MALANG, Shoesmart.co.id – Pasar modal di wilayah kerja Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang menunjukkan performa menggembirakan. Nilai transaksi saham tercatat mencapai Rp5,780 triliun selama bulan Februari 2026.
Kepala OJK Malang, Farid Faletehan, mengungkapkan bahwa angka ini melonjak signifikan sebesar 112,04% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy). Pada Februari tahun sebelumnya, nilai transaksi tercatat sebesar Rp2,726 triliun.
“Jumlah investor pasar modal di wilayah kerja OJK Malang juga mengalami peningkatan pesat. Pada Februari 2026, tercatat sebanyak 441.454 Single Investor Identification (SID), tumbuh 45,76% yoy dari 302.860 SID pada tahun sebelumnya,” jelasnya pada Kamis (16/4/2026).
Baca Juga: Kejahatan Digital Sudah Jadi ‘Industri’, OJK Siapkan Senjata Baru Lawan Scam
Antusiasme investor ritel terhadap investasi saham dinilai masih tinggi, bahkan di tengah dinamika ekonomi domestik dan ketidakpastian global. Hal ini tercermin dari peningkatan SID C-BEST sebesar 40,54% yoy, mencapai 196.304 SID.
Selain saham, reksa dana juga menjadi pilihan investasi yang populer. Jumlah nasabah reksa dana meningkat signifikan sebesar 19% yoy. Di wilayah kerja OJK Malang, Kota Malang mencatatkan nilai penjualan reksa dana tertinggi dengan total transaksi sebesar Rp542,11 miliar, diikuti oleh Kabupaten Malang sebesar Rp151,24 miliar.
Baca Juga: Realisasi Kredit Perbankan di Wilker OJK Malang Tembus Rp110,36 Triliun
Ekonom Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya, Joko Budi Santoso, berpendapat bahwa pasar saham semakin menarik bagi investor, termasuk generasi muda. Ia menyebutnya sebagai instrumen investasi yang menjanjikan bagi “kaum rebahan”.
Peningkatan literasi keuangan dan kemudahan akses melalui berbagai platform online turut mendorong minat investasi di kalangan Gen Z dan milenial.
Baca Juga: OJK Soroti Keterbatasan Akses Pembiayaan UMKM, Peran Industri Penjaminan Didorong
Kemampuan investor dalam menganalisis informasi terbaru dan memahami sensitivitas pasar saham juga semakin baik. Hal ini membuat mereka lebih berhati-hati dalam memilih saham.
Banyak investor yang memilih untuk menginvestasikan dana mereka di reksa dana karena dinilai lebih aman dan tetap memberikan keuntungan (cuan) di tengah kondisi pasar yang tidak pasti.
Joko menekankan pentingnya sosialisasi dan imbauan dari OJK untuk mengurangi potensi moral hazard dalam upaya mencari keuntungan instan di pasar saham. Upaya ini dapat dilakukan melalui berbagai kegiatan literasi keuangan.
Ringkasan
Transaksi saham di wilayah kerja OJK Malang mencatatkan peningkatan signifikan pada Februari 2026, mencapai Rp5,780 triliun. Angka ini melonjak 112,04% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, didorong oleh antusiasme investor ritel dan kemudahan akses melalui platform online. Jumlah investor juga meningkat pesat, dengan 441.454 Single Investor Identification (SID) tercatat, naik 45,76% year-on-year (yoy).
Selain saham, reksa dana juga menjadi pilihan investasi populer di wilayah ini, dengan Kota Malang mencatatkan nilai penjualan reksa dana tertinggi. Peningkatan literasi keuangan dan pemahaman investor mengenai pasar saham turut berkontribusi terhadap pertumbuhan ini. OJK Malang terus melakukan sosialisasi untuk mengurangi potensi moral hazard dan meningkatkan literasi keuangan masyarakat.