JAKARTA – Shoesmart.co.id – Pasar semakin yakin bahwa Federal Reserve (The Fed) akan kembali memangkas suku bunga pada bulan Desember. Keyakinan ini tumbuh setelah munculnya komentar-komentar yang condong ke arah pelonggaran (dovish) dari sejumlah pejabat bank sentral Amerika Serikat tersebut.
Data dari FedWatch yang dirilis oleh CME Group pada hari Selasa (18 November 2025) menunjukkan, optimisme pasar keuangan terhadap pemangkasan suku bunga di bulan Desember telah melampaui level 50%.
Saat ini, probabilitas pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin, menjadi di kisaran 3,50%—3,75%, mencapai 81,1%. Sementara itu, peluang The Fed untuk mempertahankan suku bunga pada level 3,75%—4,00% dalam pertemuan Desember mendatang berada di angka 18,9%.
Baca Juga: Gubernur The Fed Waller Dukung Penurunan Suku Bunga pada FOMC Desember
Angka ini sangat berbeda jika dibandingkan dengan probabilitas pemangkasan bunga pada pekan sebelumnya, tepatnya 18 November 2025.
Seminggu sebelumnya, pasar memperkirakan peluang pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin ke level 3,50%—3,75% hanya sebesar 42,9%. Sebaliknya, peluang mempertahankan suku bunga di level yang sama justru lebih besar, yaitu 57,1%.
Baca Juga: Harga Emas Hari Ini Naik Terpengaruh Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga The Fed
Komentar-komentar dovish dari beberapa pejabat The Fed dalam beberapa hari terakhir telah meningkatkan harapan pasar bahwa bank sentral AS akan benar-benar memangkas suku bunga pada pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) yang akan diselenggarakan pada 9—10 Desember 2025 mendatang.
Yang terbaru, Gubernur The Fed Christopher Waller secara terbuka menyatakan dukungannya terhadap pemangkasan suku bunga pada bulan Desember 2025, terutama karena adanya indikasi pelemahan di pasar tenaga kerja Amerika Serikat.
“Kekhawatiran utama saya adalah kondisi pasar tenaga kerja, yang merupakan bagian penting dari mandat ganda The Fed. Oleh karena itu, saya mendukung pemangkasan suku bunga pada pertemuan berikutnya,” kata Waller, seperti dikutip dari Bloomberg, Selasa (25/11/2025).
Waller menjelaskan bahwa data terbaru menunjukkan pasar tenaga kerja masih dalam kondisi yang kurang kuat. Namun, ia juga menambahkan bahwa banyaknya rilis data ekonomi yang tertunda dan baru akan keluar setelah pertemuan Desember dapat membuat keputusan di bulan Januari menjadi lebih kompleks.
“Mulai Januari [2026], Anda mungkin akan melihat kebijakan yang lebih fleksibel, yang keputusannya diambil dari pertemuan ke pertemuan,” ujar Waller.
Data statistik ketenagakerjaan untuk bulan Oktober dan November dijadwalkan akan dirilis pada 16 Desember 2025, sedangkan data inflasi konsumen untuk bulan November akan dipublikasikan pada 18 Desember 2025.
“Jika data secara tiba-tiba menunjukkan inflasi atau pasar kerja kembali menguat, atau ekonomi tumbuh lebih cepat, hal itu dapat menimbulkan kekhawatiran,” jelasnya.
Waller juga menambahkan bahwa dirinya belum melihat adanya potensi perbaikan di pasar tenaga kerja dalam enam hingga delapan minggu ke depan.
Pada hari Jumat (21/11/2025) pekan lalu, Presiden The New York Fed yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua FOMC, John Williams, menyampaikan pidato yang secara implisit dapat diartikan sebagai seruan untuk pemangkasan suku bunga di bulan depan.
Dalam pidatonya, Williams menilai bahwa risiko penurunan terhadap pasar tenaga kerja semakin meningkat seiring dengan mendinginnya pasar tenaga kerja. Sementara itu, risiko kenaikan inflasi justru sedikit mereda.
“Oleh karena itu, saya masih melihat adanya ruang untuk penyesuaian lebih lanjut dalam waktu dekat terhadap rentang target suku bunga acuan The Fed, dengan tujuan mengarahkan kebijakan lebih dekat ke kisaran netral,” jelas Williams.
Sejalan dengan pernyataan tersebut, sebagian besar analis sepakat bahwa kondisi pasar tenaga kerja memang terus menunjukkan pelemahan.
Ekonom Goldman Sachs, Jan Hatzius, seperti dikutip dari Fortune, mengatakan bahwa meskipun laporan ketenagakerjaan bulan September mengalami penundaan yang signifikan akibat penutupan pemerintahan (government shutdown) AS, data tersebut kemungkinan besar telah memastikan peluang penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan FOMC bulan depan.
Menurut Hatzius, pandangan Presiden New York Fed John Williams kemungkinan sejalan dengan Ketua The Fed Jerome Powell, yang diperkirakan akan mencatat tiga kali pemangkasan suku bunga dalam proyeksi dot plot September 2025, serta mayoritas dari 12 pemilih FOMC, meskipun belum tentu mayoritas dari seluruh 19 peserta komite.
Sementara itu, Analis Pantheon Macroeconomics, Samuel Tombs dan Oliver Allen, menilai bahwa pernyataan Williams praktis mengonfirmasi peluang pemangkasan suku bunga di bulan depan.
Dalam catatannya, Tombs dan Allen menyebutkan bahwa pernyataan Williams memiliki bobot yang lebih besar dibandingkan anggota FOMC lainnya.
Mereka berpendapat bahwa hal tersebut disebabkan karena Williams selalu berada di pihak mayoritas dan tidak pernah berbeda pandangan dengan Ketua The Fed, baik sejak menjabat sebagai Presiden The New York Fed pada 2018 maupun selama memimpin Fed San Francisco pada 2011—2018.
“Kami ragu Williams akan mengisyaratkan pelonggaran kebijakan pada bulan Desember tanpa berkonsultasi dengan para gubernur, termasuk Ketua Powell,” jelasnya.
Ringkasan
Pasar semakin yakin The Fed akan memangkas suku bunga pada Desember 2025, didorong oleh komentar dovish dari pejabat bank sentral. Probabilitas pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin kini mencapai 81,1%, jauh lebih tinggi dibandingkan pekan sebelumnya. Gubernur The Fed Christopher Waller mendukung pemangkasan karena indikasi pelemahan pasar tenaga kerja AS.
Presiden The New York Fed John Williams juga mengisyaratkan perlunya pemangkasan suku bunga untuk mengarahkan kebijakan ke kisaran netral, seiring meningkatnya risiko penurunan pasar tenaga kerja. Analis sepakat bahwa kondisi pasar tenaga kerja melemah, dan pernyataan Williams dianggap mengonfirmasi peluang pemangkasan suku bunga di bulan Desember.