
Shoesmart.co.id NEW YORK. Bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street, menunjukkan sedikit kenaikan pada Rabu (21/1/2026), memberikan jeda setelah tiga bulan terakhir yang diwarnai aksi jual tajam. Kenaikan ini terjadi seiring investor mencermati pidato Presiden Donald Trump di Forum Ekonomi Dunia (Davos), Swiss, yang memberikan sentimen cukup menenangkan pasar.
Dalam pidatonya, Presiden Trump menegaskan bahwa AS adalah satu-satunya negara yang mampu menjamin keamanan Greenland. Namun, ia juga menyatakan tidak akan menggunakan kekerasan untuk mengambil alih wilayah otonom Denmark tersebut, melainkan mendorong negosiasi segera terkait kemungkinan akuisisi Greenland. Pernyataan ini menjadi titik krusial bagi pasar.
“Pernyataan bahwa tidak akan ada penggunaan kekerasan menjadi semacam ‘batas bawah’ dari aksi jual yang terjadi kemarin. Ini sedikit menenangkan pasar,” jelas Art Hogan, Kepala Strategi Pasar di B Riley Wealth, menyoroti dampak positif dari ucapan Trump terhadap stabilitas pasar saham.
Wall Street Bergerak Tipis, Investor Tunggu Laporan Ritel dan Pidato Powell
Meskipun demikian, Hogan menambahkan bahwa pasar tetap berada dalam kondisi waspada tinggi terhadap potensi eskalasi perang dagang yang dapat memicu kembali ketidakpastian. Kewaspadaan ini muncul setelah sehari sebelumnya, Selasa (20/1), ketiga indeks utama AS anjlok hampir 2%. Penurunan signifikan tersebut dipicu oleh peringatan Trump tentang kemungkinan pengenaan tarif baru terhadap sekutu Eropa, jika AS tidak diizinkan membeli Greenland. Sebagai indikator membaiknya sentimen, Indeks Volatilitas CBOE (VIX) turun 1,22 poin menjadi 18,87, menandakan sedikit peningkatan ketenangan di pasar.
Pada pukul 09.38 Waktu New York, Indeks Dow Jones Industrial Average naik 203,56 poin atau 0,42% mencapai 48.692,15. Indeks S&P 500 juga meningkat 27,28 poin atau 0,40% ke level 6.824,14, sementara Nasdaq Composite bertambah 45 poin atau 0,20% menjadi 22.999,6. Saham-saham perusahaan teknologi besar seperti Nvidia dan Tesla, yang sebelumnya terpukul paling parah, masing-masing berhasil bangkit dengan kenaikan sebesar 0,4%.
Di luar pidato Trump, perhatian investor juga tertuju pada komentar dari para pemimpin bisnis dan global lainnya yang berkumpul di Davos. Sementara itu, di Washington, dinamika politik ikut mempengaruhi sentimen pasar, terutama dengan berlangsungnya sidang Mahkamah Agung AS yang membahas upaya Trump untuk mengganti Gubernur Federal Reserve, Lisa Cook.
Wall Street Bergerak Tipis Kamis (4/12), Jelang Keputusan Suku Bunga The Fed
Minggu ini juga menjadi periode padat bagi rilis data ekonomi krusial AS. Data-data penting tersebut mencakup Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal III, indeks Manajer Pembelian (PMI) Januari, serta laporan Personal Consumption Expenditures (PCE), yang menjadi acuan inflasi utama bagi kebijakan Federal Reserve. Selain itu, kalender laporan laba perusahaan juga sangat padat, dengan Procter & Gamble dan Intel menjadi sorotan utama untuk mengamati tren permintaan konsumen dan momentum ekonomi secara keseluruhan.
Di sektor saham individual, Netflix mengalami penurunan 4,2% setelah menunda program pembelian kembali sahamnya demi membiayai rencana akuisisi bisnis studio dan streaming Warner Bros Discovery. Sebaliknya, United Airlines melonjak 3% menyusul proyeksi kinerja kuartal dan tahun penuh yang positif, diikuti oleh American Airlines dan Delta Air Lines yang masing-masing naik lebih dari 1,5%. Halliburton juga mencatatkan kenaikan 2,7% setelah melampaui estimasi laba kuartal IV. Sementara itu, Johnson & Johnson turun 1,6% meskipun memproyeksikan penjualan dan laba tahun 2026 di atas ekspektasi Wall Street.
Secara keseluruhan, data LSEG I/B/E/S menunjukkan bahwa dari 33 perusahaan S&P 500 yang telah melaporkan laba kuartalannya hingga Jumat lalu, 84,8% di antaranya melampaui perkiraan analis, angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata jangka panjang sebesar 67,3%. Di sektor energi nuklir AS, sentimen positif muncul setelah Presiden Trump menyatakan dukungannya terhadap pengadaan energi nuklir, mendorong kenaikan saham NuScale Power sebesar 4,8%, Nano Nuclear Energy 4%, dan Oklo, yang didukung oleh Sam Altman, bertambah 2,7%. Namun, Kraft Heinz harus menerima penurunan hampir 1% setelah pengajuan regulasi mengindikasikan bahwa Berkshire Hathaway kemungkinan akan melepas kepemilikan 27,5% di perusahaan konsumen tersebut.
Ringkasan
Wall Street menunjukkan sedikit kenaikan pada Rabu (21/1/2026) setelah tiga bulan aksi jual tajam, didorong oleh pidato Presiden Donald Trump di Forum Ekonomi Dunia Davos. Trump menyatakan AS tidak akan menggunakan kekerasan untuk mengambil alih Greenland, melainkan mendorong negosiasi akuisisi. Pernyataan ini meredakan kekhawatiran pasar dan menstabilkan Indeks Volatilitas CBOE (VIX) setelah penurunan signifikan sehari sebelumnya.
Indeks-indeks utama AS seperti Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq Composite bergerak naik tipis, diikuti rebound saham teknologi besar. Meskipun sentimen membaik, investor tetap mewaspadai potensi eskalasi perang dagang dan menantikan rilis data ekonomi krusial AS minggu ini. Perhatian juga tertuju pada laporan laba perusahaan serta dinamika politik di Washington.