Trenggono Sentil Purbaya: Dana Kapal Jadi Polemik di KKP?

Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono melontarkan sindiran kepada Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa terkait anggaran pembangunan kapal. Sindiran ini berkaitan dengan pernyataan Purbaya sebelumnya yang menyoroti rendahnya penyerapan anggaran untuk mendukung industri galangan kapal nasional.

Trenggono menjelaskan bahwa dana pembangunan kapal di KKP berasal dari pinjaman Pemerintah Inggris. Penjelasan ini disampaikan melalui unggahan di akun Instagram pribadinya pada Selasa (10/2), di mana ia secara langsung meminta Purbaya untuk mengkonfirmasi ketersediaan anggaran tersebut kepada jajarannya di Kementerian Keuangan.

“Yang terhormat, supaya Anda paham dan cerdas, dana untuk pembangunan kapal tersebut bersumber dari pinjaman luar negeri dari Pemerintah Inggris,” tulis Trenggono dalam unggahannya. “Coba Anda tanya dulu deh sama anak buah Anda, benar gak uang (untuk) kapal itu sudah dikucurkan?”

Sindiran ini merupakan respons terhadap pernyataan Purbaya dalam sebuah acara yang diselenggarakan oleh Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia. Dalam acara tersebut, Purbaya menyoroti kurang optimalnya pemanfaatan galangan kapal nasional, meskipun pemerintah telah menyiapkan anggaran untuk pengadaan kapal.

“Kalau masih mau industri kita maju, permintaan domestik harus diamankan. Presiden bilang ada 2.491 kapal lebih dari 25 tahun umurnya,” ujar Purbaya, seperti dikutip dari keterangan tertulis Kementerian Keuangan. Ia menambahkan bahwa dana yang telah dialokasikan belum memberikan dampak signifikan bagi industri galangan kapal. “Salah satu yang saya lihat, kita punya kemampuan tapi underutilized (tak dimanfaatkan) karena tidak memberi kesempatan industri galangan kapal,” imbuhnya.

Sebelumnya, pada Januari lalu, Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan ke London. Dalam kunjungan tersebut, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menyatakan dukungan terhadap program pembangunan ribuan kapal tangkap ikan yang dicanangkan oleh pemerintah Indonesia.

“Mereka akan dukung rencana kita membangun 1.500 kapal ikan, karena kita mau besar-besaran investasi itu,” kata Prabowo pada 20 Januari 2026, seperti dikutip dari Antara.

Sebagai informasi tambahan, KKP mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp 13 triliun pada tahun ini. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan dengan anggaran tahun sebelumnya yang hanya sebesar Rp 4,8 triliun. Dengan anggaran yang meningkat ini, KKP diharapkan dapat lebih optimal dalam mendukung pengembangan sektor kelautan dan perikanan, termasuk melalui pembangunan kapal yang memanfaatkan pinjaman dari Pemerintah Inggris.

Ringkasan

Menteri KKP, Sakti Wahyu Trenggono, menyindir Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, terkait anggaran pembangunan kapal yang bersumber dari pinjaman Pemerintah Inggris. Sindiran ini muncul sebagai respons atas pernyataan Purbaya yang menyoroti rendahnya penyerapan anggaran untuk industri galangan kapal nasional, padahal pemerintah telah mengalokasikan dana untuk pengadaan kapal.

Trenggono meminta Purbaya untuk mengkonfirmasi ketersediaan dana pinjaman tersebut kepada jajarannya di Kementerian Keuangan. Pernyataan ini juga berkaitan dengan dukungan Pemerintah Inggris terhadap rencana pembangunan ribuan kapal tangkap ikan di Indonesia, dan anggaran KKP tahun ini meningkat signifikan menjadi Rp 13 triliun untuk mendukung pengembangan sektor kelautan dan perikanan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *