Harga Emas Antam Tembus Rp2,17 Juta, Rekor ke-11 Kali Bulan Ini
Jakarta, IDN Times – Harga emas logam mulia PT Aneka Tambang Tbk atau Antam menunjukkan performa luar biasa sepanjang September 2025. Komoditas investasi populer ini terus melonjak, mencatatkan rekor demi rekor yang mengesankan bagi para investor.
Pada hari ini, 24 September 2025, harga emas Antam berhasil menembus level tertinggi baru, mencapai Rp2.174.000 per gram. Ini merupakan rekor tertinggi kesebelas kalinya dalam bulan ini saja, menegaskan tren kenaikan yang sangat kuat. Tidak hanya harga beli emas, harga jual kembali atau buyback di Butik Antam juga turut mencetak rekor, kini menyentuh Rp2.021.000 per gram.
Lonjakan harga emas Antam ini membawa kabar gembira bagi masyarakat yang telah berinvestasi sejak beberapa waktu lalu. Keuntungan yang dapat diraup bahkan bisa mencapai puluhan persen, membuktikan daya tarik emas sebagai aset lindung nilai dan investasi jangka panjang. Berikut adalah rincian potensi keuntungan yang bisa didapatkan.
1. Untung 40 Persen dengan Menjual Emas yang Dibeli Tahun Lalu
Bagi Anda yang membeli emas Antam sejak tahun lalu, momen ini adalah waktu yang sangat menguntungkan untuk merealisasikan keuntungan. Berdasarkan data dari situs logammulia.com, harga emas pada 24 September 2024 tercatat sebesar Rp1.443.000 per gram.
Dengan harga buyback hari ini yang mencapai Rp2.021.000 per gram, perhitungan keuntungannya sangat jelas: Rp2.021.000 (harga buyback saat ini) dikurangi Rp1.443.000 (harga beli tahun lalu) menghasilkan selisih Rp578.000. Ini berarti, untuk setiap gram emas Antam yang dibeli setahun lalu, investor bisa meraup keuntungan sebesar 40,05 persen.
2. Jika Beli Emas 5 Tahun Lalu, Dijual Hari Ini Untungnya Melebihi 76 Persen
Potensi keuntungan akan jauh lebih besar jika Anda telah memiliki emas Antam sejak periode yang lebih lama. Sebagai contoh, investasi yang dilakukan sejak tahun 2021 menawarkan imbal hasil yang sangat menarik. Pada 24 September 2021, harga emas Antam berada di level Rp917.000 per gram, dengan harga buyback Rp802.000 per gram.
Apabila emas tersebut dijual hari ini dengan harga buyback Rp2.021.000, maka keuntungannya adalah Rp2.021.000 dikurangi Rp917.000, menghasilkan angka fantastis sebesar Rp1.104.000 per gram. Secara persentase, ini berarti keuntungan yang didapatkan mencapai 76,5 persen dari modal awal. Angka ini menegaskan posisi emas sebagai investasi yang tangguh dalam jangka panjang.
3. Harga Emas Antam Sudah Cetak Rekor 11 Kali Berturut-turut Bulan Ini
Konsistensi kenaikan harga emas Antam di bulan September 2025 ini patut mendapat perhatian. Sejak awal bulan, harga emas batangan ini terus memecahkan rekor, dimulai pada 3 September 2025 dengan harga Rp2.035.000 per gram. Tren positif ini terus berlanjut hingga puncaknya hari ini. Berikut adalah daftar rekor harga emas Antam yang tercatat selama September 2025:
- 3 September 2025: Rp2.035.000
- 4 September 2025: Rp2.044.000
- 6 September 2025: Rp2.060.000
- 9 September 2025: Rp2.086.000
- 11 September 2025: Rp2.095.000
- 16 September 2025: Rp2.105.000
- 17 September 2025: Rp2.115.000
- 20 September 2025: Rp2.122.000
- 22 September 2025: Rp2.123.000
- 23 September 2025: Rp2.164.000
- 24 September 2025: Rp2.174.000
Fenomena ini sekali lagi menyoroti peran emas sebagai pilihan investasi yang stabil dan menguntungkan, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi global. Investor yang cerdas tentu akan terus memantau pergerakan harga emas Antam sebagai bagian penting dari strategi portofolio mereka.
Ringkasan
Harga emas Antam terus mencetak rekor tertinggi sepanjang September 2025, mencapai Rp2.174.000 per gram pada tanggal 24 September, sekaligus menjadi rekor ke-11 bulan ini. Kenaikan ini memberikan keuntungan signifikan bagi investor, dengan potensi keuntungan mencapai 40% bagi yang membeli emas setahun lalu, dan lebih dari 76% bagi yang membelinya lima tahun lalu.
Konsistensi kenaikan harga emas Antam sepanjang bulan September menunjukkan stabilitasnya sebagai investasi yang menguntungkan. Daftar rekor harga yang terus diperbarui setiap beberapa hari menegaskan bahwa emas tetap menjadi pilihan menarik, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi global.