SIDO Jual Saham? Ini Klarifikasi Sido Muncul Soal Rencana Tersebut

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) baru-baru ini memberikan klarifikasi resmi mengenai beredarnya kabar rencana divestasi saham sebagian dari pemegang saham pengendali. Menanggapi isu ini, Sekretaris Perusahaan PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk, Budiyanto, menegaskan bahwa perusahaan sama sekali tidak menerima informasi maupun konfirmasi dari PT Hotel Candi Baru selaku pemegang saham pengendali terkait adanya rencana penjualan saham tersebut.

Lebih lanjut, Budiyanto juga menyatakan bahwa perseroan tidak memiliki informasi mengenai estimasi timeline proses divestasi yang dimaksud. Hingga saat ini, tidak ada rencana aksi korporasi yang material dalam periode 12 bulan ke depan yang berkaitan dengan divestasi sebagian saham tersebut. Hal ini memperkuat posisi SIDO bahwa mereka tidak terlibat atau mengetahui rencana tersebut.

Sehubungan dengan tidak adanya rencana divestasi yang diketahui oleh SIDO, maka perusahaan tidak dapat memberikan latar belakang atau pertimbangan mengenai isu tersebut. SIDO saat ini sepenuhnya fokus pada peningkatan kinerja operasional dan kinerja keuangan. Ini menjadi prioritas utama perseroan di tengah berbagai dinamika pasar.

Sebagai informasi, SIDO telah menetapkan target ambisius untuk tahun 2026. Perseroan menargetkan pertumbuhan laba bersih sebesar 8% secara tahunan, sejalan dengan proyeksi kenaikan pendapatan di level yang sama. Target ini menunjukkan optimisme manajemen terhadap prospek bisnis perusahaan ke depan.

Direktur Utama SIDO, David Hidayat, menyampaikan berbagai strategi komprehensif yang akan ditempuh untuk merealisasikan target pendapatan dan laba tahun 2026. Strategi tersebut meliputi peluncuran produk-produk baru yang inovatif, penguatan efisiensi biaya di berbagai lini, hingga peningkatan porsi penjualan ekspor yang signifikan.

Dalam upaya menggenjot pertumbuhan, SIDO menargetkan peningkatan pasar ekspor secara bertahap. David menjelaskan kepada Kontan pada Rabu (14/1/2026) bahwa perseroan akan membuka pasar-pasar baru di kawasan Afrika, Asia Tenggara, dan Timur Tengah pada tahun 2026. Ekspansi ini diharapkan dapat menjadi salah satu motor utama pertumbuhan.

Di sisi pasar domestik, SIDO juga tidak tinggal diam. Perusahaan akan memperkuat pangsa pasar dengan memperluas jaringan distribusi dan meluncurkan varian produk anyar untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Selain itu, SIDO turut mendorong penetrasi ke kanal modern trade, e-commerce, serta jalur distribusi berbasis komunitas, untuk menjangkau konsumen lebih luas dan efektif.

Ringkasan

PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) mengklarifikasi kabar rencana divestasi saham oleh pemegang saham pengendali, PT Hotel Candi Baru. Sekretaris Perusahaan Budiyanto menegaskan bahwa SIDO tidak menerima informasi atau konfirmasi mengenai rencana penjualan saham tersebut. Perseroan juga tidak memiliki informasi tentang estimasi timeline divestasi dan saat ini fokus utama pada peningkatan kinerja operasional serta keuangan.

SIDO menargetkan pertumbuhan laba bersih dan pendapatan sebesar 8% pada tahun 2026. Untuk mencapai target ini, perseroan akan meluncurkan produk-produk baru, memperkuat efisiensi biaya, serta meningkatkan penjualan ekspor dengan membuka pasar di Afrika, Asia Tenggara, dan Timur Tengah. Di pasar domestik, SIDO akan memperkuat distribusi, meluncurkan varian produk anyar, dan meningkatkan penetrasi ke kanal modern trade serta e-commerce.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *