Shoesmart.co.id NEW YORK – Setelah mencatatkan reli selama tiga hari berturut-turut, laju kenaikan pasar saham Amerika Serikat (AS) terhenti pada perdagangan Kamis (19/2/2026). Pelemahan ini didorong oleh penurunan saham-saham teknologi raksasa, meskipun beberapa saham lain justru menguat seiring dengan rilis laporan kuartalan yang positif.
Pada pukul 09:43 waktu New York, indeks Dow Jones Industrial Average merosot 223,51 poin atau 0,45% ke level 49.431,52. Sementara itu, S&P 500 terkoreksi 25,10 poin atau 0,36% menjadi 6.856,21, dan Nasdaq Composite kehilangan 131,75 poin atau 0,58% ke posisi 22.621,89.
Saham-saham teknologi kelas berat seperti Apple, Nvidia, dan Meta Platforms kembali mengalami tekanan jual setelah sempat menguat pada sesi sebelumnya. Indeks Semikonduktor Philadelphia anjlok 1,6%, sedangkan indeks teknologi S&P 500 yang lebih luas turun 0,9%.
Wall Street Melemah Dihantui Kekhawatiran Sektor Teknologi Menjelang Tahun Baru
Pelemahan ini sebagian besar dipicu oleh kekhawatiran investor terhadap valuasi yang terlampau tinggi di sektor teknologi, termasuk perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang kecerdasan buatan (AI). Meskipun investasi besar-besaran telah digelontorkan untuk pengembangan AI, dampaknya terhadap pertumbuhan pendapatan dan laba perusahaan belum sepenuhnya terbukti.
“Bias (sentimen) berubah sangat cepat, dan ini menunjukkan kegelisahan investor secara keseluruhan,” ujar Kim Forrest, pendiri dan kepala investasi di Bokeh Capital.
Di sisi lain, sektor ritel justru menunjukkan performa yang menggembirakan. Saham Walmart melonjak 2,4% setelah CEO barunya, John Furner, memperkenalkan perkiraan fiskal konservatif untuk tahun 2027 serta rencana pembelian kembali saham (buyback) senilai US$30 miliar.
DoorDash juga mengalami penguatan, naik hampir 2% menyusul prospek nilai pesanan bruto kuartal pertama yang lebih tinggi dari perkiraan Wall Street. EBay turut mencatatkan kenaikan sebesar 3,3% setelah mengumumkan perkiraan pendapatan kuartal pertama yang positif dan rencana akuisisi pasar mode Depop dari Etsy.
Namun, tidak semua perusahaan bernasib baik. Carvana harus rela sahamnya turun 4,3% karena gagal memenuhi ekspektasi laba kuartal keempat akibat membengkaknya biaya operasional. Sementara itu, EPAM Systems anjlok 19% lantaran prospek kuartal pertama yang kurang menggembirakan mengecewakan para investor.
Wall Street Berusaha Rebound, Saham Teknologi Pulih dengan Bayang-bayang Kekhawatiran Belanja AI
Sektor energi menjadi bintang pada perdagangan kali ini, dengan indeks energi S&P 500 melonjak 1,7%. Kenaikan ini didorong oleh harga minyak mentah yang terus merangkak naik di tengah kekhawatiran atas potensi konflik militer antara AS dan Iran. Saham Occidental Petroleum bahkan melesat 9,2% setelah berhasil melampaui ekspektasi laba kuartal keempat.
Dari sisi kebijakan moneter, risalah pertemuan Federal Reserve (The Fed) terbaru mengindikasikan bahwa mayoritas pembuat kebijakan sepakat untuk mempertahankan suku bunga acuan tetap stabil.
Meskipun demikian, terdapat perbedaan pendapat mengenai arah kebijakan di akhir tahun ini. Beberapa pejabat mempertimbangkan untuk menaikkan suku bunga jika inflasi tetap tinggi, sementara yang lain mendukung penurunan suku bunga lebih lanjut jika inflasi menunjukkan tren penurunan. Presiden Fed Chicago, Austan Goolsbee, dan Wakil Ketua Fed untuk Pengawasan, Michelle Bowman, dijadwalkan untuk memberikan pidato sepanjang hari.
Data klaim pengangguran mingguan menunjukkan pasar tenaga kerja yang stabil, dengan jumlah warga Amerika yang mengajukan tunjangan pengangguran turun lebih dari perkiraan.
Wall Street Kembali Tertekan, Saham Teknologi Jadi Beban Akibat Kekhawatiran Belanja AI
Saat ini, investor tengah menantikan laporan Pengeluaran Konsumsi Pribadi (Personal Consumption Expenditures/PCE), sebuah indikator inflasi utama yang menjadi acuan The Fed dalam menentukan kebijakan suku bunga. Laporan ini dijadwalkan akan dirilis pada hari Jumat.
Secara keseluruhan, jumlah saham yang mengalami penurunan masih lebih banyak dibandingkan dengan yang naik, dengan rasio 2 banding 1 di NYSE dan 2,66 banding 1 di Nasdaq. Indeks S&P 500 mencatat 16 rekor tertinggi baru dalam 52 minggu dan lima rekor terendah baru, sedangkan Nasdaq Composite mencatat 20 rekor tertinggi baru dan 62 rekor terendah baru.
Ringkasan
Pasar saham AS menghentikan reli tiga hari karena penurunan saham teknologi. Indeks Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq Composite mengalami penurunan. Saham-saham teknologi raksasa seperti Apple, Nvidia, dan Meta Platforms mengalami tekanan jual, memicu kekhawatiran investor tentang valuasi sektor teknologi yang tinggi.
Sektor ritel menunjukkan performa positif, dengan saham Walmart dan DoorDash meningkat. Sementara itu, sektor energi melonjak didorong oleh kenaikan harga minyak mentah. Investor menantikan laporan Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) untuk mengukur inflasi, dan risalah pertemuan The Fed menunjukkan perbedaan pendapat mengenai arah kebijakan suku bunga di masa depan.