Tender Offer GPSO Gagal: Sepi Peminat, Saham Tak Bergerak

JAKARTA, Shoesmart.co.id – Penawaran tender wajib (mandatory tender offer) saham PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO) yang dilakukan baru-baru ini ternyata kurang diminati investor. Manajemen GPSO melaporkan dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 18 Februari 2026 bahwa tidak ada pemegang saham yang menjual sahamnya dalam penawaran tersebut.

Direktur Utama Geoprima Solusi, Dionysius Tjokro, menjelaskan bahwa periode penawaran tender wajib berlangsung dari 15 Januari hingga 13 Februari 2026. Penawaran ini ditujukan kepada seluruh pemegang saham publik, dengan jumlah saham yang ditawarkan sebanyak 363.707.303 lembar atau sekitar 54,55% dari total modal yang telah ditempatkan dan disetor penuh.

“Sampai dengan berakhirnya periode penawaran tender wajib pada tanggal 13 Februari 2026, tidak terdapat pemegang saham yang mengajukan permohonan partisipasi untuk menjual sahamnya kepada pengendali baru,” ungkap Dionysius. Akibatnya, tidak ada transaksi maupun pembayaran yang perlu diselesaikan pada tanggal 26 Februari 2026.

Penawaran tender wajib ini dilakukan oleh pengendali saham baru, yaitu PT PIMSF Pulogadung. Langkah ini merupakan konsekuensi dari pembelian 45,45% saham GPSO atau setara dengan 303.033.800 lembar saham oleh PIMSF Pulogadung pada tanggal 16 Oktober 2026.

Saat itu, PIMSF Pulogadung membeli saham dari Karnadi Margaka dengan harga Rp 66 per saham, sehingga total transaksi yang merupakan bagian dari Tjokro Group mencapai Rp 20 miliar.

Tjokro Group memiliki rencana ambisius untuk menjadikan GPSO sebagai penguasa industri mesin dari hulu hingga hilir. Mereka ingin menjadi pemain utama dan terdepan, serta memenangkan kompetisi di masa depan. “Dengan menguasai teknologi permesinan dari hulu hingga hilir, Perusahaan Sasaran dapat meningkatkan nilai tambah dan menjaga pertumbuhan di kemudian hari, serta memberikan manfaat kepada Pemegang Saham dan Pemangku Kepentingan,” jelas manajemen pada 14 Januari 2026.

Harga penawaran tender offer dari PIMSF kepada pemegang saham GPSO adalah Rp 436 per saham, mengacu pada rata-rata harga tertinggi selama 90 hari sebelum pengumuman negosiasi. PIMSF Pulogadung bahkan telah menganggarkan dana sebesar Rp 152,03 miliar untuk membeli saham GPSO.

Namun, karena tidak ada pemegang saham yang mengambil opsi penawaran wajib ini, komposisi pemegang saham GPSO setelah tender wajib tetap sebagai berikut:

  • PT PIMSF Pulogadung: 45,45%
  • Karnadi Margaka: 1,53%
  • Masyarakat (di bawah 5%): 53,05%

Ringkasan

Penawaran tender wajib (mandatory tender offer) saham PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO) oleh PT PIMSF Pulogadung gagal karena tidak ada pemegang saham yang menjual sahamnya selama periode penawaran. Penawaran ini merupakan konsekuensi dari pembelian 45,45% saham GPSO oleh PIMSF Pulogadung dari Karnadi Margaka sebelumnya. Tujuan tender offer adalah untuk memberikan kesempatan kepada pemegang saham publik untuk menjual saham mereka kepada pengendali baru.

Harga penawaran tender adalah Rp 436 per saham, dan PIMSF Pulogadung telah menyiapkan dana Rp 152,03 miliar. Namun, karena tidak ada pemegang saham yang berpartisipasi, komposisi pemegang saham GPSO tetap tidak berubah. PIMSF Pulogadung tetap memegang 45,45% saham, Karnadi Margaka 1,53%, dan masyarakat (di bawah 5%) sebanyak 53,05%.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *