Wall Street Bergejolak: Saham Keuangan dan Teknologi Terpukul, Kekhawatiran AI Memicu Pelemahan
NEW YORK – Wall Street mengalami hari yang penuh gejolak pada penutupan perdagangan Jumat (27 Februari 2026), dengan sektor keuangan dan teknologi menjadi pemberat utama indeks. Sentimen investor tertekan oleh kombinasi faktor, termasuk kekhawatiran seputar kecerdasan buatan (AI), ketegangan geopolitik, dan inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan. Akibatnya, bursa saham Amerika Serikat (AS) mencatatkan penurunan bulanan terburuk dalam setahun terakhir.
Ketiga indeks utama, yaitu Dow Jones Industrial Average, S&P 500, dan Nasdaq Composite, ditutup dengan penurunan tajam. Bahkan, Dow Jones mencatatkan penurunan mingguan terdalam sejak pertengahan November.
Kekhawatiran utama yang membebani pasar adalah ketidakpastian mengenai biaya dan potensi disrupsi yang disebabkan oleh AI, kembalinya isu tarif perdagangan, serta ketegangan geopolitik yang terus meningkat.
Wall Street Melemah, Kekhawatiran AI Menyulut Kepanikan Investor
Indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite membukukan penurunan bulanan terdalam sejak Maret 2025. Di sisi lain, Dow Jones masih mampu mencatatkan kenaikan bulanan ke-10 berturut-turut, rekor terpanjang sejak Januari 2018.
Ryan Detrick, Chief Market Strategist di Carson Group, mengingatkan bahwa pasar tetap rentan terhadap guncangan dan ketidakpastian.
Data inflasi produsen (PPI) yang lebih tinggi dari perkiraan semakin memperburuk suasana hati investor. Angka ini meningkatkan ekspektasi bahwa Federal Reserve (The Fed) mungkin akan menunda pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat. Pasar saat ini memperkirakan probabilitas sebesar 94,1% bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga acuan pada kisaran 3,50%–3,75% pada pertemuan bulan Maret mendatang.
Saham Keuangan dan Teknologi Tertekan
Sektor keuangan mengalami tekanan setelah muncul laporan yang menyebutkan bahwa beberapa bank besar, termasuk Barclays, Jefferies, dan Wells Fargo, berpotensi menghadapi kerugian akibat runtuhnya penyedia hipotek asal Inggris, Market Financial Solutions Ltd. Saham Wells Fargo, Jefferies, dan Barclays yang terdaftar di AS, mengalami penurunan antara 4% hingga 9,3%.
ITSEC Asia (CYBR) Luncurkan SHECURE Digital, Lindungi Perempuan & Anak di Ruang Siber
Sementara itu, sektor teknologi terus menjadi beban bagi indeks. Kekhawatiran mengenai monetisasi AI dan biaya terkait menekan saham-saham di sektor chip dan perangkat lunak. Saham Nvidia, misalnya, turun 4,2%, memperpanjang pelemahan dari sesi sebelumnya meskipun perusahaan baru-baru ini melaporkan kinerja laba yang kuat. Hal ini mengindikasikan bahwa kekhawatiran investor terhadap prospek AI masih tetap tinggi. Perusahaan keamanan cloud, Zscaler, juga mengalami penurunan tajam sebesar 12,2% setelah melaporkan kerugian bersih kuartal kedua yang lebih besar dari perkiraan.
Saham Defensif Unggul
Di tengah tekanan pasar yang meluas, sektor-sektor defensif seperti kebutuhan pokok, kesehatan, dan utilitas justru menjadi penopang. Sektor kesehatan dan energi memimpin penguatan dalam indeks S&P 500, dengan sektor energi didorong oleh kenaikan harga minyak mentah.
Pergerakan Saham Individual
Beberapa saham mencatat pergerakan yang signifikan pada hari tersebut:
* Netflix melonjak 13,8% setelah mundur dari persaingan akuisisi Warner Bros Discovery, yang sahamnya turun 2,2%.
* Calon pembeli Warner, Paramount Skydance, justru melesat 20,8%.
* Perusahaan pembayaran Block melonjak 16,8% setelah mengumumkan pengurangan hampir separuh tenaga kerja untuk mempercepat integrasi AI.
* Produsen komputer Dell melesat 21,9% setelah memproyeksikan pertumbuhan pendapatan signifikan dari server berbasis AI hingga tahun fiskal 2027.
S&P Wanti-wanti Beban Bunga Utang RI, Rupiah Bisa Makin Terperosok
Penutupan Indeks
Pada akhir perdagangan:
* Dow Jones turun 521,28 poin (-1,05%) ke 48.977,92
* S&P 500 turun 29,98 poin (-0,43%) ke 6.878,88
* Nasdaq turun 210,17 poin (-0,92%) ke 22.668,21
Volume transaksi di bursa AS mencapai 20,85 miliar saham, sedikit di atas rata-rata 20 hari terakhir sebesar 20,19 miliar saham. Secara keseluruhan, jumlah saham yang turun melampaui yang naik di NYSE dengan rasio 1,31:1 dan di Nasdaq sebesar 1,98:1, menegaskan sentimen *risk-off* yang mendominasi pasar.
Ringkasan
Wall Street mengalami penurunan tajam pada hari Jumat, dipicu oleh kekhawatiran terkait AI, ketegangan geopolitik, dan inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan. Sektor keuangan dan teknologi menjadi pendorong utama pelemahan indeks, dengan saham-saham bank besar dan perusahaan teknologi tertekan. Indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite mencatatkan penurunan bulanan terburuk sejak Maret 2025.
Data inflasi produsen (PPI) yang lebih tinggi dari perkiraan meningkatkan ekspektasi bahwa The Fed mungkin akan menunda pemangkasan suku bunga. Di tengah tekanan pasar, saham-saham defensif seperti kebutuhan pokok, kesehatan, dan utilitas justru mengalami penguatan. Beberapa saham individual mencatat pergerakan signifikan, seperti Netflix yang melonjak setelah mundur dari persaingan akuisisi Warner Bros Discovery.