Shoesmart.co.id – Bursa saham Amerika Serikat menunjukkan resiliensinya pada perdagangan Selasa (17 Februari 2026) dengan membukukan kenaikan tipis, setelah sempat tertekan di awal sesi perdagangan. Kebangkitan sektor teknologi dan penguatan sektor keuangan menjadi mesin pendorong utama di balik performa pasar ini.
Mengutip data dari Reuters, Indeks Dow Jones Industrial Average berhasil naik 32,26 poin atau 0,07% ke level 49.533,19. Indeks S&P 500 juga mencatatkan kenaikan sebesar 7,05 poin atau 0,10% menjadi 6.843,22. Sementara itu, Nasdaq Composite mengungguli dengan penguatan sebesar 31,71 poin atau 0,14% ke posisi 22.578,38.
Simak Rekomendasi Saham ICBP, AMRT, CMRY, dan MYOR untuk Perdagangan Rabu (18/2/2026)
Sektor teknologi, yang sempat mengalami penurunan hingga 1,5% di awal perdagangan, secara mengejutkan berbalik arah dan menutup sesi dengan kenaikan 0,5%. Kenaikan saham Nvidia dan Apple menjadi bintang penyelamat, berhasil mengimbangi tekanan dari pelemahan saham Microsoft dan Oracle.
Sentimen AI Masih Membayangi Pasar
Dalam seminggu terakhir, kekhawatiran akan dampak disrupsi kecerdasan buatan (AI) terhadap model bisnis berbagai perusahaan telah memicu aksi jual signifikan di saham-saham sektor perangkat lunak, perusahaan sekuritas, hingga emiten logistik. Tekanan ini mengakibatkan tiga indeks utama Wall Street mencatatkan penurunan mingguan terburuk sejak pertengahan November.
Ekspansi Data Center Jadi Mesin Pertumbuhan TLKM, Cek Rekomendasinya
Ketidakpastian pasar semakin diperburuk dengan peluncuran model AI terbaru dari perusahaan teknologi asal Tiongkok, Alibaba, yang diberi nama Qwen 3.5. Model AI ini diklaim memiliki kemampuan untuk menjalankan tugas-tugas kompleks secara independen.
Meskipun sektor teknologi secara keseluruhan menunjukkan pemulihan, saham-saham perusahaan perangkat lunak masih berada di bawah tekanan. Indeks S&P 500 untuk sektor perangkat lunak ditutup turun 1,6%, dengan Intuit dan Cadence Design menjadi kontributor utama penurunan setelah masing-masing saham merosot lebih dari 5%.
Sektor Keuangan Jadi Penopang Dow Jones
Di sisi lain, sektor keuangan muncul sebagai salah satu sektor dengan kinerja terbaik. Penguatan saham bank-bank besar seperti Goldman Sachs dan JPMorgan Chase berperan penting dalam mengangkat Dow Jones dari posisi minus 0,7% di awal sesi menjadi zona positif saat penutupan perdagangan.
Lonjakan Aktivitas Ramadan Picu Risiko Penipuan, Indosat Andalkan Fitur Anti-Scam
Sebaliknya, sektor consumer staples menjadi sektor dengan kinerja terburuk, mengalami penurunan sebesar 1,5%. Saham General Mills mengalami penurunan tajam sebesar 7% setelah produsen sereal tersebut memangkas proyeksi penjualan dan laba inti tahunannya.
Fokus Pasar Tertuju pada Data Inflasi Pilihan The Fed
Para pelaku pasar saat ini tengah menantikan rilis data personal consumption expenditure (PCE), yang merupakan indikator inflasi favorit Federal Reserve, untuk mendapatkan petunjuk yang lebih jelas mengenai arah kebijakan suku bunga di masa mendatang.
Rilis data ini menyusul laporan inflasi konsumen yang lebih rendah dari perkiraan pada pekan lalu, yang sedikit meningkatkan ekspektasi pasar terhadap kemungkinan pemangkasan suku bunga pada tahun ini. Saat ini, pelaku pasar memperkirakan peluang sekitar 63% untuk pemangkasan suku bunga minimal 25 basis poin pada pertemuan The Fed yang dijadwalkan pada bulan Juni.
Lonjakan Aktivitas Ramadan Picu Risiko Penipuan, Indosat Andalkan Fitur Anti-Scam
Sejumlah pejabat The Fed juga memberikan sinyal yang beragam. Presiden Chicago Fed, Austan Goolsbee, menyatakan bahwa bank sentral memiliki ruang untuk memangkas suku bunga beberapa kali lagi jika inflasi terus menunjukkan penurunan menuju target 2%. Sementara itu, Gubernur Michael Barr berpendapat bahwa pemangkasan suku bunga berikutnya masih memerlukan waktu, mengingat masih adanya risiko terhadap prospek inflasi.
Presiden San Francisco Fed, Mary Daly, juga menekankan pentingnya mengkaji dampak AI terhadap produktivitas dan pertumbuhan ekonomi secara menyeluruh, tanpa memicu gelombang inflasi baru.
Aksi Korporasi Mendorong Kinerja Sejumlah Saham
Di luar sentimen makro, sejumlah aksi korporasi juga turut memengaruhi pergerakan saham individual. Norwegian Cruise Line mencatatkan lonjakan signifikan sebesar 12,1% setelah investor aktivis Elliott mengungkapkan kepemilikan saham perusahaan tersebut lebih dari 10%.
Saham Fiserv juga mengalami kenaikan sebesar 6,9% setelah laporan menyebutkan bahwa investor aktivis Jana Partners mengambil posisi di perusahaan pembayaran tersebut.
Saham-Saham Ini Berpotensi Jadi Penopang IDX Energy di Tengah Tekanan
Sementara itu, Masimo melesat 34,2% setelah Danaher mengumumkan akuisisi produsen alat pulse-oximeter tersebut senilai US$9,9 miliar, termasuk utang. Saham Danaher sendiri mengalami penurunan sebesar 2,9% menyusul pengumuman tersebut.
Secara keseluruhan, meskipun pergerakan pasar masih fluktuatif, terdapat tanda-tanda stabilisasi yang didukung oleh kinerja sektor teknologi dan keuangan. Pelaku pasar kini bersiap untuk menyambut arah kebijakan moneter selanjutnya.
Ringkasan
Bursa saham Amerika Serikat, pada Selasa (17 Februari 2026), menunjukkan pemulihan tipis setelah tertekan di awal perdagangan, didorong oleh kebangkitan sektor teknologi dan penguatan sektor keuangan. Indeks Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq Composite mencatatkan kenaikan, meskipun tipis. Sentimen AI masih membayangi pasar, memicu kekhawatiran tentang dampaknya pada berbagai model bisnis dan menyebabkan penurunan pada saham-saham sektor perangkat lunak.
Sektor keuangan menjadi penopang Dow Jones, sementara sektor consumer staples mengalami penurunan terburuk. Fokus pasar saat ini tertuju pada rilis data personal consumption expenditure (PCE) untuk mengukur inflasi, yang akan memberikan petunjuk mengenai kebijakan suku bunga The Fed. Selain itu, aksi korporasi seperti investasi aktivis dan akuisisi turut memengaruhi pergerakan saham individual.