KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kinerja PT Sejahtera Anugrahjaya Tbk (SRAJ) diproyeksikan akan terus bertumbuh hingga tahun 2026, didorong oleh ekspansi jaringan rumah sakit dan penguatan layanan spesialisasi. Penambahan fasilitas kesehatan baru ini dilihat sebagai katalis positif untuk peningkatan pendapatan, meskipun tantangan berupa tekanan margin operasional masih menjadi perhatian, terutama di fase awal beroperasi.
Abdul Azis Setyo Wibowo, Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, berpendapat bahwa pembukaan RS Mayapada Cakung dan Mayapada Eye Center (MEC) Sudirman memiliki potensi signifikan dalam mendongkrak pendapatan SRAJ pada tahun 2026.
“Ekspansi ini tidak hanya menambah kapasitas tempat tidur, tetapi juga memperluas jangkauan layanan spesialis dan meningkatkan kompleksitas kasus pasien yang dapat ditangani. Hal ini berpotensi meningkatkan average revenue per patient (ARPP). Namun, perlu diingat bahwa pada tahap awal operasional, margin keuntungan bisa tertekan akibat biaya pra-operasi dan tingkat utilisasi yang belum optimal,” jelas Azis kepada Kontan, Jumat (13/2/2026).
Saham Konsumer Berpotensi Menguat pada Kuartal I 2026, Ini Rekomendasinya
Lebih lanjut, kolaborasi antara SRAJ dengan Apollo Hospitals India di Batam dinilai strategis dalam memperkuat posisi SRAJ sebagai penyedia layanan kesehatan berstandar internasional. Kemitraan ini berpotensi besar untuk menangkap peluang dari medical tourism domestik, sekaligus mengurangi aliran devisa negara yang selama ini digunakan pasien Indonesia untuk berobat ke luar negeri.
Lokasi Batam yang strategis, berdekatan dengan Singapura, memberikan peluang emas untuk menjadi pusat layanan kesehatan regional jika eksekusi kemitraan ini berjalan dengan baik.
Dari sudut pandang strategi bisnis, fokus SRAJ pada layanan premium seperti layanan jantung (cardiac), onkologi (oncology), dan pusat mata (eye center) diharapkan dapat meningkatkan margin keuntungan melalui penetapan tarif layanan yang lebih tinggi. Meski demikian, efektivitas strategi ini akan sangat bergantung pada daya beli segmen pasar yang ditargetkan serta kemampuan perusahaan dalam menjaga tingkat utilisasi agar biaya operasional dapat terdistribusi secara efektif.
Mengenai pergerakan harga saham SRAJ, Azis menilai bahwa potensi kenaikan dalam jangka pendek mungkin terbatas. “Mengingat harga saham SRAJ telah mengalami kenaikan yang cukup signifikan, kami memilih untuk mengambil sikap wait and see terlebih dahulu, karena ada kekhawatiran akan potensi koreksi,” ungkapnya.
Secara keseluruhan, prospek fundamental SRAJ dinilai tetap menjanjikan seiring dengan ekspansi layanan dan peningkatan kompleksitas layanan medis yang ditawarkan. Namun, investor disarankan untuk tetap mewaspadai risiko tekanan margin yang mungkin terjadi pada masa-masa awal operasional rumah sakit baru.
Emiten Jasa Pertambangan Ikut Terdampak Pemangkasan Produksi, Begini Prospeknya!
Ringkasan
PT Sejahtera Anugrahjaya Tbk (SRAJ) diproyeksikan akan terus tumbuh hingga 2026 berkat ekspansi rumah sakit dan penguatan layanan spesialisasi. Pembukaan RS Mayapada Cakung dan Mayapada Eye Center (MEC) Sudirman berpotensi mendongkrak pendapatan, meskipun margin operasional di awal operasional mungkin tertekan.
Kemitraan SRAJ dengan Apollo Hospitals India di Batam strategis untuk memperkuat posisinya sebagai penyedia layanan kesehatan berstandar internasional dan menangkap peluang medical tourism domestik. Investor disarankan mewaspadai risiko tekanan margin di awal operasional RS baru, meskipun prospek fundamental SRAJ menjanjikan.