Shoesmart.co.id – JAKARTA. Perdagangan saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) dibuka dengan sentimen positif pada hari Jumat (13 Februari 2026). Data yang dihimpun Kontan pada pukul 10.28 WIB menunjukkan bahwa saham UNVR mengalami kenaikan sebesar 2,17% ke level Rp 2.350.
Meskipun demikian, secara year to date (ytd), kinerja saham UNVR masih mencatatkan koreksi sebesar 10,31%. Namun, patut dicatat bahwa dalam enam bulan terakhir, saham emiten konsumer ini justru menunjukkan tren positif dengan penguatan mencapai 31,65%.
Kinerja positif ini sejalan dengan laporan keuangan terbaru UNVR yang menunjukkan peningkatan laba signifikan. Pada tahun 2025, UNVR berhasil membukukan laba sebesar Rp 7,64 triliun, melonjak tajam sebesar 126,82% secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan dengan laba tahun sebelumnya yang hanya sebesar Rp 3,36 triliun. Akan tetapi, jika kontribusi dari bisnis es krim dan teh Sariwangi tidak diperhitungkan, laba bersih UNVR tercatat sekitar Rp 3,5 triliun.
Dari sisi pendapatan, top line perusahaan juga mengalami pertumbuhan yang menggembirakan. Penjualan bersih UNVR hingga akhir tahun 2025 mencapai Rp 31,94 triliun, meningkat 4,34% yoy dibandingkan dengan posisi tahun 2024 yang sebesar Rp 30,62 triliun.
Buyback Saham Marak Sejak Februari 2026, Analis Nilai Berdampak Positif Jangka Pendek
Presiden Direktur UNVR, Benjie Yap, menyampaikan bahwa di tahun 2026, perusahaan akan tetap fokus pada pertumbuhan yang didorong oleh peningkatan kualitas dan volume penjualan. Bahkan, UNVR menargetkan pertumbuhan yang melampaui tren pasar.
“Kami mengawali tahun 2026 dengan keyakinan yang kuat pada fondasi yang telah kami bangun dan fokus yang jelas untuk memberikan dampak positif,” ujar Benjie dalam pemaparan kinerja tahun 2025 pada hari Kamis (12 Februari 2026).
Ringkasan
Saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) dibuka positif pada 13 Februari 2026, naik 2,17% menjadi Rp 2.350. Kenaikan ini didorong oleh laporan keuangan tahun 2025 yang menunjukkan peningkatan laba signifikan sebesar 126,82% menjadi Rp 7,64 triliun dibandingkan tahun sebelumnya.
Penjualan bersih UNVR juga meningkat 4,34% menjadi Rp 31,94 triliun. Perusahaan menargetkan pertumbuhan yang melampaui tren pasar di tahun 2026, dengan fokus pada peningkatan kualitas dan volume penjualan, menurut Presiden Direktur UNVR, Benjie Yap.