SRTG Cetak Laba Gede: Melonjak 121% Jadi Rp 7,31 Triliun!

Shoesmart.co.id JAKARTA. PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) berhasil mencatatkan kinerja yang menggembirakan sepanjang tahun 2025.

Salah satu pendorong utama kinerja positif ini adalah keuntungan neto atas investasi pada saham dan efek lainnya yang mencapai Rp 4,13 triliun. Angka ini melonjak signifikan sebesar 180,05% dibandingkan tahun 2024 yang hanya sebesar Rp 1,47 triliun.

Meskipun demikian, terdapat penurunan pada penghasilan dividen dan bunga, dari Rp 3,84 triliun menjadi Rp 2,86 triliun sepanjang tahun 2025. Penghasilan lainnya juga mengalami penurunan tipis menjadi Rp 11,17 miliar di tahun 2025, dibandingkan Rp 14,99 miliar pada tahun sebelumnya.

Cermati Saham Net Buy Terbesar Asing Sepekan Terakhir Jelang Libur Lebaran 2026

Sepanjang tahun 2025, SRTG mencatatkan total investasi di saham blue chip sebesar Rp 48,03 triliun. Nilai ini menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun 2024 yang sebesar Rp 44,99 triliun.

Untuk emiten blue chip yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), SRTG memiliki beberapa kepemilikan signifikan. Di antaranya, SRTG memegang 9,73% saham PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) dengan nilai wajar mencapai Rp 5,68 triliun. Selain itu, perseroan juga memiliki 19,73% saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) dengan nilai wajar Rp 10,8 triliun, serta 4% saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) dengan nilai wajar Rp 2,12 triliun.

Pada PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), SRTG memiliki kepemilikan langsung sebesar 4,38% dengan nilai wajar Rp 2,33 triliun. Lebih lanjut, SRTG juga memiliki kepemilikan tidak langsung melalui PT Adaro Strategic Capital (ASC) sebesar 25% dan PT Adaro Strategic Lestari (ASL) sebesar 29,79%, dengan nilai wajar masing-masing sebesar Rp 8,94 triliun dan Rp 3,56 triliun.

Selain berinvestasi pada saham blue chip, SRTG juga memiliki portofolio pada perusahaan berkembang yang tercatat di BEI. Pada PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX), SRTG memiliki kepemilikan sebesar 57,67% dengan nilai wajar Rp 2,44 triliun. Kemudian, di PT Samator Indo Gas Tbk (AGII), kepemilikannya mencapai 10%, dan di PT Nusa Raya Cipta Tbk (NRCA) sebesar 6,02% dengan nilai wajar masing-masing Rp 464,59 miliar dan Rp 228,99 miliar.

Dengan performa investasi yang solid, laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik perusahaan meningkat signifikan menjadi Rp 7,33 triliun pada tahun 2025. Angka ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 121,11% dibandingkan tahun 2024 yang sebesar Rp 3,31 triliun.

Sebagai konsekuensi dari peningkatan laba, laba per saham dasar juga mengalami kenaikan menjadi Rp 540 di tahun 2025, dibandingkan Rp 243 pada tahun sebelumnya.

Secara keseluruhan, per 31 Desember 2025, SRTG memiliki total aset senilai Rp 62,51 triliun. Jumlah ini mengalami peningkatan dibandingkan posisi per 31 Desember 2024 yang sebesar Rp 57,84 triliun.

Konflik Timur Tengah Kian Memanas, Analis Kerek Proyeksi Harga Minyak 2026

Di sisi lain, jumlah liabilitas perseroan tercatat sebesar Rp 3,59 triliun pada akhir Desember 2025, mengalami penurunan dibandingkan posisi akhir Desember 2024 yang sebesar Rp 6,06 triliun. Sementara itu, jumlah ekuitas tercatat sebesar Rp 58,91 triliun per akhir 2025, meningkat dari Rp 51,77 triliun pada akhir tahun 2024.

Terakhir, SRTG memiliki kas dan setara kas akhir tahun sebesar Rp 966,36 miliar pada akhir Desember 2025, mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp 1,53 triliun.

Ringkasan

PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) mencatatkan kinerja positif pada tahun 2025, dengan laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik perusahaan melonjak 121,11% menjadi Rp 7,33 triliun. Peningkatan ini didorong oleh keuntungan neto atas investasi saham dan efek lainnya yang signifikan, meskipun terdapat penurunan pada penghasilan dividen dan bunga.

SRTG memiliki total investasi di saham blue chip sebesar Rp 48,03 triliun dan juga berinvestasi pada perusahaan berkembang. Total aset perseroan meningkat menjadi Rp 62,51 triliun, sementara jumlah liabilitas mengalami penurunan. Laba per saham dasar juga mengalami kenaikan menjadi Rp 540 di tahun 2025.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *