Uji Coba Bus Listrik VKTR di Semarang: Gandeng Karoseri Laksana

Shoesmart.co.id JAKARTA. PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR), emiten manufaktur kendaraan listrik komersial, berkolaborasi dengan perusahaan karoseri Laksana dalam uji coba bus listrik berukuran 12 meter di Koridor 1 Trans Semarang. Uji coba yang difasilitasi oleh Dinas Perhubungan Kota Semarang ini dimulai pada Jumat, 13 Februari lalu.

Saat ini, 122 bus listrik rakitan VKTR telah melayani masyarakat Jakarta melalui berbagai operator Transjakarta. Selain itu, 30 unit bus lainnya sedang dalam proses pengerjaan karoseri di Laksana, menandakan komitmen berkelanjutan VKTR dalam mendukung transportasi ramah lingkungan.

Selama satu bulan penuh, satu unit bus listrik 12 meter hasil kolaborasi VKTR dan Laksana akan diuji coba pada rute Terminal Mangkang – Terminal Penggaron. Bus ini akan melayani penumpang secara langsung, memungkinkan evaluasi komprehensif dari aspek teknis, operasional, hingga pengalaman pengguna. Data dari uji coba ini akan menjadi landasan penting untuk pengembangan selanjutnya.

Sebagai langkah awal sebelum uji coba, VKTR dan Laksana menginisiasi Focus Group Discussion (FGD) bertema “Strategi Modernisasi dan Transisi Bus Listrik Menuju Angkutan Umum Kota Semarang yang Berkelanjutan” pada awal pekan. FGD ini bertujuan untuk menjaring masukan dan menyelaraskan visi terkait implementasi bus listrik di Semarang.

Forum diskusi tersebut dihadiri oleh perwakilan Dinas Perhubungan Kota Semarang, BLU UPTD Trans Semarang, serta sejumlah operator lokal. VKTR memanfaatkan kesempatan ini untuk memaparkan kesiapan teknologi kendaraan listrik, berbagai skema pembiayaan yang tersedia, serta standar keselamatan operasional yang diterapkan, sebagai bagian dari solusi elektrifikasi transportasi publik yang komprehensif.

Bertepatan dengan seremoni uji coba, bus listrik VKTR dan Laksana juga menjalani uji KIR (uji berkala kelayakan kendaraan). Prosedur ini penting untuk memastikan bus memenuhi standar keselamatan dan layak beroperasi di jalan raya.

Direktur dan Chief Operational Officer VKTR, V. Bimo Kurniatmoko, menekankan bahwa uji coba ini adalah bagian dari strategi ekspansi nasional perusahaan. VKTR, sebagai pionir perusahaan kendaraan listrik completely knock down (CKD) di Indonesia, tidak hanya berkomitmen menyediakan kendaraan listrik, tetapi juga aktif mendorong adopsi kendaraan listrik di berbagai sektor, termasuk transportasi umum.

Keberhasilan penyediaan bus listrik untuk Transjakarta menjadi motivasi bagi VKTR dan Laksana untuk mereplikasi kesuksesan ini di kota-kota lain. Oleh karena itu, VKTR mengapresiasi kepercayaan yang diberikan oleh Dinas Perhubungan Kota Semarang dan Trans Semarang dalam uji coba ini. “Ini merupakan momentum penting bagi kami serta bukti komitmen kami dalam mendukung transformasi transportasi publik ke arah yang lebih bersih dan berkelanjutan,” ungkapnya dalam keterangan resmi.

Direktur Teknik Laksana, Stefan Arman, menambahkan bahwa kolaborasi industri adalah kunci untuk mempercepat elektrifikasi transportasi umum. Laksana, sebagai perusahaan karoseri nasional, berkomitmen mendukung pengembangan bus listrik melalui inovasi desain dan standar keselamatan yang tinggi.

“Kolaborasi bersama VKTR di Semarang ini menunjukkan bahwa industri dalam negeri memiliki kesiapan untuk menghadirkan solusi transportasi publik yang modern, efisien, dan ramah lingkungan,” jelas Stefan.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang, Danang Kurniawan, mengapresiasi inisiatif uji coba bus listrik ini sebagai bagian dari rencana modernisasi armada Trans Semarang. Beliau menyambut baik uji coba ini sebagai langkah awal menuju transformasi angkutan umum yang lebih ramah lingkungan.

“Evaluasi selama masa trial akan menjadi dasar penting dalam mempersiapkan implementasi bus listrik secara lebih luas di Kota Semarang, sejalan dengan komitmen kami menghadirkan layanan transportasi publik yang nyaman, aman, dan berkelanjutan bagi masyarakat,” kata Danang Kurniawan.

Kota Semarang sendiri tengah mempersiapkan pengadaan 27 unit bus listrik 12 meter pada tahun 2026 untuk Koridor 1, sebagai bagian dari modernisasi armada. Uji coba ini diharapkan menjadi fondasi penting dalam proses evaluasi menuju implementasi bus listrik yang lebih luas di masa depan.

Melalui kolaborasi strategis antara pemerintah daerah dan pelaku industri nasional, VKTR optimis bahwa kehadiran bus listrik di Semarang akan membuka babak baru bagi ekspansi kendaraan listrik nasional di sektor transportasi publik, memberikan dampak positif bagi lingkungan dan kualitas hidup masyarakat.

Akhiri Lebih Cepat, Darma Henwa (DEWA) Realisasikan Buyback Saham Rp 949,99 Miliar

Ringkasan

PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) bekerja sama dengan karoseri Laksana untuk menguji coba bus listrik 12 meter di Koridor 1 Trans Semarang, dimulai 13 Februari. Uji coba selama satu bulan pada rute Terminal Mangkang – Terminal Penggaron ini bertujuan mengevaluasi aspek teknis, operasional, dan pengalaman pengguna, serta menjaring masukan melalui Focus Group Discussion (FGD).

Uji coba ini merupakan bagian dari strategi ekspansi nasional VKTR, setelah sebelumnya sukses menyediakan bus listrik untuk Transjakarta. Dinas Perhubungan Kota Semarang menyambut baik inisiatif ini sebagai langkah awal modernisasi armada Trans Semarang menuju transportasi publik yang lebih ramah lingkungan. Semarang berencana mengadakan 27 unit bus listrik 12 meter pada 2026.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *