Wall Street Bergejolak: AI Baru Anthropic Guncang Pasar?

Shoesmart.co.id NEW YORK. Wall Street memulai perdagangan hari Selasa (24/2/2026) dengan nada lesu. Para investor tampaknya masih mencerna pengumuman terbaru dari Anthropic mengenai perangkat kecerdasan buatan (AI) terbaru mereka.

Dilansir dari Reuters, pada pukul 09:31 pagi ET, indeks Dow Jones Industrial Average merosot tipis 7,93 poin, atau sekitar 0,01%, ke level 48.789,46. Sementara itu, S&P 500 juga mengalami penurunan sebesar 4,18 poin, atau 0,06%, menjadi 6.832,89. Nasdaq Composite menjadi satu-satunya indeks yang mencatat kenaikan tipis, yaitu sebesar 2,66 poin, atau 0,02%, ke posisi 22.635,01.

Sentimen pasar tampaknya terpengaruh oleh langkah Anthropic yang baru saja memperkenalkan sepuluh cara baru bagi pelanggan bisnis untuk mengintegrasikan teknologi AI mereka ke dalam berbagai aspek pekerjaan. Beberapa pekan sebelumnya, rilis serupa dari Anthropic sempat memicu aksi jual saham perusahaan perangkat lunak tradisional secara agresif.

Sebelum pembukaan pasar reguler atau saat perdagangan pre market, saham Advanced Micro Devices (AMD) menjadi bintang dengan lonjakan hampir 10%. Kenaikan signifikan ini dipicu oleh pengumuman AMD yang menyatakan telah “sepakat untuk menjual chip AI senilai hingga $60 miliar kepada Meta Platforms selama lima tahun mendatang.” Sebuah kesepakatan yang sangat fantastis!

Intip Rekomendasi Saham Petrosea (PTRO) Usai Restrukturisasi Internal

Di sisi lain, saham Home Depot juga mencuri perhatian dengan kenaikan sebesar 2,5%. Perusahaan ritel perlengkapan rumah ini berhasil melampaui ekspektasi analis untuk hasil kuartal keempat mereka, sekaligus mempertahankan proyeksi pendapatan tahunan mereka.

Sebagai catatan, pada hari Senin, ketiga indeks utama tersebut mengalami penurunan lebih dari 1%. Saham-saham sektor keuangan dan perangkat lunak menjadi yang paling terpukul, terutama akibat dampak dari putusan Mahkamah Agung AS pada hari Jumat lalu mengenai tarif era Trump yang memicu eksodus dari saham-saham berisiko tinggi.

Menindaklanjuti putusan tersebut, mantan Presiden Trump mengumumkan pemberlakuan tarif global sementara sebesar 10%, yang mulai berlaku pada hari Selasa. Selanjutnya, Trump mengindikasikan bahwa tarif tersebut berpotensi dinaikkan menjadi 15%, meskipun belum jelas kapan dan apakah kebijakan ini akan benar-benar diimplementasikan.

“Pasar saat ini tidak hanya dihadapkan pada satu kekhawatiran tunggal… perdagangan AI tentu saja menjadi salah satu isu utama yang membebani pasar, tetapi ada juga kekhawatiran geopolitik, kekhawatiran makroekonomi, dan tentu saja, kekhawatiran terkait tarif,” ungkap Peter Cardillo, kepala ekonom pasar di Spartan Capital Securities.

Para analis juga mengaitkan aksi jual yang terjadi pada hari Senin dengan laporan bearish dari Citrini Research yang menyoroti potensi ancaman terhadap ekonomi global akibat perkembangan pesat AI.

Pergerakan saham-saham megacap dan saham pertumbuhan menunjukkan tren yang beragam. Saham Nvidia, misalnya, mengalami penurunan sebesar 0,7% menjelang pengumuman laporan pendapatan mereka yang diperkirakan akan dirilis setelah penutupan pasar pada hari Rabu. Sementara itu, saham Alphabet dan Apple berhasil mencatat kenaikan tipis.

Marak Aksi Akusisi Emiten, Intip Prospek Kinerjanya dari Analis

Bulan Februari tampaknya menjadi periode yang kurang menggembirakan bagi pasar saham AS. Valuasi saham yang tinggi dan kekhawatiran seputar perkembangan kecerdasan buatan (AI) menekan sektor teknologi dan sektor lainnya. Para investor mulai mempertanyakan apakah investasi besar-besaran dalam pengembangan AI akan benar-benar membuahkan hasil yang sepadan.

Pada hari Selasa ini, Trump dijadwalkan untuk menyampaikan pidato kenegaraan tradisional di hadapan Kongres. Selain itu, setidaknya enam pejabat Federal Reserve (The Fed) juga dijadwalkan untuk memberikan pernyataan sepanjang hari. Para pelaku pasar akan mencermati setiap indikasi mengenai arah kebijakan moneter The Fed ke depannya.

Saat ini, para pelaku pasar memperkirakan bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga acuan tetap stabil pada pertemuan bulan Maret mendatang. Bahkan, menurut perangkat “FedWatch Tool” dari CME, “pemotongan suku bunga berikutnya tidak diantisipasi hingga bulan Juni.”

Ringkasan

Wall Street memulai perdagangan dengan nada lesu akibat pengumuman AI terbaru dari Anthropic. Dow Jones dan S&P 500 mengalami penurunan, sementara Nasdaq Composite mencatat kenaikan tipis. Sentimen pasar terpengaruh oleh langkah Anthropic dalam mengintegrasikan AI ke bisnis, yang memicu kekhawatiran akan dampaknya pada perusahaan perangkat lunak tradisional.

Saham AMD melonjak karena kesepakatan penjualan chip AI kepada Meta Platforms. Di sisi lain, saham Home Depot juga naik setelah melampaui ekspektasi analis. Pasar juga dipengaruhi oleh tarif era Trump dan kekhawatiran geopolitik, makroekonomi, serta perkembangan AI yang pesat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *