Volatilitas IHSG? Ini Strategi Investasi Saham Anti Boncos!

Shoesmart.co.id – JAKARTA. Volatilitas pasar saham saat ini menuntut investor untuk lebih bijak dalam menyusun strategi investasi. Keputusan investasi yang kurang tepat berpotensi menimbulkan kerugian yang signifikan.

Sergio Ticoalu, Chief Marketing Officer (CMO) PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), menyoroti kebiasaan investor ritel yang seringkali mengambil keputusan berdasarkan informasi yang tidak valid, seperti euforia sesaat di komunitas atau hanya mengandalkan broker summary. Kebiasaan ini, menurutnya, seringkali berujung pada aksi jual panik (panic selling) ketika pasar berbalik arah.

“Banyak investor ritel merasa seolah-olah mengikuti pergerakan bandar, padahal sebenarnya mereka hanya bereaksi terhadap data yang sudah usang,” ungkap Sergio saat dikonfirmasi oleh Kontan pada hari Rabu, 1 April 2026.

Ia menambahkan, “Banyak investor ritel yang belum paham bahwa broker summary hanyalah rekapitulasi transaksi yang muncul setelah penutupan pasar. Di berbagai komunitas, data yang sudah kedaluwarsa ini seringkali dipoles menjadi narasi seolah bandar sedang mengakumulasi saham, dengan tujuan memicu aksi beli ritel secara besar-besaran.”

Sergio menekankan bahwa mengandalkan data yang terlambat di pasar yang bergerak dinamis adalah sebuah risiko besar. Tanpa didukung oleh analisis fundamental dan riset yang komprehensif, investor hanya membaca “jejak” di permukaan. Oleh karena itu, penggunaan aplikasi saham terbaik yang menyediakan transparansi data real-time menjadi sangat penting. Hal ini krusial agar investor tidak hanya menjadi penyedia likuiditas bagi pemain besar yang ingin keluar dari posisi (exit strategy).

“Jangan lagi membuat keputusan trading hanya karena sedang ramai dibicarakan di komunitas atau terjebak dalam ilusi broker summary. Belajarlah membaca pasar dengan standar yang lebih tinggi melalui riset yang akurat,” tegas Sergio.

Lebih lanjut, Sergio menyampaikan komitmen IPOT untuk mengarahkan penggunanya ke dalam ekosistem Smart Money. IPOT menyediakan akses data real-time berbasis order flow dan live orderbook. Dengan dukungan market intelligence system, keputusan investasi saham diharapkan menjadi lebih akurat dengan risiko yang lebih terkendali.

Kinerja BUMA Internasional Grup (DOID) Tertekan pada 2025, Begini Rekomendasi Analis

Berbeda dengan investor ritel pada umumnya, investor institusi dan asset management tidak terpengaruh oleh kebisingan (noise) dari komunitas. Mereka menerapkan analisis fundamental, makroekonomi, serta struktur pasar secara disiplin. Untuk menjembatani kesenjangan ini, IPOT menghadirkan IPOT Views.

Platform riset ini dirancang dengan standar institutional-grade research yang setara dengan alat analisis yang digunakan oleh asset management lokal maupun asing. Kehadiran IPOT Views membuktikan komitmen IPOT sebagai aplikasi saham terbaik yang memfasilitasi investor ritel dengan alat navigasi setajam investor profesional. Riset ini bukan sekadar pelengkap, melainkan fondasi utama agar setiap keputusan investasi saham tidak lagi didasarkan pada spekulasi semata.

Wika Gedung (WEGE) Catat Nilai Kontrak Baru Rp 464,67 Miliar per Maret 2026

Selain riset, dengan dukungan dana kelolaan sekitar Rp 312 triliun, IPOT menawarkan sejumlah fitur unggulan. Salah satunya adalah fitur xRDN yang memungkinkan dana yang belum terpakai (idle funds) tetap produktif dengan potensi return sekitar 2% per tahun – 100 kali lipat lebih tinggi dari bunga RDN bank umum.

IPOT juga menyediakan indikator trading live yang menyajikan data transparan dan real-time, serta keamanan berlapis untuk proteksi anti-phishing guna menjaga keamanan aset investor.

Ringkasan

Volatilitas pasar saham menuntut investor untuk lebih bijak dalam berinvestasi. Sergio Ticoalu dari Indo Premier Sekuritas menyoroti kebiasaan investor ritel yang sering mengambil keputusan berdasarkan informasi yang tidak valid dan broker summary yang sudah usang, sehingga rentan melakukan panic selling.

IPOT berkomitmen mengarahkan investor ke ekosistem Smart Money dengan menyediakan akses data real-time, IPOT Views dengan standar institutional-grade research, serta fitur xRDN untuk memaksimalkan dana yang belum terpakai. Hal ini bertujuan agar investor ritel dapat membuat keputusan investasi yang lebih akurat dan terkendali, tidak hanya menjadi penyedia likuiditas bagi pemain besar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *