
JAKARTA – PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO), raksasa industri jamu nasional, sedang menjajaki berbagai opsi strategis signifikan yang dapat mengubah lanskap bisnisnya. Salah satu opsi paling menonjol adalah potensi divestasi sebagian kepemilikan saham perusahaan.
Keluarga Hidayat, pemegang saham mayoritas dengan sekitar 78% kepemilikan melalui PT Hotel Candi Baru, secara terbuka menyambut gagasan untuk menggandeng investor strategis. Langkah ini bertujuan untuk mendorong bisnis Sido Muncul ke jenjang yang lebih tinggi dan mencapai pertumbuhan berkelanjutan di pasar global. Pernyataan ini disampaikan oleh Komisaris SIDO, Venancia Sri Indrijati Wijono, sebagaimana dilaporkan oleh Bloomberg pada Rabu, 14 Januari 2026.
Sumber-sumber terpercaya yang dekat dengan pembahasan ini mengungkapkan bahwa keluarga Hidayat, sebagai entitas pengendali, sedang aktif berdiskusi dengan beberapa bank investasi terkemuka. Transaksi potensial ini diperkirakan dapat mencapai valuasi sekitar US$ 1 miliar. Mengingat sensitivitas dan sifatnya yang masih privat, identitas sumber-sumber tersebut tidak dapat diungkapkan.
Sido Muncul (SIDO) Incar Laba Bersih 8% pada 2026, Cek Prospek Kinerjanya
Venancia menambahkan bahwa meskipun minat dari sejumlah calon investor telah terdeteksi, perusahaan belum mengambil langkah konkret lebih lanjut. Ia menolak memberikan detail mengenai besaran saham yang mungkin akan dilepas. Venancia juga menegaskan bahwa Sido Muncul tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan strategis ini, dengan fokus utama saat ini tetap pada peningkatan kinerja perusahaan secara menyeluruh.
Menanggapi wacana ini, Muhammad Wafi, Head of Research KISI Sekuritas, melihat masuknya investor strategis sebagai sentimen positif yang kuat bagi SIDO. Terlebih lagi, jika mitra strategis yang bergabung adalah pemain global, potensi dampaknya akan menjadi ‘game changer’. Kehadiran mitra semacam itu dapat membuka akses distribusi ekspor secara signifikan lebih cepat, tanpa perlu membangun jaringan dari awal.
Dari perspektif investasi, Wafi menyarankan para investor untuk mempertimbangkan strategi bertahan atau akumulasi saham SIDO. Menurutnya, langkah ini bukanlah sinyal keluarga pengendali untuk keluar, melainkan murni sebuah strategi ekspansi bisnis yang ambisius. Analisis ini ia sampaikan kepada Kontan pada hari yang sama, Rabu (14/1/2026).
Investor juga dianjurkan untuk mencermati aspek valuasi transaksi yang umumnya berada di atas harga pasar, serta profil mitra yang akan digandeng. Apabila investor yang masuk adalah mitra strategis murni dengan visi jangka panjang, dan bukan sekadar perusahaan private equity, prospek kinerja SIDO di masa depan dinilai akan semakin kokoh dan menjanjikan.
Ringkasan
PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) sedang menjajaki opsi strategis, termasuk potensi divestasi sebagian kepemilikan sahamnya. Keluarga Hidayat, pemegang saham mayoritas, terbuka untuk menggandeng investor strategis guna mendorong pertumbuhan bisnis dan mencapai pasar global. Diskusi dengan beberapa bank investasi terkemuka sedang berlangsung, dengan potensi valuasi transaksi mencapai US$1 miliar, namun perusahaan tidak terburu-buru dan fokus pada peningkatan kinerja.
Analis melihat masuknya investor strategis, terutama pemain global, sebagai sentimen positif kuat yang dapat mempercepat akses distribusi ekspor SIDO. Investor disarankan untuk mempertimbangkan strategi bertahan atau akumulasi saham, karena langkah ini dinilai sebagai strategi ekspansi bisnis. Penting bagi investor untuk mencermati valuasi transaksi yang umumnya di atas harga pasar serta profil mitra strategis dengan visi jangka panjang.