ST016 Laris Manis! Penjualan Meroket 40%, Investor Makin Kepincut

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Sukuk Tabungan seri ST016 menunjukkan performa yang menjanjikan di minggu pertama penawarannya. Di tengah gejolak pasar keuangan dan suku bunga yang masih tinggi, investor ritel tetap menunjukkan minat yang besar pada instrumen investasi yang aman dengan potensi imbal hasil yang menarik.

Data dari Bareksa per Jumat (15/5/2026) mencatat, penjualan ST016 dengan tenor dua tahun (ST016T2) telah mencapai hampir 40% dari kuota nasional. Sementara itu, ST016 tenor empat tahun (ST016T4) juga menunjukkan kinerja yang solid dengan penyerapan sekitar 40%.

Ni Putu Kurniasari, Chief Investment Officer Bareksa, menyatakan bahwa pencapaian ini tergolong positif, terutama mengingat Surat Berharga Negara (SBN) Ritel biasanya ditawarkan selama tiga hingga empat minggu.

Kupon 6,25%, ST016 Sudah Laku 37%, Ini Cara Investasi Sukuk Terbaru, Modal Rp 1 Juta

“Pencapaian di atas 30% dalam satu minggu menunjukkan minat investor yang cukup kuat dan masih sejalan dengan target indikatif pemerintah,” jelas Ni Putu kepada Kontan, Jumat (15/5/2026).

Menurutnya, daya tarik ST016 terletak pada kombinasi kupon yang kompetitif, jaminan dari pemerintah, serta fitur floating with floor yang sangat relevan di tengah ketidakpastian arah suku bunga.

Di tengah ekspektasi suku bunga yang diperkirakan akan bertahan tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama (higher for longer), banyak investor memanfaatkan momentum ini untuk mengamankan imbal hasil dari instrumen pendapatan tetap.

“Hal ini juga menegaskan bahwa instrumen investasi dengan risiko rendah tetap menjadi pilihan favorit di tengah kondisi pasar yang fluktuatif,” imbuh Ni Putu.

Sebagai informasi, ST016 adalah instrumen investasi syariah yang diterbitkan oleh pemerintah dan ditujukan untuk investor ritel.

Penawaran Baru Sepekan, Penjualan ST016 Sudah Tembus Sepertiga Target

Produk ini menawarkan skema kupon floating with floor, yang berarti kuponnya dapat meningkat jika suku bunga acuan naik, namun tidak akan turun di bawah batas minimal yang telah ditetapkan.

Selain dijamin oleh pemerintah berdasarkan Undang-Undang, ST016 juga memberikan pembayaran imbal hasil setiap bulan, menjadikannya pilihan menarik bagi investor yang mencari pendapatan pasif secara rutin.

Ni Putu menambahkan bahwa, setelah dikurangi pajak, imbal hasil bersih ST016 masih sangat kompetitif dibandingkan dengan instrumen simpanan konvensional seperti deposito bank.

Dari sisi profil investor, Bareksa mencatat bahwa generasi milenial dan Gen Z masih mendominasi jumlah transaksi. Hal ini menunjukkan peningkatan partisipasi generasi muda dalam investasi SBN Ritel.

Investor Masih Memburu SBN Ritel, Penjualan ST016 Tembus 37%

Sementara itu, dari segi nominal pembelian atau asset under management (AUM), kontribusi terbesar masih berasal dari investor Gen X dan Baby Boomers.

Ni Putu juga mengamati kombinasi antara investor baru dan investor lama dalam penjualan ST016 kali ini. Investor lama cenderung aktif melakukan reinvestasi dari seri SBN yang telah jatuh tempo, sementara investor baru mulai memanfaatkan momentum kupon ST016 yang kompetitif.

Untuk memaksimalkan penjualan, Bareksa fokus pada edukasi dan kemudahan akses digital melalui berbagai platform seperti webinar, artikel riset, media sosial, dan notifikasi aplikasi.

Seluruh proses transaksi, mulai dari registrasi SBN Online, pemesanan, hingga pembayaran, dilakukan secara digital, memberikan kemudahan bagi investor.

Melihat capaian penjualan di minggu pertama, Ni Putu optimis bahwa ST016 berpotensi mencatatkan kinerja penjualan yang positif hingga akhir masa penawaran. Jika tren permintaan ini terus berlanjut, target indikatif pemerintah dinilai sangat mungkin tercapai.

Bahkan, Ni Putu tidak menutup kemungkinan pemerintah akan melakukan upsize atau penambahan kuota nasional jika permintaan masyarakat terus meningkat hingga akhir masa penawaran.

“Kami menyarankan investor ritel untuk segera melakukan pemesanan agar tidak kehabisan kuota, seperti yang sering terjadi pada seri-seri sebelumnya,” pungkasnya.

Ringkasan

Penjualan Sukuk Tabungan seri ST016 menunjukkan performa yang baik di minggu pertama penawaran, mencapai sekitar 40% dari kuota nasional untuk kedua tenor (2 tahun dan 4 tahun). Minat investor ritel tinggi karena ST016 menawarkan kupon kompetitif, jaminan pemerintah, dan fitur floating with floor yang menarik di tengah ketidakpastian suku bunga.

Investor memanfaatkan ST016 untuk mengamankan imbal hasil di tengah ekspektasi suku bunga yang tinggi. Generasi milenial dan Gen Z mendominasi jumlah transaksi, sementara Gen X dan Baby Boomers memberikan kontribusi terbesar dari segi nominal pembelian. Bareksa optimis penjualan ST016 akan terus meningkat dan pemerintah mungkin akan melakukan upsize kuota jika permintaan terus tinggi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *