KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Sukuk Ritel (SR) seri SR024, instrumen investasi berbasis syariah yang dinanti-nantikan, telah memasuki pekan pertamanya. Antusiasme investor terlihat jelas dari data penjualan di Bibit, salah satu mitra distribusi resmi. Hingga Jumat (13/3/2026), SR024-T3, dengan tenor 3 tahun, mencatatkan penjualan sebesar Rp 3,35 triliun, sementara SR024-T5, bertenor 5 tahun, berhasil menarik dana Rp 1,63 triliun. Keduanya memiliki target penjualan yang sama, yaitu Rp 10 triliun.
William, Head of PR & Corporate Communication Bibit.id, menyatakan keyakinannya bahwa Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) pertama di tahun 2026 ini akan mendapatkan sambutan hangat dari para investor. Keyakinan ini didasari oleh daya tarik SR024 yang menawarkan potensi passive income yang lebih tinggi dibandingkan rata-rata bunga deposito.
Sebagai informasi tambahan, SR024-T3 menawarkan imbal hasil (kupon) sebesar 5,55% per tahun, sedangkan SR024-T5 memberikan imbal hasil yang lebih menarik, yaitu 5,90% per tahun. Imbal hasil yang kompetitif ini menjadi salah satu daya tarik utama bagi investor.
“SR024 menawarkan imbal hasil tetap (fixed rate) yang menjadi nilai tambah tersendiri. Hal ini sangat ideal untuk memitigasi risiko investasi sekaligus tetap memaksimalkan potensi pertumbuhan nilai investasi,” jelas William kepada Kontan pada Jumat (13/3/2026), menyoroti keunggulan stabilitas yang ditawarkan SR024.
Selain imbal hasil yang menarik, SR024 juga memiliki beberapa keunggulan lain. Produk ini dijamin 100% oleh negara, memberikan rasa aman bagi investor. Selain itu, biaya pajak yang dikenakan lebih rendah dibandingkan instrumen investasi lainnya. Faktor-faktor ini menjadikan SR024 sebagai pilihan investasi yang aman di tengah ketidakpastian global, terutama akibat konflik geopolitik di Timur Tengah.
Lebih lanjut, William mengungkapkan bahwa sebagian besar investor yang membeli SR024 melalui platform Bibit adalah investor yang sudah memiliki akun dan berpengalaman dalam berinvestasi. Namun, kemudahan yang ditawarkan oleh Bibit juga berhasil menarik minat investor SBN baru.
“Kemudahan yang kami tawarkan menjadi daya tarik tersendiri, sehingga banyak investor SBN pemula yang tertarik berinvestasi melalui Bibit,” imbuhnya.
Dengan melihat antusiasme investor dan dukungan dari berbagai mitra distribusi, William optimis bahwa penjualan SR024 akan mencapai target yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Sinergi antara pemerintah dan mitra distribusi diharapkan dapat mendorong kesuksesan penawaran sukuk ritel ini.
Ringkasan
Sukuk Ritel seri SR024 menunjukkan antusiasme tinggi dari investor pada pekan pertama penjualannya. Melalui Bibit, SR024-T3 (tenor 3 tahun) mencatatkan penjualan Rp 3,35 triliun dan SR024-T5 (tenor 5 tahun) sebesar Rp 1,63 triliun, dengan target penjualan masing-masing Rp 10 triliun. Daya tarik SR024 terletak pada potensi passive income yang lebih tinggi dibandingkan rata-rata bunga deposito.
SR024-T3 menawarkan imbal hasil 5,55% per tahun, sementara SR024-T5 memberikan 5,90% per tahun. Produk ini dijamin 100% oleh negara dan memiliki biaya pajak yang lebih rendah. Bibit optimis penjualan SR024 akan mencapai target, didorong oleh kemudahan investasi melalui platform mereka yang menarik investor SBN baru maupun investor berpengalaman.