Shoesmart.co.id, JAKARTA – Sejumlah saham unggulan di pasar modal Indonesia mencatatkan kinerja kurang memuaskan dan masuk dalam daftar 10 top laggards selama periode perdagangan 30 Maret – 2 April 2026. Beberapa saham dengan kapitalisasi besar (big caps), seperti BREN dan BYAN, serta saham-saham perbankan, menjadi faktor utama yang menekan laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama sepekan.
Menurut data dari Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) memimpin daftar saham dengan penurunan terdalam, terkoreksi sebesar 13,12% selama sepekan. Penurunan BREN ini memberikan kontribusi negatif sebesar 26,78 poin terhadap pergerakan IHSG. Menyusul di belakangnya, saham PT Bayan Resources Tbk. (BYAN) juga mengalami koreksi signifikan sebesar 13,59%, yang mengakibatkan penurunan indeks sebesar 26,67 poin.
Sektor perbankan juga turut memberikan tekanan pada IHSG selama periode ini. Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) melemah 2,92% dan menekan indeks sebesar 15,72 poin. PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) juga mengalami koreksi sebesar 1,87%, yang berdampak pada penurunan indeks sebesar 11,98 poin. Selain itu, saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) menekan IHSG sebesar 8,58 poin, sementara PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) memberikan tekanan sebesar 6,51 poin.
Selain saham-saham yang telah disebutkan, kinerja kurang menggembirakan dari saham PT Sinar Mas Multiartha Tbk. (SMMA) juga turut menekan IHSG sebesar 7,42 poin. Begitu pula dengan saham PT Mora Telematika Indonesia Tbk. (MORA) yang menahan 6,63 poin, PT Bank Mega Tbk. (MEGA) menahan 4,87 poin laju indeks, dan PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) menahan laju IHSG sebesar 4,56 poin.
Akibat dari lesunya kinerja saham-saham tersebut, IHSG tercatat mengalami penurunan sebesar 0,99% ke level 7.026,78 selama sepekan perdagangan (30 Maret – 2 April 2026). Koreksi ini juga berdampak pada penurunan nilai kapitalisasi pasar.
Berdasarkan data mingguan dari BEI, pergerakan IHSG secara kumulatif mengalami penurunan sebesar 70,27 poin dari posisi penutupan pada pekan sebelumnya, yaitu 7.097,05.
: Saham Emiten Afiliasi Salim-Panigoro dan Prajogo Masuk Daftar Top Laggards Sepekan
Sejalan dengan pergerakan indeks yang berada di zona negatif, kapitalisasi pasar juga mengalami penurunan sebesar 1,69%, dari Rp12.516 triliun pada pekan sebelumnya menjadi Rp12.305 triliun.
Koreksi juga terjadi pada rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) yang mengalami penurunan signifikan sebesar 36,69%. RNTH tercatat berada di angka Rp23,32 triliun pada periode 25–27 Maret 2026, namun merosot menjadi Rp14,77 triliun pada pekan ini.
: Biang Kerok Saham Konglomerat BREN, RATU Cs Masuk Top Laggards 2026
Daftar 10 top laggards IHSG sepekan:
Kode
Harga (%)
IHSG (Poin)
BREN
-13,12
-26,78
BYAN
-13,59
-26,67
BBRI
-2,92
-15,72
BBCA
-1,87
-11,98
BMRI
-2,31
-8,58
SMMA
-6,56
-7,42
MORA
-11,09
6,63
BBNI
-5,13
-6,51
MEGA
-9,38
-4,87
AMMN
-3,09
-4,56
Ringkasan
Sejumlah saham unggulan, termasuk BREN, BYAN, dan saham perbankan seperti BBRI dan BBCA, menjadi *top laggards* yang menekan IHSG pada periode 30 Maret – 2 April 2026. BREN dan BYAN mengalami koreksi signifikan, memberikan kontribusi negatif terbesar terhadap penurunan indeks. Sektor perbankan juga turut memberikan tekanan dengan penurunan pada saham BBRI, BBCA, BMRI, dan BBNI.
Penurunan kinerja saham-saham tersebut menyebabkan IHSG turun 0,99% menjadi 7.026,78 dan kapitalisasi pasar juga mengalami penurunan. Selain itu, rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) juga merosot tajam, menunjukkan sentimen pasar yang kurang menggembirakan. Daftar *top laggards* juga mencakup SMMA, MORA, MEGA, dan AMMN.