan besar terkena imbasnya. CrowdStrike (CRWD.O) merosot 2,3%, sementara Intuit (INTU.O) dan Adobe (ADBE.O) masing-masing anjlok lebih dari 2%.
Nasdaq juga mengalami penurunan, terutama setelah saham Advanced Micro Devices (AMD.O) anjlok 12,2% menyusul perkiraan pendapatan kuartal pertama yang sedikit mengecewakan. Indeks teknologi S&P 500 (.SPLRCT) turut mencatatkan penurunan.
Namun, kenaikan signifikan pada saham Eli Lilly dan Super Micro Computer memberikan sentimen positif bagi pasar secara keseluruhan.
Saham Super Micro Computer (SMCI.O) melonjak 16% setelah perusahaan merevisi naik proyeksi pendapatan tahunannya. Peningkatan ini didorong oleh permintaan yang terus meningkat untuk server yang dioptimalkan AI, seiring dengan ekspansi kapasitas pusat data oleh berbagai perusahaan.
Sementara itu, saham perusahaan farmasi Eli Lilly (LLY.N) naik 7% setelah memproyeksikan laba tahun 2026 di atas ekspektasi Wall Street.
GE HealthCare juga memperkirakan laba fiskal tahunan yang melampaui estimasi, mendorong harga sahamnya naik 3,8%. Indeks kesehatan S&P 500 (.SPXHC) mencatatkan kenaikan tipis.
“Pendapatan yang kuat mendukung valuasi pasar saat ini. Kita melihat pertumbuhan laba telah menyebar ke lebih banyak sektor, tidak hanya terbatas pada sektor teknologi,” ujar Sean Clark, Chief Investment Officer di Clark Capital.
Pada pukul 21:42 ET, Dow Jones Industrial Average naik 0,55% menjadi 49.513,23, S&P 500 naik 0,1% ke 6.924,78, dan Nasdaq Composite turun 0,14% ke 23.222.
Alphabet (GOOGL.O) naik 0,8% menjelang pengumuman hasil keuangan yang akan dirilis setelah penutupan pasar, sementara Amazon (AMZN.O) turun tipis 0,3% sebelum laporan keuangannya pada hari Kamis.
Investor kini menantikan hasil dari “Magnificent Seven” untuk mengevaluasi apakah rencana belanja modal besar mereka menghasilkan laba yang sepadan dengan valuasi tinggi perusahaan-perusahaan tersebut.
Lonjakan perdagangan terkait AI juga mendorong investor untuk melirik saham small-cap yang undervalued dan sektor pasar lain yang sebelumnya kurang diperhatikan.
Indeks small-cap S&P 600 (.SPCY) naik 1,2% sepanjang hari, sementara Russell 2000 berada di jalur untuk mencatat kenaikan mingguan lebih dari 1%, dibandingkan dengan penurunan tipis pada S&P 500.
“Kita melihat pergeseran kepemimpinan dari perusahaan teknologi besar dan growth ke sektor lain, seperti small-cap, yang kini mengambil peran utama. Saham teknologi dan growth besar sedikit mengalami koreksi,” tambah Clark.
Beberapa saham lain mencatat kinerja yang kurang memuaskan. Uber, misalnya, turun 4,1% menyusul perkiraan laba kuartal pertama yang lebih rendah dari ekspektasi.
Chipotle Mexican Grill turun 1,3% setelah mengumumkan kenaikan harga menu tahun ini, sambil memperkirakan margin akan tetap tertekan karena konsumen mengurangi frekuensi makan di luar.
Penutupan Pemerintah Berakhir, Data Ekonomi Ditunggu
Presiden AS Donald Trump pada hari Selasa menandatangani kesepakatan anggaran, mengakhiri penutupan parsial pemerintah yang sempat menunda rilis data ketenagakerjaan penting.
Pemerintah kini diperkirakan akan mengumumkan jadwal rilis data nonfarm payrolls dan JOLTS. Dalam ketiadaan data resmi, pasar akan mengandalkan penyedia data swasta.
Data tenaga kerja swasta AS menunjukkan peningkatan yang lebih rendah dari ekspektasi pada bulan Januari, menurut laporan nasional ADP. Sementara itu, angka final S&P Global Composite PMI akan dirilis segera setelah pasar dibuka.
Ringkasan
Wall Street menunjukkan pergerakan yang beragam, dengan Dow Jones mencatat kenaikan tipis didorong oleh kinerja positif Eli Lilly dan Super Micro Computer. Sementara itu, sektor software dan layanan cloud mengalami tekanan jual akibat kekhawatiran investor terhadap perubahan model bisnis karena AI. Nasdaq juga tertekan setelah penurunan signifikan pada saham Advanced Micro Devices.
Investor mulai melirik sektor kesehatan dan saham small-cap yang sebelumnya kurang diperhatikan, dengan indeks small-cap S&P 600 mencatat kenaikan. Pasar juga menantikan rilis data ekonomi yang sempat tertunda akibat penutupan pemerintah, termasuk data nonfarm payrolls dan JOLTS, serta laporan keuangan dari perusahaan-perusahaan teknologi besar untuk mengevaluasi valuasi mereka.