PT Teladan Prima Agro Tbk (TLDN) Gelontorkan Dana Hingga Rp 1,25 Triliun untuk Sewa PLTS
JAKARTA, Shoesmart.co.id – PT Teladan Prima Agro Tbk (TLDN) mengambil langkah strategis dengan mengalokasikan dana hingga Rp 1,25 triliun untuk penyewaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Investasi ini dilakukan melalui Perjanjian Induk dengan PT Akartha Energi Baru (AEB), yang akan menempatkan PLTS di area perkebunan milik anak-anak usaha TLDN, baik yang sudah beroperasi maupun yang akan datang.
Menurut manajemen TLDN dalam keterbukaan informasi pada Kamis (12/3/2026), inisiatif ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan tenaga listrik di lahan perkebunan anak usaha mereka. Langkah ini juga merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk meningkatkan efisiensi biaya operasional, menjamin pasokan energi yang lebih stabil, dan mengimplementasikan praktik bisnis yang lebih berkelanjutan.
Perjanjian Induk antara TLDN dan AEB ini telah berlaku efektif sejak 9 Maret 2026 dan akan terus berlanjut selama perjanjian kerjasama terkait penyewaan, pengoperasian, dan pemeliharaan PLTS antara TLDN dan masing-masing anak usahanya masih aktif. Sementara itu, perjanjian kerjasama terkait penyewaan, pengoperasian, dan pemeliharaan PLTS akan berlaku selama 10 tahun, terhitung sejak tanggal PLTS beroperasi penuh.
Kerjasama ini meliputi berbagai aspek penting, termasuk penyediaan lahan untuk pembangunan PLTS beserta fasilitas pendukungnya. Selain itu, AEB juga bertanggung jawab atas pengadaan panel surya dan sistem penyimpanan energi baterai yang diperlukan untuk membangun PLTS di lahan masing-masing anak usaha TLDN.
Lebih lanjut, kerjasama ini juga mencakup penunjukan pihak ketiga yang kompeten untuk melaksanakan pembangunan dan/atau pemasangan peralatan pendukung PLTS. TLDN juga akan melakukan pengawasan (quality control) terhadap PLTS yang dibangun dan dipasang, serta berkoordinasi dan berkonsultasi terkait penyaluran listrik PLTS di area-area yang membutuhkan.
TLDN dan AEB telah menyepakati harga sewa PLTS dengan kisaran Rp 1.500 hingga Rp 2.500 per kVA per jam. Dengan demikian, nilai keseluruhan rencana transaksi diperkirakan mencapai Rp 750 miliar jika dihitung dengan tarif sewa Rp 1.500 per kVA per jam, dan bisa mencapai Rp 1,25 triliun jika menggunakan tarif sewa Rp 2.500 per kVA per jam.
Transaksi ini tergolong sebagai transaksi afiliasi karena adanya hubungan antara TLDN dan AEB. Kedua perusahaan secara tidak langsung dikendalikan oleh Wishnu Wardhana dan keluarga. Wishnu Wardhana, yang menjabat sebagai Direktur Utama TLDN dan pemilik manfaat (beneficial owner) perseroan, memiliki hubungan keluarga dengan Katyana Azlia Wardhana (anggota komisaris AEB) dan Irviandra Fathan Gusman (Direktur Utama AEB). Katyana adalah putri dari Wishnu, sementara Irviandra adalah menantunya.
Ringkasan
PT Teladan Prima Agro Tbk (TLDN) menginvestasikan hingga Rp 1,25 triliun untuk menyewa Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dari PT Akartha Energi Baru (AEB). Langkah ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan listrik perkebunan anak usaha, meningkatkan efisiensi biaya, serta menjamin pasokan energi stabil dan berkelanjutan.
Perjanjian sewa PLTS berlaku selama 10 tahun sejak PLTS beroperasi penuh, dengan harga sewa antara Rp 1.500 hingga Rp 2.500 per kVA per jam. Transaksi ini merupakan afiliasi karena adanya hubungan keluarga antara Direktur Utama TLDN dan pemilik manfaat perusahaan dengan anggota komisaris dan Direktur Utama AEB.