UMKM DKI Jakarta Go Global: Dukungan BI untuk Ekspor

Shoesmart.co.id JAKARTA – Bank Indonesia (BI) Provinsi DKI Jakarta secara resmi meluncurkan serangkaian program unggulan, yaitu Pendampingan JAWARA dan Export Coaching Program (ECP) 2026. Inisiatif ini bertujuan untuk memperkuat fondasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Jakarta, menjadikannya lebih kompetitif, adaptif terhadap perubahan, dan mampu menembus pasar ekspor yang lebih luas.

Program strategis ini merupakan hasil kolaborasi erat antara Bank Indonesia dengan berbagai pemangku kepentingan utama. Kemitraan ini melibatkan PPEJP Kementerian Perdagangan RI, Dinas PPKUKM Provinsi DKI Jakarta, OJK Jabodebek, serta Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), yang bersama-sama berkomitmen untuk mendukung kemajuan UMKM.

Menurut Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta, Lily Mochamad Sadeli, pengembangan UMKM merupakan langkah krusial dalam mendukung agenda strategis pemerintah. Upaya ini ditujukan untuk memperkuat sektor riil, yang pada gilirannya akan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Indonesia.

: Rano Karno Dukung BI DKI Jakarta, Dorong Film jadi Sumber Pertumbuhan Baru

“Di era perdagangan global yang dinamis dan perubahan preferensi konsumen yang cepat, UMKM harus terus berinovasi dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Hal ini mencakup peningkatan mutu produk, penguatan merek (branding), pemanfaatan teknologi digital, serta pemenuhan standar kualitas yang berlaku di pasar internasional,” ungkap Lily Mochamad Sadeli dalam keterangan resminya, Rabu (13/5/2026).

Program JAWARA dirancang sebagai program pengembangan UMKM yang komprehensif dan terintegrasi dari hulu ke hilir (end-to-end). Program ini mencakup berbagai aspek, mulai dari onboarding digital untuk meningkatkan visibilitas online, penguatan praktik bisnis berkelanjutan untuk menjaga daya saing jangka panjang, pengembangan sektor ekonomi kreatif dan pariwisata yang memiliki potensi besar, hingga fasilitasi perluasan akses pasar ekspor untuk menjangkau konsumen global. Antusiasme pelaku UMKM terhadap program ini sangat tinggi, terbukti dengan jumlah pendaftar yang mencapai 879 UMKM.

: Ekonomi Jakarta Kuartal I/2026 Tumbuh 5,59%, BI DKI: Permintaan Domestik Solid

Dari total pendaftar, sebanyak 352 UMKM dinyatakan memenuhi syarat (eligible) untuk mengikuti program JAWARA Go-Onboard. Selanjutnya, 40 UMKM terbaik dipilih untuk mengikuti pendampingan intensif dalam program JAWARA Go-Sustain (berkelanjutan), Go-Tourism (pariwisata), dan Go-Export (ekspor), yang dirancang untuk memberikan dukungan yang lebih mendalam dan terarah.

Sementara itu, ECP tahun 2026 menarik minat 122 pendaftar, di mana 30 UMKM terpilih untuk mengikuti program pendampingan ekspor secara intensif hingga September 2026. Program ini akan membekali para pelaku UMKM dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk berhasil di pasar ekspor.

“Selain JAWARA dan ECP, kami terus memperkuat ekosistem pengembangan UMKM melalui berbagai program strategis lainnya. Program-program ini meliputi Citra Nusa untuk pengembangan UMKM wastra (kain tradisional) dan kriya (kerajinan tangan), serta Cangkir Barista untuk mendorong transformasi barista menjadi coffee-preneur (pengusaha kopi),” jelas Lily Mochamad Sadeli.

Untuk memfasilitasi pertumbuhan UMKM, berbagai kegiatan business matching pembiayaan dan ekspor juga akan diselenggarakan. Kegiatan ini bertujuan untuk mempertemukan UMKM dengan calon pembeli (buyer) potensial, baik dari dalam negeri maupun internasional. Seluruh rangkaian program ini akan diperkuat melalui penyelenggaraan Jakarta Kreatif Festival (JKF) 2026 yang akan berlangsung pada 4–5 Juli 2026 di Istora Senayan, Jakarta.

“Melalui kolaborasi yang solid dan pendampingan yang berkelanjutan, Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta berharap UMKM di Jakarta dapat semakin siap bersaing di pasar domestik maupun global,” pungkasnya.

Program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kapasitas usaha dan kualitas produk UMKM, tetapi juga membuka peluang pasar baru serta memperkuat kontribusi UMKM terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional secara signifikan.

Ringkasan

Bank Indonesia (BI) Provinsi DKI Jakarta meluncurkan program Pendampingan JAWARA dan Export Coaching Program (ECP) 2026 untuk memperkuat UMKM agar lebih kompetitif dan mampu menembus pasar ekspor. Program ini merupakan hasil kolaborasi dengan berbagai pihak seperti PPEJP Kementerian Perdagangan RI, Dinas PPKUKM DKI Jakarta, OJK Jabodebek, dan LPEI. Pengembangan UMKM dianggap krusial untuk mendukung agenda strategis pemerintah dan mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif.

Program JAWARA meliputi berbagai aspek pengembangan UMKM, dari onboarding digital hingga fasilitasi akses pasar ekspor. ECP 2026 akan membekali UMKM dengan pengetahuan dan keterampilan untuk berhasil di pasar ekspor. Selain itu, BI DKI juga memperkuat ekosistem UMKM melalui program Citra Nusa dan Cangkir Barista, serta menyelenggarakan business matching pembiayaan dan ekspor dan Jakarta Kreatif Festival (JKF) 2026.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *