Shoesmart.co.id JAKARTA. PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) baru-baru ini mengumumkan adanya perubahan komposisi kepemilikan saham. Salah satu pemegang saham utama, Triputra Investindo Arya, dilaporkan telah melepas sebagian kecil sahamnya di perusahaan tersebut.
Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), terungkap bahwa Triputra Investindo Arya telah menjual sebanyak 3.841.900 lembar saham AADI pada tanggal 18 Februari 2026. Transaksi penjualan ini dilakukan pada harga Rp 8.789 per saham, menghasilkan dana segar sebesar Rp 33,77 miliar bagi Triputra Investindo Arya.
“Tujuan dari transaksi ini adalah untuk divestasi dengan status kepemilikan langsung,” demikian pernyataan resmi dari Triputra Investindo Arya dalam keterbukaan informasi yang dipublikasikan pada hari Jumat (20/2/2026). Langkah ini mengindikasikan strategi perusahaan untuk melakukan penyesuaian portofolio investasi.
OJK Bongkar Manipulasi Saham IMPC pada 2016, Jatuhkan Sanksi Bagi Pihak yang Terlibat
Setelah transaksi penjualan ini, kepemilikan saham AADI oleh Triputra Investindo Arya mengalami sedikit penurunan. Semula menggenggam 38.570.700 lembar saham atau setara dengan 0,50% kepemilikan, kini jumlahnya berkurang menjadi 34.728.800 lembar saham atau setara dengan 0,45%.
Menyusul pengumuman ini, harga saham AADI terpantau mengalami koreksi. Pada penutupan perdagangan hari Jumat (20/2/2026), harga saham AADI tercatat turun 2,36% ke level Rp 9.325 per saham. Pergerakan harga saham ini menunjukkan reaksi pasar terhadap perubahan komposisi kepemilikan saham di perusahaan.
Ringkasan
Triputra Investindo Arya telah menjual 3.841.900 lembar saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) pada tanggal 18 Februari 2026, dengan harga Rp 8.789 per saham. Penjualan ini menghasilkan dana sebesar Rp 33,77 miliar bagi Triputra Investindo Arya dan bertujuan untuk divestasi langsung.
Setelah transaksi tersebut, kepemilikan saham Triputra Investindo Arya di AADI menurun dari 0,50% menjadi 0,45%. Harga saham AADI juga mengalami koreksi, turun 2,36% menjadi Rp 9.325 per saham pada penutupan perdagangan hari Jumat (20/2/2026).