Wall Street Bangkit! Saham Teknologi Pulih, Tapi AI Bikin Cemas?

Shoesmart.co.id NEW YORK. Wall Street menunjukkan tanda-tanda pemulihan pada perdagangan Jumat (6/2/2026), setelah sebelumnya tertekan sepanjang minggu akibat aksi jual saham-saham teknologi. Momentum positif ini, bagaimanapun, masih dibayangi oleh kekhawatiran pasar terkait belanja infrastruktur kecerdasan buatan (AI) yang melonjak, terutama setelah pengumuman dari Amazon.

Pada pukul 09.33 waktu setempat, indeks Dow Jones Industrial Average naik 1,08% ke level 49.437,32. Sementara itu, S&P 500 menguat 0,88% mencapai 6.858, dan Nasdaq Composite juga mengalami kenaikan sebesar 0,77% ke posisi 22.713,67. Indeks volatilitas CBOE (VIX), yang menjadi barometer ketakutan pasar, turun 2,54 poin menjadi 19,23, mengakhiri tren kenaikan selama tiga hari berturut-turut.

Wall Street Berjuang di Tengah Kekhawatiran Belanja AI dan Penurunan Saham Teknologi

S&P 500 dan Nasdaq, yang sebagian besar diisi oleh saham-saham teknologi, berhasil bangkit setelah mengalami penurunan selama tiga hari berturut-turut. Kebangkitan ini mencerminkan upaya investor untuk mengevaluasi kembali dampak dari lonjakan belanja modal perusahaan-perusahaan teknologi raksasa dalam pengembangan AI.

Saham Amazon mengalami penurunan tajam sebesar 9% setelah perusahaan memproyeksikan kenaikan belanja modal lebih dari 50% untuk tahun ini. Langkah ini semakin memperjelas gelombang investasi besar-besaran di bidang AI yang dilakukan oleh kelompok “Magnificent Seven,” julukan bagi perusahaan-perusahaan teknologi terbesar di Amerika Serikat.

Kecurigaan investor terhadap belanja AI sebenarnya sudah muncul sejak Microsoft mengumumkan rencana belanja modal besar pada akhir bulan lalu. Tekanan kemudian berlanjut ketika Alphabet juga mengungkap rencana serupa, yang menyebabkan Nasdaq terperosok ke level terendah dalam lebih dari dua bulan pada hari Kamis.

“Dalam setiap gelombang inovasi teknologi besar, selalu ada fase antusiasme yang tinggi, yang kemudian diikuti oleh periode penilaian yang lebih selektif,” jelas Kristina Hooper, Chief Market Strategist Man Group. Menurutnya, pasar saat ini tidak hanya menekan saham-saham perangkat lunak, tetapi juga perusahaan-perusahaan hyperscaler yang secara agresif meningkatkan belanja AI mereka.

Rebound Wall Street Diwarnai Anjloknya Saham Amazon Akibat Investasi AI

Pada perdagangan hari Jumat, saham Alphabet tercatat turun 0,7%, sementara Microsoft naik 1%. Nvidia, yang diprediksi akan menjadi salah satu pihak yang paling diuntungkan dari lonjakan belanja AI dan masih menunggu jadwal rilis kinerja, menguat 3%.

Saham-saham perusahaan perangkat lunak dan layanan data juga mulai menunjukkan pemulihan setelah tertekan selama sepekan terakhir akibat kekhawatiran bahwa AI generatif dapat menggerus permintaan bisnis tradisional. ServiceNow naik 0,7%, dan CrowdStrike menguat 2,6%.

Meskipun demikian, indeks S&P 500 Software and Services masih mencatat penurunan lebih dari 8% sepanjang minggu ini, kinerja terburuk sejak Maret 2020. Saham-saham produsen chip, yang sebelumnya juga mengalami tekanan, mulai stabil. Broadcom melonjak 4,8%, sementara indeks teknologi S&P 500 naik 2,8%.

Perdagangan berbasis AI, yang menjadi salah satu pendorong utama reli pasar pada tahun lalu, kini menghadapi ujian yang signifikan. Arus dana mulai beralih ke sektor-sektor yang lebih defensif, seperti barang-barang konsumsi dan telekomunikasi.

Rotasi ini terjadi bersamaan dengan penurunan aset-aset berisiko, di mana harga Bitcoin tercatat turun sekitar 50% dari puncaknya pada Oktober lalu.

Wall Street Berjuang di Tengah Tekanan Saham Teknologi Menjelang Akhir Tahun

Indeks Russell 2000 naik 2,2%. Indeks saham berkapitalisasi kecil S&P 600 dan menengah S&P 400 sama-sama menuju kenaikan lebih dari 1% sepanjang minggu ini, sejalan dengan indeks S&P 500 Value yang juga naik di atas 1%.

Dari sisi kinerja emiten, sekitar 80% dari 270 perusahaan yang tergabung dalam indeks S&P 500 yang telah melaporkan laba kuartalan berhasil melampaui ekspektasi analis, menurut data LSEG. Angka ini lebih tinggi dari rata-rata kuartalan sebesar 67%.

Namun, saham Molina Healthcare mengalami penurunan tajam sebesar 29% setelah perusahaan asuransi kesehatan tersebut memproyeksikan laba untuk tahun 2026 jauh di bawah ekspektasi pasar.

Centene memproyeksikan laba tahunan di atas perkiraan, tetapi sahamnya tetap turun 6,2%. Sementara itu, Roblox melonjak lebih dari 5% setelah memproyeksikan nilai pemesanan fiskal 2026 di atas perkiraan Wall Street.

Wall Street Menguat, Saham Teknologi Memimpin Reli Sementara Nike Tertekan Penjualan di China

Ke depan, para pelaku pasar akan menantikan rilis data ketenagakerjaan AS untuk bulan Januari yang tertunda hingga pekan depan. Data inflasi terbaru menunjukkan bahwa ekonomi AS masih cukup solid, meskipun sejumlah indikator pasar tenaga kerja mengindikasikan adanya tekanan yang belum sepenuhnya mereda.

Ringkasan

Wall Street menunjukkan pemulihan pada Jumat setelah tertekan oleh aksi jual saham teknologi, namun kekhawatiran belanja infrastruktur AI masih membayangi. Indeks Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq Composite mencatatkan kenaikan, sementara indeks volatilitas CBOE (VIX) menurun. Saham Amazon mengalami penurunan tajam setelah memproyeksikan kenaikan belanja modal untuk AI, memperjelas gelombang investasi besar-besaran di bidang ini.

Saham-saham perusahaan perangkat lunak dan layanan data juga mulai pulih, meskipun indeks S&P 500 Software and Services masih mencatat penurunan mingguan terbesar sejak Maret 2020. Pasar mengamati rotasi dana ke sektor defensif dan penurunan aset berisiko seperti Bitcoin. Investor menantikan data ketenagakerjaan AS dan terus mengevaluasi dampak belanja modal perusahaan teknologi pada pengembangan AI.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *