KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Penunjukan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) disambut positif oleh pelaku pasar, yang melihatnya sebagai katalis potensial untuk mendongkrak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Nafan Aji Gusta, Senior Market Chartist Mirae Asset Sekuritas, berpendapat bahwa pasar menaruh harapan besar pada kehadiran Thomas Djiwandono. Ia meyakini, Djiwandono dapat mempererat sinergi antara BI dan pemerintah, terutama dalam merumuskan kebijakan ekonomi yang lebih terpadu.
“Pelaku pasar berharap Thomas Djiwandono mampu menjembatani komunikasi antara Bank Indonesia dan pemerintah. Tujuannya, agar sinergi dalam penetapan kebijakan fiskal, kebijakan riil, serta kebijakan moneter semakin solid demi mewujudkan kemandirian ekonomi Indonesia,” ungkap Nafan kepada Kontan, Senin (26/1/2026).
Menurut Nafan, koordinasi kebijakan yang kuat dan terarah akan menciptakan stabilitas makroekonomi yang lebih baik. Hal ini, pada gilirannya, akan meningkatkan kepercayaan investor terhadap pasar keuangan domestik.
Sentimen positif ini tercermin pada pergerakan IHSG, yang ditutup menguat 0,27% ke level 8.975,33 pada perdagangan Senin (26/1/2026). Walaupun penguatannya masih terbatas, pasar mulai menunjukkan respons terhadap berbagai katalis domestik di tengah dinamika ekonomi global.
Dari sisi eksternal, pelaku pasar juga mencermati potensi The Federal Reserve untuk mempertahankan suku bunga acuannya dengan nada yang lebih dovish. Hal ini memicu harapan akan pemangkasan suku bunga di pertengahan tahun. Kondisi ini mendorong imbal hasil obligasi Amerika Serikat tenor 10 tahun mengalami penurunan, yang pada akhirnya menopang aset-aset berisiko.
Ke depan, Nafan memprediksi IHSG pada perdagangan Selasa (27/1/2026) akan bergerak dalam rentang support 8.890 dan 8.823, serta resistance 8.999 dan 9.076. Sentimen domestik, termasuk perkembangan kebijakan ekonomi, akan tetap menjadi fokus utama para investor.
Ringkasan
Penunjukan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur BI disambut baik oleh pasar, dilihat sebagai potensi katalis untuk IHSG. Pelaku pasar berharap Djiwandono dapat memperkuat sinergi antara BI dan pemerintah dalam kebijakan ekonomi.
Koordinasi kebijakan yang solid diharapkan menciptakan stabilitas makroekonomi dan meningkatkan kepercayaan investor. IHSG menguat tipis, dan pasar juga mencermati potensi kebijakan dovish The Fed yang dapat mendukung aset berisiko.