Laporan Wartawan TribunPalu.com, Zulfadli
Shoesmart.co.id PALU – Menyambut Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah, Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulawesi Tengah (Sulteng) telah menyiapkan amunisi uang tunai sebesar Rp2,86 triliun. Langkah ini diambil untuk memastikan kebutuhan masyarakat akan uang tunai terpenuhi selama bulan suci dan perayaan Lebaran.
Ketersediaan dana yang signifikan ini ditujukan untuk mengantisipasi lonjakan permintaan uang tunai, terutama pecahan kecil yang menjadi bagian tak terpisahkan dari tradisi pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) dan sedekah.
Kepala Perwakilan BI Sulteng, Muhammad Irfan Sukarna, menjelaskan bahwa Ramadan dan Idulfitri adalah periode khusus yang ditandai dengan peningkatan tajam kebutuhan akan uang pecahan. Masyarakat cenderung mencari pecahan-pecahan tertentu yang dianggap memiliki nilai khusus, meskipun nominalnya kecil.
“Untuk Ramadan dan Idulfitri itu spesial karena biasanya orang butuh pecahan-pecahan yang punya arti lebih khusus walaupun nilainya lebih kecil,” ungkapnya.
Jumlah uang tunai yang disiapkan tahun ini lebih besar dari tahun sebelumnya. Tujuannya adalah untuk memastikan setiap kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi secara optimal, sekaligus mengantisipasi peningkatan aktivitas ekonomi selama Ramadan dan Lebaran.
Penyediaan dana sebesar Rp2,86 triliun ini mengalami peningkatan dibandingkan periode Ramadan tahun lalu, seiring dengan meningkatnya permintaan uang tunai yang dipicu oleh geliat ekonomi dan tradisi pembagian THR yang semakin meluas.
Untuk memfasilitasi penukaran uang, BI membuka layanan di Lapangan Pelti, Kelurahan Besusu Timur, Kecamatan Palu Timur, pada tanggal 2–3 Maret. Antusiasme masyarakat terlihat jelas dari pantauan TribunPalu.com pada Selasa, 3 Maret 2026, di mana antrean panjang telah mengular sejak pagi hari.

BI Sulteng juga mengerahkan satu unit mobil layanan penukaran uang keliling untuk menjangkau masyarakat lebih luas. Selanjutnya, layanan penukaran uang akan tersedia di Masjid Raya Darussalam mulai tanggal 4 hingga 11 Maret.
“Tahun ini kami menyediakan sekitar 2,8 triliun, lebih banyak dibandingkan Ramadan tahun lalu, supaya lebih banyak lagi masyarakat yang terpenuhi kebutuhan uang rupiahnya,” imbuh Irfan Sukarna.
Selain di Kota Palu, BI Sulteng juga menggandeng 22 perbankan untuk membuka 26 titik layanan penukaran uang yang tersebar di berbagai daerah, termasuk Tolitoli, Poso, Luwuk, dan Bungku. Kerjasama ini bertujuan untuk memperluas jangkauan layanan dan memudahkan masyarakat di berbagai wilayah untuk menukarkan uang.
Sebagai ibu kota provinsi, Kota Palu mendapatkan alokasi dana yang lebih besar dibandingkan wilayah lain, mengingat jumlah penduduk dan volume transaksi ekonominya yang lebih tinggi.
Untuk menghindari praktik percaloan yang merugikan, BI Sulteng mengimbau masyarakat untuk melakukan penukaran uang melalui layanan resmi yang telah disediakan. Dengan memanfaatkan layanan resmi, masyarakat dapat memastikan keamanan dan keabsahan uang yang ditukarkan.
(*)
Ringkasan
Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulawesi Tengah (Sulteng) menyiapkan Rp2,86 triliun uang tunai untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi peningkatan permintaan uang tunai, terutama pecahan kecil untuk THR dan sedekah. Layanan penukaran uang dibuka di Lapangan Pelti pada 2-3 Maret dan akan dilanjutkan di Masjid Raya Darussalam pada 4-11 Maret.
Selain itu, BI Sulteng bekerja sama dengan 22 perbankan membuka 26 titik layanan penukaran uang di berbagai daerah seperti Tolitoli, Poso, Luwuk, dan Bungku. Masyarakat diimbau untuk menukar uang melalui layanan resmi guna menghindari praktik percaloan dan memastikan keamanan serta keabsahan uang.